Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Wisata Ini Disebut Bupati Ubud-nya Kabupaten Pasuruan

Ronald Fernando • Jumat, 17 Maret 2023 | 23:00 WIB
WISATA EDUKASI: Kawasan wisata edukasi Lembah Gunung Tumpeng yang kini kian banyak dikunjungi.
WISATA EDUKASI: Kawasan wisata edukasi Lembah Gunung Tumpeng yang kini kian banyak dikunjungi.
Desa Gerbo di Kecamatan Purwodadi merupakan salah satu desa wisata di Kabupaten Pasuruan. Di sana ada wisata edukasi Lembah Gunung Tumpeng yang merupakan ikon wisata di desa setempat.

----------------------------------------------------------------------------------------------- 

RIZAL FAHMI SYATORI, Purwodadi, Radar Bromo

----------------------------------------------------------------------------------------------------

Nama Lembah Gunung Tumpeng diambil dari area perkebunan dan sawah. Membentang dari selatan ke utara di lereng perbukitan Gunung Tumpeng.

Lembah ini berada di Dusun Jajang, Desa Gerbo, Kecamatan Purwodadi. Berhawa sejuk, berada di ketinggian 725 meter di atas permukaan air laut (Dpl). Dengan letak geografis seperti itu, lembah itu memiliki view menawan berupa perbukitan Gunung Tumpeng.

Sejak Agustus 2018, Komunitas Pemuda Planker bersama kelompok tani dan pokdarwis setempat, merintis tempat wisata di sana. Yaitu, sebuah Wisata Edukasi dan Budaya Lembah Gunung Tumpeng.

Hingga kini, tepat wisata itu terus ramai dikunjungi. Terutama saat hari libur. Yaitu, weekday atau weekend.

“Lembah Gunung Tumpeng merupakan destinasi wisata baru di Desa Gerbo. Bergerak di bidang edukasi alam, pertanian, peternakan, perkebunan, dan budaya yang terbungkus dalam paket kearifan lokal,” beber Ketua Pengelola Wisata Lembah Gunung Tumpeng Mahmud Hadi Susanto.

Berangkat dari Komunitas Pemuda Langganan Keramain (Planker) yang menyadari betapa besarnya potensi Desa Gerbo. Akhirnya, mereka bersepakat menjadikan potensi desa sebuah atraksi wisata.

Memanfaatkan lahan pertanian dan perkebunan, Wisata Edukasi dan Budaya Lembah Gunung Tumpeng memiliki luas hampir satu hektare. Lahan itu milik anggota Komunitas Planker yang kemudian disewa, di atasnya terdapat sawah dan perkebunan.

Di lahan itu kemudian dibangun sejumlah fasilitas. Ada pendapa, toilet, warung kopi, omah pondok, kamar mandi, wifi, dan camping ground. Juga tentu saja menjadi basecamp.

“Awal merintis, belum punya basecamp dan basecamp ngampung di balai desa. Mulai punya basecamp dilengkapi sejumlah fasilitas pendukung sejak 2020,” tuturnya.

Di sini, wisatawan atau pengunjung disuguhi aneka paket wisata. Seperti gowes sawah, berkebun, tanam padi, peras susu sapi, dan lain-lain. Juga bisa menikmati suguhan makanan dan jajanan ndeso.

Termasuk dapat menikmati gelar kesenian tradisional. Mulai dari tari-tarian, terbang jidor, jaranan, ujung, dan masih banyak lainnya.

“Di tempat wisata ini kami tidak menjual tiket. Tapi, kami tawarkan paket-paket wisata edukasi dan budaya. Dalam pengelolaannya, kami melibatkan anggota. Juga petani dan UMKM setempat,” bebernya.

Kalau kemudian ingin bermalam, disediakan home stay di rumah-rumah warga. Atau bisa berkemah di tenda, di area camping ground yang tersedia.

Sementara untuk operasionalnya sementara buka saat weekday dan weekend. Di sana, ada petugas yang standby melayani para wisatawan atau pengunjung.

“Pemasukan yang didapat untuk operasional, perawatan, dan kesejahteraan anggota. Walaupun memang tidak murni bisnis, tapi semisosial. Profit yang didapat juga banyak untuk sosial,” ujar Mahmud.

Selama beroperasi, kunjungan paling ramai saat weekend. Rata-rata rombongan wisata dari pelajar, mulai PAUD hingga SMA. Juga ada dari mahasiswa, karyawan perusahaan swasta dan BUMN.

Mereka berasal dari sekitaran Pasuruan. Ada juga yang dari Malang, Surabaya, Gresik, Mojokerto. Lalu, Batu, Probolinggo, dan pernah dari Tangerang.

“Kalau datangnya weekend, rata-rata bermalam. Datang Sabtu, pulang besoknya. Untuk makanannya kami sediakan yang dimasak oleh warga juga,” terang Prasetyo, 56, bagian operasional wisata Lembang Gunung Tumpeng ini.

Lokasi wisata ini pun mudah dijangkau. Jaraknya dengan jalan provinsi jurusan Purwodadi–Tutur, sekitar satu kilometer. Pengunjung harus melewati perkampungan, persawahan, dan perkebunan, dengan medan jalan beraspal dan paving.

“Mobil dan motor bisa masuk sampai lokasi. Untuk bus, transit di lapangan Gerbo. Kemudian kami jemput dengan pikap yang juga milik warga,” jelasnya.

Meskipun saat ini tidak dapat dipungkiri tempat wisata baru terus bermunculan. Ia dan anggota sebagai pengelola tetap optimistis akan bertahan.

Kades Gerbo Sutrisno menuturkan. di desanya baru ada satu destinasi wisata. Yakni, Wisata Edukasi dan Budaya Lembah Gunung Tumpeng.

Di luar itu, konsentrasi masih pada pertanian dan perkebunan. Terutama jenis sayur mayur, serta padi. Termasuk pula budi daya sapi perah yang menghasilkan susu segar setiap harinya.

Pemdes pun mendukung keberadaan wisata itu. Sebab, sekaligus menjadi ikon wisata desa.

“Kata Pak Bupati yang pernah datang ke sini. Wisata Lembah Gunung Tumpeng adalah Ubud-nya Kabupaten Pasuruan. Kalau penasaran dan ingin merasakan sensasinya, silakan datang dan nikmati,” cetusnya. (hn) Editor : Ronald Fernando
#wisata pasuruan #pemkab pasuruan