ARIF MASHUDI, Mayangan, Radar Bromo
SENIN (1/8) sekitar pukul 09.00, suasana halaman depan SDN Jati 4 di Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, tampak lengang. Sekilas, tidak terlihat aktivitas kegiatan apapun. Bahkan, kendaraan tak ada yang diparkir di halaman depan. Rupanya, semua kendaraan guru yang mayoritas berupa motor dan sepeda siswa diparkir di halaman tengah sekolah tersebut.
SDN Jati 4 sudah lama berdiri. Sekolah ini gabungan atau merger dari tiga SDN sekaligus. Yaitu, SDN Jati 3, SDN Jati 4, dan SDN Jati 6. Wajar bila sekolah ini memiliki lahan yang sangat luas dan ruang kelas mendukung.
Lihat saja. Di bagian depan ada ruang tamu, ruang guru, dan ruang kepala sekolah. Di bagian tengah sekolah, ada halaman yang sangat luas dan memanjang ke arah utara. Lalu di samping kanan dan kiri halaman itu ada ruang kelas. Bahkan, sisi utara halaman tengah pun ada ruang kelas.
Halaman tengah sekolah itu sangat sejuk dan rindang. Beberapa pohon mangga dan pohon lain yang tumbuh di sana membuat halaman tak panas. Betah berlama-lama duduk di bawah pepohonan di sana.
Meski punya banyak ruang kelas, saat ini ada enam ruang kelas yang terpakai dan kondisinya sangat layak. Ada juga tiga ruang kelas di sisi utara yang tidak ditempati. Sebab, kondisinya sering banjir.
”Alhamdulillah. Kalau dari gedung sekolah, sangat mendukung. Halaman sekolah juga luas. Ada halaman depan sekolah dan halaman tengah,” kata Badli, kepala SDN Jati 4 sambil mengantar Jawa Pos Radar Bromo melihat aktivitas pembelajaran siswa kelas IV yang viral di medsos tersebut.
Di ruang kelas IV itu, setidaknya ada 21 siswa tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar. Lusiati, guru kelas IV sedang memberikan materi pelajaran bagi siswa. Mereka tengah praktik duduk di depan dan sebagian duduk di meja masing-masing. Para siswa bersemangat dan antusias mengikuti pembelajaran tersebut.
Lusiati inilah guru kelas yang memiliki ide mengadakan praktik di dalam kelas. Yaitu, memperagakan kegiatan saat naik bus. Kursi-kursi ditata seperti halnya kursi bus.
Berderet menjadi dua baris. Lalu, di bagian depan ada sopir. Seperti bus, sopir duduk di kanan. Baik penumpang, juga sopir bus diperagakan oleh siswa.
Video pembelajaran naik bus itu pun mendadak viral di media sosial TikTok. Hingga Senin (1/8), video tersebut telah ditonton sebanyak 7,2 juta kali sejak diunggah di TikTok beberapa hari lalu.
Video itu diunggah oleh akun @lusy_nugraha. Isinya tentang pembelajaran praktik naik bus yang diperankan oleh seluruh murid kelas IV yang berjumlah 21 anak.
Ada yang berperan sebagai sopir bus dan penumpang. Bus yang diberi nama Harapan Bangsa itu penuh dengan penumpang. Tak ada kursi kosong.
Dalam video itu, ada calon penumpang yang hendak naik. Bus pun berhenti untuk mengangkut calon penumpang. Yaitu, seorang ibu hamil yang membawa satu anaknya.
Karena tidak ada kursi kosong, ibu itu pun terpaksa berdiri di dalam bus. Tak lama kemudian, seorang penumpang yang duduk berdiri dan mempersilakan ibu itu duduk.
Hal yang sama dilakukan penumpang di sebelahnya. Penumpang itu berdiri untuk memberikan tempat duduknya. Anak dan ibu itu pun akhirnya bisa duduk.
Tak lama kemudian, bus berhenti lagi dan seorang penumpang tua naik ke dalam bus. Ia sempat berdiri beberapa saat sambil bersandar di kursi yang ditempati penumpang lain. Merasa kasihan, seorang penumpang berdiri dan memberikan tempat duduknya ke penumpang yang tua renta tersebut.
”Itu adegan saat kami di dalam bus. Dalam pelajaran praktik itu, kami langsung tanamkan rasa peduli pada siswa, di manapun. Termasuk saat naik bus, ada yang lebih membutuhkan. Siswa diajarkan untuk langsung membantu. Dengan cara memberikan tempat duduk,” terang Lusy, sapaan akrabnya.
Guru asal Dringu, Kabupaten Probolinggo, itu mengaku, dirinya lebih suka memberikan pembelajaran dengan praktik. Karena, sistem pembelajaran itu bisa langsung melekat pada siswa.
”Saya juga sering miliki ide adegan yang dipraktikkan oleh siswa. Kemudian saya juga video kegiatan itu. Supaya dapat menjadi pembelajaran dan ilmu bagi siswa dan masyarakat luas," ungkapnya.
Haris Sufianto adalah siswa kelas IV yang memperagakan sebagai sopir. Dia pun mengaku bisa langsung paham saat belajar sambil praktik. Termasuk diajari untuk membantu orang yang membutuhkan.
Seperti saat ada ibu hamil menunggu bus, dirinya berhenti meski penumpang sudah penuh. ”Saya sekolah di sini karena dekat rumah. Sekolahnya juga enak. Ruang kelas bersih, halaman luas, ditambah praktik di kelas seperti ini. Tambah senang saya dan teman-teman,” ungkapnya.
Badli, kepala SDN 4 mengaku, dirinya tidak pernah menyangka video siswa yang memperagakan naik bus itu bakal viral. Nah, kegiatan belajar mengajar di sekolah saat ini, memang lebih banyak praktik.
”Dengan pelajaran itu, siswa bisa merasakan langsung kondisi di tengah masyarakat itu harus bagaimana. Kalau soal viral di medsos itu, bonus aja. Semoga dapat bermanfaat,” harapnya.
SDN Jati 4 sendiri saat ini memiliki 102 siswa. Memang jumlah siswanya tidak terlalu banyak. Bahkan, siswa baru tahun ajaran saat ini hanya ada 13 anak.
Kondisi itu terjadi karena banyak faktor. Mulai banyak sekolah di sekitarnya yang dianggap sekolah unggulan. Untuk itu, dirinya yang baru 1 tahun menjabat kepala SDN setempat akan berupaya untuk mengajak masyarakat sekitar bersekolah di SDN Jati 4.
”Dua tahun kegiatan di sekolah terkena dampak pandemi Covid-19. Ternyata juga berdampak pada jumlah siswa baru tahun ini. Kalau tahun kemarin ada 23 anak siswa baru,” ungkapnya.
Aktivitas di sekolah termasuk kegiatan belajar mengajar yang lebih banyak praktik, diharap Badli dapat menjadi daya tarik bagi masyarakat. Termasuk saat ini, sering ada kegiatan di halaman depan sekolah. Mulai upacara, senam, dan olahraga.
Dengan berkegiatan di halaman depan, dia berharap masyarakat dapat melihat kegiatan sekolah. Sehingga menjadi tertarik untuk bersekolah di tempat itu.
”Kalau gedung sekolah dan halaman sangat mendukung. Tinggal kami berupaya meningkatkan prestasi. Termasuk mengaktifkan kegiatan sekolah untuk menjadi daya tarik siswa baru dan masyarakat,” harapnya. (hn) Editor : Jawanto Arifin