Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sehari Bisa Garap 10 Karya Lukis dan Kaligrafi Daun Jati

Jawanto Arifin • Minggu, 16 April 2023 | 22:25 WIB
HARUS TELATEN: Rijalullah menunjukkan sejumlah hasil karyanya berupa kaligrafi dan gambar ulama yang menggunakan “kanvas” daun pohon jati. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
HARUS TELATEN: Rijalullah menunjukkan sejumlah hasil karyanya berupa kaligrafi dan gambar ulama yang menggunakan “kanvas” daun pohon jati. (Rizky Putra Dinasti/Jawa Pos Radar Bromo)
MEMBUAT gambar dan kaligrafi bukanlah hal mudah. Apalagi dibuat di media yang tak biasa. Seperti menggunakan media daun pohon jati. Butuh keterampilan khusus dan kesabaran.

Umumnya menggambar atau membuat kaligrafi, menggunakan media kertas atau kanvas. Dilukis menggunakan cat atau tinta. Berbeda dengan Rijalullah, 32. Ia memilih melukis menggunakan “kanvas” daun pohon jati.

Bapak dua anak ini dari kecil memang menyukai dunia seni. Salah satunya menggambar dan membuat kaligrafi. Keahliannya semakin terasah ketika nyantri di salah satu pesantren di Madura.

“Karena dari kecil suka menggambar ditambah memperdalam pada saat di pondok, maka membuat tulisan atau gambar kaligrafi bukanlah hal yang sulit,” ujar warga Desa Wringinanom, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo ini.

Selepas dari pondok pada 2016, Rijalullah belum terpikir untuk menekuni dunia kaligrafi. Termasuk setelah menikah pada 2017. Ia memilih menjadi guru mengaji Alquran.

Sekitar tujuh bulan lalu, ia tak sengaja melihat video di media sosial mengenai kaligrafi di media daun. Dari sana mulai terispirasi. Apalagi dunia menggambar dan kaligrafi sudah biasa dilakukan ketika masih di pesantren.

Rijalullah memilih menggunakan daun pohon jati. Menurutnya, daun jati cukup luasan dan lebih tahan lama. “Di daerah sini sangat mudah untuk mendapatkan daun jati. Hal inilah yang menjadikan alasan kenapa saya memilih daun jati,” katanya.



Mudahnya bahan baku, membuat Rijalullah, begitu rajin berkarya. Terlebih setelah karyanya banyak diapresiasi penikmat seni. “Saat ini sudah terkenal dengan lukisan daun jati, sehingga pesanan banyak menggunakan daun jati. Meski daun lainya saya juga bisa,” ujarnya.

Ia mengaku banyak mendapatkan daun jati dari daerah Kecamatan Tongas, Kabupaten Probolinggo. karena, ukurannya lebih lebar. Berbeda dengan daun jati dari daerah lain.

Rijalullah mengaku sudah survei ke mana-mana. Hasilnya, daun jati yang memiliki lebar hingga satu meter hanya di Kecamatan Tongas. Kini, ada temannya dari Kecamatan Tongas, yang biasa memasok daun jati kepadnaya.

Namun, penggunaan media lukis ini tepa menyesuaikan pesanan. Menyesuaikan besaran pigura pigura yang digunakan. Paling besar berukuran 60 x 90 sentimeter.

Ditanya waktu paling lama dalam proses pembuatanya? Rijalullah mengatakan, paling lama butuh waktu sekitar tiga jam. Semuanya tergantung mood. “Jika saya tidak mood, dalam sehari saya tidak membuat sama sekali. Meski ada pesanan. Jika mood sedang baik, dalam sehari 10 kaligrafi bisa saya buat,” tuturnya. (rpd/rud) Editor : Jawanto Arifin
#kaligrafi #seniman probolinggo