Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Susanto Warga Sukoreno yang Ditunjuk jadi Juru Pelihara Candi Kesiman

Ronald Fernando • Rabu, 10 Mei 2023 | 16:13 WIB
BANGGA: Susanto di temuan lokasi Candi Kesiman di Desa Sukoreno, Prigen. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
BANGGA: Susanto di temuan lokasi Candi Kesiman di Desa Sukoreno, Prigen. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sejak ditemukan November 2022 lalu, Candi Kesiman yang berada di lahan makam umum Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen masih diteliti. Candi ini sekarang memiliki juru pelihara. Salah satunya Susanto, warga setempat.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

RIZAL FAHMI SYATORI, Prigen, Radar Bromo

------------------------------------------------------------------------------------------------------

TERIK matahari siang itu cukup menyengat. Tapi cuaca tak menyurutkan sejumlah orang di lokasi temuan Candi Kesiman yang ada di Dusun Candi, Desa Sukoreno, Prigen. Mereka tampak sibuk saat ada eskavasi di lokasi.

Di antara beberapa orang itu juga terlihat seorang lelaki berbadan tegap. Usianya masih 37 tahun. Dialah Susanto, warga Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen.

Susanto juga sibuk lalu lalang sembari menyiapkan segala sesuatunya. Bapak dua orang anak ini merupakan salah satu juru pelihara (jupel) anyar di Candi Kesiman tersebut.

“Jupelnya ada dua orang, saya dan Aris, sama-sama warga dari Dusun Candi, Desa Sukoreno, Kecamatan Prigen,” ucap Susanto, ditemui Jawa Pos Radar Bromo, saat berada di lokasi temuan candi atau Candi Kesiman.

Meskipun jupelnya ada dua orang di Candi Kesiman ini, tapi SK nya beda. Susanto punya SK dari Disbudpar Provinsi Jatim. Sedangkan rekannya Aris dari Dispendikbud Kabupaten Pasuruan.



Sebelum ditunjuk menjadi seorang jupel di candi ini, Susanto tidak pernah membayangkan. Sebab dia tak mengerti tentang sejarah. Apalagi ilmu arkeolog. Namun dia akhirnya mau menjadi jupel lantaran diusulkan.

“Menjadi jupel tanpa tes atau persyaratan khusus. Cukup serahkan pas foto, fotocopy KK dan KTP. Lalu di proses, dan SK-nya saya terima awal Maret kemarin. Alhamdulillah,” tuturnya.

Karena statusnya hanya sebagai jupel, jangan bayangkan pendapatan yang dia terima. Katanya, tidak besar. Namun dia tidak mempermasalahkannya. Apalagi pria seperti dirinya yang sehari-hari pekerja serabutan.

Justru ini menjadi sebuah kebanggan bagi dirinya karena bisa ikut menjadi bagian penelitian Candi Kesiman. “Pekerjaan menjadi jupel ini, saya anggap sebagai panggilan dan bentuk pengabdian. Juga ada kebanggaan tersendiri, bisa menjaga warisan nenek moyang ada di dusun atau kampung sendiri,” ujarnya.

Mengapa Susanto bisa ditunjuk jadi jupel? Ini karena jarak rumahnya dengan Candi Kesiman hanya sekitar 200 meter saja. Sehingga dengan  menjadi jupel di Candi Kesiman, maka dia bisa maksimal membantu proses eskavasi.

Selama menjadi jupel, dia juga dibantu oleh satu rekan lainnya. Termasuk warga sekitar. Sejak ditemukan hingga proses eskavasi, hampir setiap harinya dia berkumpul dengan banyak orang. Terkadang di pagi, siang, sore bahkan malam hari.

“Tugas pokoknya jupel adalah merawat. Menjaga dan memelihara obyek cagar budaya yang dijaga atau ditugasi. Datang tidak tiap hari, tapi sebisa mungkin intensitasnya tinggi,” ujarnya.



Sebelum ditunjuk menjadi jupel Candi Kesiman, Susanto memang sangat seringkali datang dan sempatkan ke lokasi. Bahkan hampir setiap hari. Karena lokasi awal adalah dekat dengan pemakaman.

Setelah menjadi jupel, intensitas Susanto tidak berubah. Dia tetap sering mendatangi Candi Kesiman.

Apakah pernah menemui hal mistis? Susanto tersenyum saat ditanya soal itu. Selama ini dia mengaku tidak pernah menjumpai dan mengalami peristiwa mistis. Baik tugasnya sebagai jupel, dan saat berada di lokasi temuan candi.

“Biasa saja, aman kok. Saat berada di lokasi, pikiran saya tidak pernah macam-macam. Yang penting menghindari berbicara kotor,” bebernya.

Ditanya untuk pengunjung, Susanto menyebut, saat ini sudah jarang. Berbeda saat ditemukan pertama kali dahulu. Hampir setiap hari lokasi didatangi banyak orang.

Meski begitu, saat ini dihari-hari tertentu ada yang dating.  “Untuk pengunjung saat ini ada saja yang datang, dari sekitaran Pasuruan. Juga ada dari Sidoarjo, Mojokerto. Setibanya disini, melakukan ritual. Tentunya tetap kami pantau, dibantu warga lainnya,” ujar San sapaan akrabnya.

Kini, tugasnya sudah resmi menjadi jupel Candi Kesiman akan terus diembannya dengan baik. Dia berusaha semaksimal mungkin. “Dilapangan, saya jalani dengan tulus dan ikhlas,” tuturnya singkat. (fun)

Editor : Ronald Fernando
#penemuan candi #candi sukoreno prigen #cagar budaya #bpcb jatim