Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Anjani Dwi Aprilia, Gagal Tampil di PON, Juara di Malaysia

Ronald Fernando • Sabtu, 5 November 2022 | 18:45 WIB
Anjani Dwi Aprilia (Dok. Pribadi)
Anjani Dwi Aprilia (Dok. Pribadi)
Anjani Dwi Aprilia merupakan salah satu atlet petanque asal Kota Pasuruan dengan prestasi gemilang. Dia merupakan langganan juara dalam kejuaraan tingkat provinsi. Sejauh ini, dia sudah mengoleksi 5 medali dari kejuaraan tingkat nasional dan satu medali diraihnya di ajang internasional.

------------------------------------------------------------------------------------------------------

M BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo

------------------------------------------------------------------------------------------------------

Kemenangannya dalam ajang internasional itu seolah mengobati kekecewaan yang pernah dialaminya. Betapa tidak, pada 2019 silam, dia terpilih mengikuti Puslatda Petanque Jawa Timur untuk persiapan PON XX Papua. Saat itu, ada 20 atlet yang ikut puslatda. Dan, Anjani merupakan satu di antaranya yang mewakili Kota Pasuruan.

Bahkan, Anjani satu-satunya atlet di puslatda yang terbilang paling junior. Rata-rata atlet yang dipilih sudah bergabung dengan olahraga petanque lebih dari setahun. Sedangkan, dia baru sembilan bulan menekuni olahraga petanque.

Dia memang baru bergabung dengan petanque ketika menginjak SMA. Semasa SD, Anjani lebih tertarik dengan tenis meja. Kemudian, ketertarikannya beralih ke olahraga atletik ketika berseragam putih-biru.

Namun, terpilihnya Anjani mengikuti puslatda Jawa Timur bukan tanpa alasan. Meski baru menggeluti olahraga petanque, Anjani punya sederet prestasi.

Sebagai atlet baru, dia sudah mengumpulkan beberapa medali. Sejumlah kejuaraan terbuka mengantarkannya menjadi juara. Di ajang Porprov Jawa Timur 2019, performanya juga tak mengecewakan. Sejumlah prestasi itulah yang membuatnya akhirnya ditarik mengikuti puslatda.

Dia memulai puslatda di Gresik sejak September 2019. Anjani mengikuti setiap program puslatda dengan sungguh-sungguh. Dia enggan membuang kesempatan itu dengan percuma. Karena tak semua atlet punya peluang ikut ajang sekaliber PON.

Tiba-tiba saja seluruh kegiatan puslatda dihentikan sejak April 2020. Semua atlet dikembalikan ke daerah asal. Mereka diombang-ambingkan ketidakpastian. Hingga berita terakhir menyebut bahwa petanque menjadi satu dari sepuluh cabor yang tak dipertandingkan di PON XX.

Kegagalannya mengikuti ajang PON Papua tentu menyisakan sedikit rasa kecewa. Apalagi mengikuti ajang olahraga sekelas itu merupakan kesempatan emas bagi atlet.

Namun, semangat Anjani lebih besar ketimbang kekecewaannya. Keinginannya bertanding di PON XX yang sudah tidak mungkin terwujud dikuburnya dalam-dalam.

Anjani justru mengikuti sertifikasi pelatih. Kini, dia sudah diakui sebagai pelatih tingkat daerah. Di samping ikut melatih atlet-atlet junior, dia juga tetap aktif mengikuti beberapa kejuaraan. Yang cukup prestisius ketika dirinya turun dalam ajang internasional yang digelar di Malaysia.

Anjani berpasangan dengan Sepia, atlet asal Lamongan. Keduanya turun di kelas double woman. Di kelas itu, mereka bersaing dengan 127 tim dari berbagai negara.

Di babak 8 besar, Anjani-Sepia yang mewakili Indonesia bahkan berhasil mengalahkan tim tuan rumah. Hingga kemudian mereka bertemu dengan tim Kamboja di semifinal. Meski baru pertama kali terjun di ajang internasional, performa Anjani terbilang impresif. Ia menaklukkan tim Thailand yang notabene pernah menyabet juara dunia dalam ajang yang digelar di Prancis.

Tentu keberhasilan itu menjadi modal penting bagi Anjani untuk meraih prestasi yang lebih tinggi. Dalam waktu dekat, ia bakal turun dalam ajang POMNAS yang digelar di Sumatera. “Sampai sekarang tetap rutin latihan,“ kata mahasiswa Fakultas Ilmu Olahraga di Unesa tersebut.

Saat ini, ia juga masih menyimpan keinginan untuk bisa turun di gelanggang PON 2024 mendatang. Dirinya tengah menyiapkan diri untuk mengikuti seleksi puslatda PON yang rencananya digelar Januari 2023 nanti. “Tentu saya akan berlatih keras agar bisa lolos dalam seleksi puslatda PON,” harapnya. (tom/mie) Editor : Ronald Fernando
#petanque kota pasuruan