MEMILIKI wilayah yang berada di Jalur Pantura, membuat Kabupaten Probolinggo, memiliki potensi wisata pantai yang layak dikembangkan. Setiap pesisir pantai memiliki ciri khas tersendiri, sehingga mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Pantai Dringu atau Pantai Bandar Segara, salah satu destinasi wisata pantai yang mulai dikenal. Panorama yang cukup menawan dapat menjadi magnet kunjungan. Letaknya strategis. Dengan akses jalan yang sudah cukup nyaman.
Dari pertigaan sisi utara Kecamatan Dringu, pengunjung hanya perlu menempuh jarak sekitar satu kilometer. Dengan dua medan ruas jalan. Meliputi 800 meter berupa jalan beraspal dan 200 meter berupa jalan tanah.
“Jalurnya cukup mudah, tetapi saat sudah masuk ke lokasi wisata hanya bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan roda dua,” ujar Pengelola Pantai Bandar Segara, Danang Purwanto.
Tak jauh dari pantai, sudah tersedia lahan parkir yang cukup luas. Pengunjung tidak perlu khawatir saat memarkirkan kendaraan, pantai ini hanya memiliki satu pintu, sehingga mudah untuk mengontrol keluar masuk kendaraan. Juga terdapat petugas jaga parkir.
Wisatawan juga dapat dengan leluasa bermain di pantai. “Ada yang piknik membawa alas dan makanan. Dinikmati bersama keluarga. Angin sepoi-sepoi dari laut membuat suasana nyaman,” ujarnya.
Danang mengatakan, bahwa pengunjung juga dapat membawa anak kecil. Pesisir pantai cukup luas, bisa dimanfaatkan pengunjung yang membawa anak. Namun, harus dengan pengawasan ketat. Tidak boleh teledor. Apalagi saat bermain ombak di bibir patai.
Santino, pengelola lainnya mengatakan, ketika hari libur dan akhhir pekan, Pantai Dringu, selalu ramai. Terutama ketika pagi dan sore. Bisa mencapai 100 pengunjung.
Pengelola wisata yang masih dikelola secara swadaya ini terus berupaya memberikan pelayanan maksimal. Selain menyediakan tempat parkir, juga terdapat warung makanan dan minuman.
Sebuah gazebo juga bisa digunakan untuk beristirahat. Bagi pengunjung yang bermain air laut, pengelola telah menyediakan kamar mandi sebagai tempat bilas. “Fasilitas yang ada masih terbatas, namun sudah dapat dimanfaatkan dengan baik oleh pengunjung,” ungkapnya.
Pada akhir tahun, pengunjung, kata Santino, selalu melonjak. Bukan hanya karena bertepatan dengan momen libur Natal dan tahun baru, tetapi pada akhir tahun kerap dijumpai hiu tutul yang melintasi Perairan Dringu. Kehadiran pemakan plankton itu menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
“Biasanya hiu tutul bisa dilihat saat akhir tahun. Nelayan di Pantai Dringu, banyak yang menyediakan jasa sewa perahu. Tetapi, saat hari-hari biasa, misalnya akhir pekan juga ada beberapa nelayan yang menyewakan perahu untuk memancing,” jelasnya. (ar/rud)
Dilengkapi secara Bertahap
PANTAI Bandar Segara, secara bertahap terus dikembangkan. Karena, masih banyak yang perlu dilengkapi demi memberikan rasa nyaman kepada pengunjung. Selain itu, fasilitas dan layanan yang diberikan nantinya mampu menimbulkan kesan baik setelah berwisata.
Dengan kelebihan itulah, kemudian pengunjung dapat menceritakan Pantai Dringu kepada keluarga dan rekan. Upaya tersebut nantinya akan meningkatkan jumlah kunjungan.
Kepala Desa Dringu Kuryadi mengatakan, sejatinya Pantai Dringu, baru saja dikelola. Sejak sekitar 2 tahun lalu. Karena itu, masih banyak fasilitas yang perlu dilengkapi. Seperti toilet yang saat ini masih semi permanen. “Dengan berjalannya waktu bertahap akan kami tata,” katanya.
Selain itu, nantinya ada beberapa wahana permainan yang akan dilengkapi. Seperti wahana permainan anak-anak. “Penambahan wahana permainan menjadi salah satu alternatif agar tidak monoton hanya bermain di pantai,” tuturnya.
Kuryadi menjelaskan, saat ini pihaknya telah menggandeng watrga untuk turut berkontribusi dalam pengembangan wisata. Mereka memiliki peran mengawasi pengunjung dan merawat sarana prasarana.
Di samping itu, masyarakat juga diperbolehkan membuka warung. Karena, keberadaan warung sangat dibutuhkan pengunjung. Terutama saat merasakan haus dan lapar. Apalagi jika tidak membawa bekal, keberadaan warung makanan dan minuman benar-benar dibutuhkan.
“Warga yang ada di sekitar Pantai Dringu banyak yang membuka warung dan toko di sekitar halaman rumah. Tentu hal ini juga dapat mendongkrak ekonomi warga,” katanya. (ar/rud) Editor : Ronald Fernando