Gili Ketapang merupakan sebuah desa dan pulau kecil di Selat Madura. Tepatnya 8 kilometer di lepas pantai utara Probolinggo. Secara administratif, pulau ini termasuk wilayah Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo. Dan merupakan satu-satunya pulau yang dimiliki Kabupaten Probolinggo.
Pulau Gili sendiri dikenal dengan wisata bawah lautnya atau snorkeling. Namun, jauh sebelum itu, Gili dikenal memiliki wisata religi. Yaitu, Goa Kucing. Gua yang konon ditinggali banyak kucing.
Kades Gili Ketapang Munir menerangkan, Goa Kucing dikenal sebagai salah satu petilasan Syekh Maulana Ishaq atau Sunan Giri. Salah satu ulama anggota Wali Sanga yang terkenal.
Saat itu, Syeh Maulana Ishaq menyebarkan agama Islam dari satu daerah ke daerah lain. Dia berangkat dari Gresik menuju Blambangan atau yang saat ini dikenal dengan Kabupaten Banyuwangi.
Dalam perjalanan menuju Blambangan itu, Syeh Maulana Ishaq singgah di Gili. Di Gili, Syeh Maulana Ishaq memelihara ribuan ekor kucing.
Kucing-kucing itu konon memang tinggal di Gili. Tidak ada yang memeliharanya. Baru saat Syekh Maulana Ishaq datang ke Gili, dia lantas memelihara kucing-kucing itu.
Kucing-kucing yang ada di gua tersebut konon berbeda dengan kucing pada umumnya. Bahkan, terdapat kucing yang kepalanya bertuliskan bahasa Arab.
Ketika Syekh Maulana Ishaq meninggalkan pulau, kucing-kucing itu ditinggalkan begitu saja. Tidak ada lagi yang memelihara.
“Saat ini kucingnya sudah tidak ada lagi. Tapi Goa Kucing tempat kucing itu dipelihara masih ada,” terang Munir.
Namun, meski kucing-kucing itu sudah tidak ada lagi, setiap malam Jumat Legi, suara kucing-kucing itu terdengar bergantian di sela-sela gua yang gelap gulita.
“Tapi saat dikejar, suara itu tiba-tiba hilang dan tidak terdengar lagi,” kata Munir.
Gua itu sendiri sampai saat ini rutin didatangi warga untuk tirakat atau berdoa. Bahkan, setiap malam Jumat Legi masih diadakan acara doa bersama.
“Banyak yang datang ke sini untuk mencari berkah sekaligus wisata religi,” katanya.
Pengunjung Mulai Berkurang
Meski masih rutin didatangi, namun jumlah pengunjung Goa Kucing di Pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, sudah jauh berkurang. Saat ini yang datang hanya puluhan saja.
Suparyono, tokoh masyarakat Gili Ketapang yang juga mantan kades Gili Ketapang mengatakan, dulu pengunjung Goa Kucing sampai ratusan orang. Bisa mencapai 500, bahkan seribuan orang di malam-malam tertentu. Seperti malam Jumat Legi. Sementara saat ini, yang datang hanya puluhan orang.
“Yang datang masih ada. Namun, tidak sebanyak dahulu. Apalagi saat pandemi kemarin. Tidak ada wisatawan datang ke Pulau Gili sama sekali,” katanya.
Di sisi lain, kucing-kucing itu sendiri sudah tidak terlihat di Goa Kucing. Perlahan, kucing-kucing itu mati. Sehingga tidak ada lagi yang tersisa. Hanya saja, gua tersebut tetap diberi nama Goa Kucing.
“Saya sendiri sudah jarang melihat kucing di sini. Mungkin populasinya memang berkurang, saya tidak paham. Meski begitu, gua itu tetap diberi nama Goa Kucing,” bebernya.
Meski demikian, dia berharap Goa Kucing dapat mendorong pemulihan ekonomi masyarakat sekitar lewat wisata religi. Sehingga wisatawan yang datang ke pulau tidak hanya ber-snorkeling. Namun, juga melihat dan berkunjung ke Goa Kucing.
“Harapannya, Goa Kucing yang menjadi wisata religi ini dapat menambah daya tarik wisatawan untuk datang ke pulau. Sehingga ekonomi warga yang kemarin sempat menurun karena pandemi mulai merangkak naik,” harapnya. (rizky putra dinasti/hn) Editor : Jawanto Arifin