Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Achmad Sholeh Gagal Jadi Polisi, Kini Barber Langganan Pejabat di Polres

Jawanto Arifin • Minggu, 27 November 2022 | 01:25 WIB
TERMPIL: Achmad Sholeh saat mencukur rambut Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Yudhi Anugrah Putra. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
TERMPIL: Achmad Sholeh saat mencukur rambut Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Yudhi Anugrah Putra. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)
Menjadi seorang barber atau pemangkas rambut, memberi sensasi tersendiri bagi Achmad Sholeh. Betapa tidak, banyak “kepala” yang telah didandaninya. Termasuk pejabat utama di lingkungan Polres Pasuruan.

IWAN ANDRIK, Bangil, Radar Bromo

JARI jemari tangan lelaki itu begitu terampil. Jemari tangan kanannya, mengenakan gunting. Sementara tangan kirinya, dengan lembut memainkan sisir kecil.

Sesekali, sisir itu ditanggalkannya. Ia memanfaatkan jari-jarinya sebagai pengganti sisir. Sementara gunting yang dipegang tangan kanan, ia pakai.

Memangkas rambut. Keterampilan itu tampak biasa saja bagi barber atau tukang cukur pada umumnya. Namun, tidak demikian bagi Achamd Sholeh. Karena, keterampilannya dalam bermain gunting membawa rezeki tersendiri baginya. Ia bisa lebih dekat dengan banyak pejabat. Khususnya, pejabat utama di lingkungan Polres Pasuruan.

“Dulu memang saya bercita-cita jadi polisi. Namun, tidak kesampaian. Dan sekarang, malah menjadi langganan tukang cukur perwira kepolisian,” kata lelaki asal Kolursari, Kecamatan Bangil ini.

Achmad menceritakan, kiprahnya menjadi tukang cukur langganan pejabat kepolisian dimulai tahun 2019. Sebelum itu semua, ia belajar teknik mencukur di Jogjakarta, tahun 2017. Hingga keterampilan mencukur itu dimilikinya, ia pun memilih pulang ke Pasuruan.

Dia sempat bekerja di salah satu barbershop yang ada di Taman Dayu, Pandaan. “Sempat bekerja di Dafa Taman Dayu Pandaan, sekitar 15 bulan,” kisahnya.



Hingga suatu hari dia berkenalan dengan Suwito yang kala itu KBO Samapta Mapolres Pasuruan. Dari situlah, ia mampu mewujudkan keinginan untuk membuka barbershop sendiri di Bangil. Setelah mendapat sokongan permodalan untuk membuka usaha.

Keterampilannya pun semakin terasah. Hingga tak lama, ia diundang ke Mapolres Pasuruan. Dia diminta memotong rambut Wakapolres Pasuruan kala itu, Kompol Supriyono. Dari situlah, beberapa pejabat Polres akhirnya meminta jasanya.

Termasuk Kapolres Pasuruan kala itu, AKBP Rofik. Mulanya, ia sangat grogi. Maklum, tak terbiasa memangkas rambut pejabat. “Awal-awal memang grogi. Tapi saya berusaha untuk menahannya,” ujarnya.

Photo
Photo
TERMPIL: Achmad Sholeh saat mencukur rambut Kasatlantas Polres Pasuruan, AKP Yudhi Anugrah Putra. (Foto: Iwan Andrik/Jawa Pos Radar Bromo)

Rupanya, keterampilannya itu cukup menarik minat. Buktinya, ia akhirnya menjadi langganan. Dari situlah, ia kini menjadi langganan pejabat utama Polres Pasuruan. Termasuk Kapolres berikutnya, AKBP Erick serta AKBP Bayu Pratama Gubunagi yang saat ini menjabat Kapolres Pasuruan.

Barber yang membuka layanan barbershop di wilayah Sidowayah, Kecamatan Beji ini mengaku, banyak pejabat utama Polres Pasuruan yang menjadi langganannya. Bahkan, ia sering dipanggil untuk memangkas rambut mereka. Tidak hanya di kantor. Tetapi saat di rumah.



Seperti eks Kasatreskrim Polres Pasuruan, AKP Adrian yang kini menjadi Kasatnarkoba Mojokerto. Ia tak jarang ke rumahnya untuk memangkas rambutnya. “Ada juga pejabat-pejabat kepolisian lainnya,” imbuhnya.

Meski tampak menyenangkan, sebenarnya ada suka duka yang dialaminya. Ketika awal-awal memangkas rambut pejabat kepolisian misalnya. Ada rasa deg-degan lantaran khawatir kurang sesuai.

“Maklum, waktu itu kan merasa masih minim jam terbang. Khawatir tidak sesuai keinginan,” tandas kelahiran 8 Februari 1999 tersebut.

Selain itu, ketika ada panggilan ia tak jarang harus meninggalkan barbershopnya. Demi menjaga kepercayaan, untuk tidak mengecewakan kliennya. Bahkan, ketika harus diundang ke Malang ataupun Sidoarjo.

“Terkadang ketika sedang berkumpul dengan keluarga tiba-tiba, ada panggilan dari pejabat kepolisian. Mau nolak kan tidak enak. Meski jauh, tetap saya datangi demi menjaga hubungan,” imbuhnya. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#tukang cukur pejabat #tukang cukur