Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Sumber Dawet di Sumbersuko Gempol yang Kerap Dipakai Mandi Ritual

Jawanto Arifin • Sabtu, 5 November 2022 | 23:16 WIB
DIKENAL BERTUAH: Lokasi sumber air utama di Sumber Dawet, yang berada di Dusun Beji Ledok, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
DIKENAL BERTUAH: Lokasi sumber air utama di Sumber Dawet, yang berada di Dusun Beji Ledok, Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)
SUMBER Dawet, menjadi salah satu sumber di Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan, yang dikenal bertuah. Sumber ini masih sering menjadi jujukan warga untuk mandi ritual.

Desa Sumbersuko, Kecamatan Purwosari, memiliki dua sumber yang banyak mengundang perhatian warga. Selain Sumber Kambang, ada Sumber Dawet di RT 08/RW 04 Dusun Beji Ledok.

Tidak ada yang tahu pasti kapan Sumber Dawet muncul. Warga menyebutnya lama sekali. Keberadaannya cukup berarti bagi warga. Debit airnya yang terus mengalir. Tak pernah kering meski musim kemarau.

Photo
Photo
TERPISAH DAN TERTUTUP: Kolam mandi untuk wanita dengan tembok berwarna hijau, di lokasi Sumber Dawet. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Sumber mata air ini menjadi jujukan warga setempat. Baik perempuan maupun laki-laki. Mereka sering menggunakannya sebagai tempat mandi dan mencuci pakaian. Itu bila siang. Ketika tengah malam sampai menjelang pagi, beda lagi.

Ketika malam, meski tempatnya sepi, masih banyak yang datang. Kebanyakan mereka juga mandi. Namun, kebutuhannya beda. Untuk ritual. Bukan hanya warga sekitar. Tak sedikit yang berasal dari luar desa, bahkan luar daerah. Seperti dari Kota Surabaya, Sidoarjo, dan Malang.



Keberadaan sumber mata air ini dipercaya bisa menjadi salah satu usaha sembuh dari sakit. Seperti sakit persendian, linu-linu, asam urat, kurap, dan sebagainya. “Maka dari itu, selain untuk mandi dan cuci pakaian, juga banyak yang mandi ritual. Datang ke sini ketika malam,” ujar salah seorang warga Desa Sumbersuko, Murdiono, 62.

Nama Sumber Dawet, kata Mardiono, juga tak lepas dari kejadian di Sumber Dawet. Konon, dulu di kolam sumber ini terdapat banyak ikan wader. Tak terhitung. “Saking banyaknya sampai seperti dawet. Maka, oleh warga disebut dengan Sumber Dawet. Kini, ikannya sudah jarang sekali,” katanya.

Laki-laki dan perempuan bisa mandi di sumber ini. Namun, mereka tak bisa ngumpul dalam satu tempat. Ada dua kolam terpisah. Ada kolam khusus kaum Adam, ada juga kolam khusus kaum Hawa.

Photo
Photo
DIGUNAKAN RITUAL: Pancuran air dari Sumber Dawet, juga digunakan untuk mandi dan ritual. (Foto: Rizal F Syatori/Jawa Pos Radar Bromo)

Kolam khusus perempuan dipagar menggunakan tembok. Kini dicat hijau. Di sisi selatannya ada musala dan kolam untuk tempat mandi para laki-laki. Airnya sama-sama berasal dari Sumber Dawet.

Sumber Dawet yang menjadi sumber utama dua kolam ini dipelihara dengan baik. Dipagar tembok dan atap seng. Dari sumber ini juga terdapat pipa-pipa yang airnya dialirkan ke rumah-rumah warga.



“Dari kolam utama laki-laki keluar pancuran mengalir ke saluran air di sebelahnya. Di sana ada gubuk. Itulah yang dijadikan orang-orang selama ini untuk mandi ritual pada malam hari,” katanya.

Menurut Murdiono, Sumber Dawet hampir sama dengan Sumber Kambang. Namun, debit airnya lebih kecil. “Jika di Sumber Kambang ramai pengunjung, sebagian orang pindah mandi ritual ke sumber ini,” ujarnya.

Keberadaan sumber ini begitu bermanfaat bagi warga. Terutama dalam memenuhi kebutuhan mandi dan mencuci pakaian. Pada hari-hari tertentu, warga sekitar menggelar selamatan atau doa bersama di sumber ini. “Sekaligus juga bawa minuman dawet,” kata Murdiono.

 

Mudah Dijangkau, Butuh Perawatan Serius

Sumber Dawet begitu bermanfaat bagi warga. Bahkan, bisa menjadi sumber pemompa perekonomian warga. Karena pengunjung sumber ini tak hanya warga lokal. Banyak juga yang dari luar daerah.

Sayang, keberadaannya kurang terawat. Kolamnya terlihat kotor. Dedaunan dari pepohonan di sekitarnya berserakan sampai di dasar kolam. Bahkan, sedimennya juga tebal.

“Dilihat dari depan dan saat berada di lokasi sumber, tampak sunyi sekali. Ini salah satunya karena kurang terawat,” ujar warga setempat, Anton, 44.

Maklum, kata Anton, keberadaannya seakan tidak terawat, karena selama ini memang tidak ada pengelola atau juru pelihara khusus. “Kalau di lokasi sumber lain kan ada, jadi terawat. Di sini tidak ada, jadinya seperti ini. Masih alamiah sekali,” tuturnya.



Meski lokasinya berada di tengah perkampungan, Sumber Dawet cukup mudah dijangkau. Baik menggunakan sepeda motor atau mobil. Bahkan, kendaraan pengunjung bisa langsung di parkir di depan sumber. “Ke sini tidak perlu jalan kaki atau ngojek. Langsung naik kendaraan bisa sampai ke lokasi,” katanya.

Dari jalan nasional jurusan Surabaya-Malang via Desa Karangsono, Kecamatan Sukorejo, berjarak sekitar dua kilometer. Dari kantor Desa Sumbersuko, hanya berjarak sekitar 500 meter. (zal/rud) Editor : Jawanto Arifin
#desa sumbersuko purwosari #sumber dawet #sumber air