ACHMAD ARIANTO, Kraksaan, Radar Bromo
Udara masih terasa dingin, walau jam tangan digital sudah menunjukkan pukul 10.05. Sayup-sayup suara angin membelai telinga di tengah heningnya dataran tinggi Desa Guyangan, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo.
Beberapa orang keluar dari sebuah bangunan semipermanen berbentuk segitiga. Sekilas dari luar tampak seperti pondok singgah pekerja.
Namun jangan salah, pondokan tersebut adalah glamping. Yaitu, hotel “bintang limanya” para penikmat jelajah alam.
Glamping merupakan akronim dari glamorous camping. Kalau diartinya secara bebas kira-kira berkemah (camping) dengan cara yang mewah (glamour). Bahkan, akhir-akhir ini glamping banyak dibangun di sejumlah destinasi wisata yang mengusung konsep alam.
Konsep ini juga sedang dikembangkan oleh Desa Guyangan, Kecamatan Krucil dengan wisata unggulannya yakni Air Terjun Jaran Goyang.
Pengelola memberi nama Glamping Argopuro yang berada di Dusun Jaran Goyang. Untuk sampai lokasi, pengunjung terlebih dahulu harus menempuh jalan sepanjang 2 kilometer ke arah barat kantor Desa Guyangan.
Ruas jalan ini sudah dapat dilalui oleh kendaraan roda dua dan roda empat. Setelah melintasi jalan sepanjang 2 kilometer, pengunjung tiba di tempat parkir Air Terjun Jaran Goyang yang satu lokasi dengan glamping.
"Konsep glamping kami kembangkan sejak tiga bulan lalu. Bertahap dibangun, baru awal tahun 2023 bisa digunakan. Nama Glamping Argopuro kami sematkan karena lokasinya berada di lereng Gunung Argopuro," kata pengelola glamping, As'ad.
Glamping mirip berkemah dengan cara konvensional. Bedanya, berkemah secara konvensional hanya menggunakan tenda yang ukurannya pas-pasan dengan fasilitas yang terbatas.
Sementara glamping merupakan aktivitas yang bisa dinikmati pada alam terbuka. Layaknya menginap di tenda, namun dengan fasilitas lengkap di dalamnya.
Ini adalah salah satu alternatif bagi orang yang ingin menikmati alam. Namun, tanpa harus ribet menyiapkan segala sesuatunya sendiri.
Dengan kata lain, glamping merupakan inovasi baru di bidang akomodasi dan pariwisata yang sedang populer beberapa tahun belakangan. Glamping memberikan pengalaman menginap di tenda dengan fasilitas yang tidak kalah mewah dari hotel bintang lima.
As'ad mengatakan, Glamping Argopuro berkonstruksi bangunan semipermanen. Mayoritas terbuat dari kayu dengan ukuran 2,5 x 3 meter. Sebab pengelola ingin membuat bangunan senatural mungkin.
Sementara bagian dalam glamping telah tersedia dua unit kasur. Ada water heater lengkap dengan minumannya. Juga ada listrik dan wifi. Sehingga pengunjung tidak perlu khawatir saat berkunjung dan ingin bersosial media.
Beberapa fasilitas lainnya yang dapat dinikmati oleh pengunjung adalah makan yang telah disediakan oleh pengelola. Serta fasilitas bakar jagung, umbi, atau ikan saat menikmati malam. Menyesuaikan permintaan dari pengunjung glamping tersebut.
"Untuk fasilitas terus kami lengkapi, sebab ini masih awal. Jadi perlu terus ada penambahan fasilitas lainnya," katanya.
Pengelola lainnya, Abdul Rohim mengatakan, glamping yang sudah dibangun ini sangat cocok untuk pengunjung yang ingin menikmati malam di Air Terjun Jaran Goyang. Sebab, lokasi air terjun berada cukup dekat dengan glamping.
Pengunjung hanya perlu menempuh jalan setapak sepanjang 350 meter dengan waktu tempuh 15 menit. Lalu pengunjung akan tiba di lokasi air terjun.
Dengan demikian, pengunjung tidak perlu khawatir saat berkunjung dan berada pada cuaca buruk. Seperti hujan deras. Sebab, masih bisa beristirahat di glamping sampai cuaca mendukung dan perjalanan menuju air terjun dapat kembali dilanjutkan.
"Kalau berkunjung ke wisata alam, yang jadi tantangan adalah kondisi alam. Nah, saat kondisi belum memungkinkan, bisa istirahat dulu di dalam glamping. Jaraknya pun dekat dengan Air Terjun Jaran Goyang," ujarnya.
Bukan hanya menawarkan wisata alam air terjun. Lokasi glamping juga berada di lingkungan kebun yang ditanami 99 jenis pohon dan bunga. Pemandangan alam, udara sejuk, khas pegunungan juga menjadi magnet kunjungan.
Tak heran jika akhir pekan, glamping yang masih tersedia 6 unit ini selalu penuh. Bahkan, beberapa pengunjung sudah memesan seminggu sebelumnya agar kebagian sewa glamping.
Meskipun demikian, tidak sembarangan orang dapat menyewa Glamping Argopuro ini. Agar terhindar dari penyalahgunaan glamping, pengelola selalu mengecek identitas penyewa.
Khusus untuk pengunjung yang membawa pasangan, status hubungan akan ditanyakan. Bila pasangan tersebut berstatus suami-istri atau saudara misalnya, harus dibuktikan dengan buku nikah atau kartu keluarga.
"Kami jaga betul keberadaan glamping ini. Fasilitas ini kami sediakan hanya untuk wisata, bukan lainnya," tuturnya.
Salah satu pengunjung glamping asal Kecamatan Tiris, Abdul Rofik mengungkapkan, adanya glamping di Air Terjun Jaran Goyang membuatnya tidak perlu repot saat hendak bermalam. Hanya perlu memesan kepada pengelola. Nantinya glamping akan disiapkan sebelum ditempati.
Pemuda yang juga hobi traveling ini mengatakan, keberadaan glamping juga memudahkan pengunjung saat berwisata alam bersama keluarga. Sebab, fasilitas layaknya hotel yang berada di alam sudah tersedia.
Saat cuaca sedang bagus dan pemandangan sekitar cukup bagus, pengunjung bersama keluarga dapat menikmati alam sekitar. Termasuk berwisata ke Air Terjun Jaran Goyang yang jaraknya cukup dekat.
"Kalau sudah berkunjung dan merasakan nyamannya glamping, pasti nanti akan kembali lagi. Fasilitas yang disediakan juga sudah cukup komplet. Harga sewanya juga ramah di kantong," katanya tertawa. (hn) Editor : Ronald Fernando