Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Didikan Khas Pondok Bikin Mufti Anam Kerap gerak Cepat Bantu Warga

Ronald Fernando • Jumat, 7 April 2023 | 16:01 WIB
LEGISLATOR PUSAT: Mufti Anam dalam sebuah acara partainya. (Foto: dok pribadi)
LEGISLATOR PUSAT: Mufti Anam dalam sebuah acara partainya. (Foto: dok pribadi)
Mufti Aimah Nurul Anam bisa dibilang politisi muda yang sedang moncer. Kiprahnya di DPR RI, banyak menyita perhatian publik karena gerak cepatnya dalam merespons situasi yang memberatkan warga. Mulai dari kelangkaan minyak goreng, kenaikan harga sembako, hingga tipuan investasi yang merugikan masyarakat luas.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

DI balik sikapnya yang selalu gerak cepat alias gercep, ada proses panjang pendidikan di pondok pesantren.

Photo
Photo
DIDIKAN PONPES: Mufti Aimah Nurul Anam kini berada di Komisi IV DPR RI. (Foto: dok pribadi)

“Pendidikan khas pesantren membuat kami selalu berpikir pada alternatif-alternatif terbaik dalam menghadapi beragam situasi. Karena di pondok kami tidak hanya dididik soal ilmu, soal amalan-amalan, tetapi juga memberi pengalaman yang membentuk pribadi kami menjadi lebih peduli, berani mengambil keputusan,” ujar mantan ketua umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim tersebut.

Mufti Anam pernah mengenyam pendidikan di sejumlah pesantren. Mulai dari Ponpes Darussholah, Jember; Ponpes Bumi Sholawat, Sidoarjo; TMI Al-Amin Prenduan, Madura; hingga Ponpes Mabadiul Ihsan, Banyuwangi.

“Terima kasih untuk semua kiai, ibu nyai, para habaib, dan guru-guru kami di pesantren dan lembaga-lembaga pendidikan yang tiada henti dan penuh ikhlas mendidik anak-anak muda. Para generasi penerus bangsa, sehingga nantinya bisa menjadi generasi yang berkarakter dan berdaya saing global,” papar Mufti.

Di pondok pula, Mufti mengasah jiwa kewirausahaan. Ia melihat salah satu kemajuan umat harus ditopang dengan semakin banyak orang yang berani terjun berwirausaha.

“Nabi Muhammad SAW juga mengajarkan bagaimana kita harus mampu mandiri secara ekonomi. Juga membantu ekonomi umat, bisa membuka lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan,” ujar pria kelahiran 24 Desember 1987 tersebut.

Karena itu, Mufti getol menggelar berbagai program kewirausahaan. Ia rutin memfasilitasi banyak warga Pasuruan maupun Probolinggo untuk mengikuti pelatihan kewirausahaan hingga bantuan alat usaha produktif.

“Kami berikhtiar mengajak dan memfasilitasi sebanyak mungkin warga untuk berani berwirausaha. Alhamdulillah telah cukup banyak warga yang kini mandiri berkat program kewirausahaan yang kami jalankan,” ujar suami Ning Wardah Nafisah, puteri K.H. Idris Hamid ini.

Mufti mencontohkan program yang dia kebut soal kewirausahaan. Misalnya, menumbuhkan inspirasi kewirausahaan dengan menghadirkan berbagai pengusaha sukses nasional.

“Saya ingin anak-anak muda, emak-emak, hingga seluruh warga di kampung dan desa Pasuruan-Probolinggo berani bermimpi tinggi menjadi pengusaha. Maka, saya hadirkan berbagai pengusaha nasional untuk menginspirasi,” jelasnya.

Mufti juga menghadirkan banyak praktisi digital marketing seperti dari Telkom hingga Tokopedia untuk memberi pelatihan dan mendampingi UMKM di Pasuruan-Probolinggo untuk memasifkan pemasaran melalui berbagai marketplace. “UMKM-UMKM di desa dan kampung-kampung harus bisa go digital. Kami dampingi, karena itu bagian dari ikhtiar untuk memajukan ekonomi umat,” ujarnya. 

Mufti juga aktif di berbagai organisasi, menunjukkan bagaimana dia tak hanya memikirkan diri sendiri, tapi juga lingkungan sekitar. Di bidang organisasi, visi kepemimpinan Mufti Anam terasah sejak bangku sekolah dengan aktif menjadi ketua umum OSIS dan pengurus Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU). 

Mufti dipercaya mengemban amanah di sejumlah organisasi. Di antaranya, ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Jatim, pengurus Palang Merah Indonesia (PMI), pengurus Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU). 

Mufti juga aktif sebagai anggota wakil ketua Komite Tetap Ekspor-Impor Kamar Dagang Industri (KADIN) Jatim. Juga bergabung di Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) serta organisasi kepemudaan PBB Junior Chamber International (JCI).

Kini, Mufti juga dipercaya menjadi salah satu ketua di jajaran Badan Pengurus Pusat HIPMI. Selain aktif di politik untuk berikhtiar membantu masyarakat. (rud/*) Editor : Ronald Fernando
#dpr ri #mufti anam pdi perjuangan