Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Alun-alun Kraksaan Kembali Menggeliat usai Lama Tutup

Jawanto Arifin • Senin, 28 Februari 2022 | 20:51 WIB
KEMBALI NORMAL: Masuk PPKM level 1, aktivitas di Kabupaten Probolinggo kembali berangsur normal. (Dok. Radar Bromo)
KEMBALI NORMAL: Masuk PPKM level 1, aktivitas di Kabupaten Probolinggo kembali berangsur normal. (Dok. Radar Bromo)
Pembatasan pemerintah dengan menutup sejumlah fasilitas umum seperti alun-alun membuat sejumlah tempat tersebut sepi. Namun sejak awal tahun lalu, kondisi kembali ramai. Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) mulai terlihat di sekitar Alun-alun Kraksaan.

AGUS FAIZ MUSLEH, Kraksaan, Radar Bromo

Riuh suara hujan berangsur rendah di wilayah Kraksaan. Tersisa titik titik air, Sabtu (26/2) malam itu. Beradu dengan suara motor mini di Alun-alun Kraksaan.

Malam itu memang agak beda. Alun-alun Kraksaan yang lama sepi, kini kembali ramai. Aktivitas kembali menggeliat di sana. Sejumlah warga yang biasa menyewakan permainan di alun-alun, bahkan tampak bersiap sejak sore. Mengundang para bocah datang bersama orang tua mereka. Menguarkan suara riang anak-anak yang bermain.

Canda tawa pengunjung alun-alun juga terdengar di setiap sudut. Ada yang duduk santai bersama keluarganya. Juga ada yang sekedar nongkrong dan berbincang.

Ya, selama pandemi Covid-19, Alun-alun Kraksaan memang nyaris mati. Sejak pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada pertengahan 2020, tidak ada aktivitas apapun di sana.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo memang menutup alun-alun agar tidak didatangi pengunjung. Sebab, selama penerapan PPKM, hampir semua fasilitas umum memng ditutup. Termasuk tempat wisata keluarga, seperti Alun-alun Kraksaan.

Bukan sekedar ditutup dalam arti kiasan. Namun, secara fisik Alun-alun Kraksaan memang ditutup. DLH memasang pagar keliling berupa pagar bambu dan besi di alun-alun agar tidak dimasuki warga.

Tidak hanya itu. Sejumlah ruas jalan juga ditutup untuk membatasi aktivitas masyarakat. Termasuk jalan di sekitar alun-alun yang juga ditutup. Sehingga, kendaraan tidak dapat melintas di sekitar alun-alun.



Alun-alun kembali dibuka saat PPKM Level 1 diterapkan di Kabupaten Probolinggo, sekitar dua bulan lalu atau awal Januari 2022. Sejak saat itu, suasana alun-alun berangsur ramai. Warga mulai berdatangan untuk sekedar bersantai. Sejumlah PKL pun juga terlihat di sana.

"Syukur, saat ini alun-alun dibuka lagi. Kebetulan saya main ke rumah keluarga di Krejengan. Tadi ngajak jalan-jalan ke Alun-alun Kraksaan. Kalau ditutup balik rencananya. Ternyata sudah dibuka," terang Abdul Fatah, 26, salah satu pengunjung Alun-alun Kraksaan asal Lumajang.

Sejumlah pengunjung menyebut, warga sudah jenuh dengan pembatasan aktivitas selama pandemi Covid-19. Karena itu, saat alun-alun dibuka lagi, masyarakat pun banyak berdatangan.

"Saat ditutup, masih ada saja warga yang masuk. Apalagi dibuka, ya langsung ramai,” kata Niswatul Ummah, warga Pajarakan yang sedang menemani anaknya bermain mobil mini di kawasan alun alun.

Menurutnya, Alun-alun Kraksaan selama ini memang dikenal sebagai wisata keluarga. Murah meriah dan tempatnya lumayan nyaman. Banyak warga dari berbagai kecamatan yang datang ke alun-alun untuk bersantai sejenak. Apalagi, ada sejumlah permainan di alun-alun. Suasananya pun nyaman dengan aneka taman yang sedap dipandang mata.

Keramian di alun-alun pun mengundang sejumlah PKL datang. Ada pedagang pentol yang berada di setiap sudut alun-alun luar. Juga usaha jasa sewa kendaraan mini di dalam alun-alun.

"Alhamdulillah, alun-alun mulai ramai lagi. Jadi stok bahan jualan saya perbanyak. Biasanya saya bawa 2 kilogram pentil, saat Sabtu malam bisa 5 kilogram pentol habis. Sudah sejak dua bulan belakangan," terang Musonnif bahagia, seorang pedagang pentol di pojok barat alun-alun.

Sayangnya, banyak pengunjung yang tidak menggunakan masker. Bahkan, anak-anak dibiarkan begitu saja berlarian tanpa menggunakan masker di dalam alun-alun.



"Covid-19 sudah tidak ada, nggak perlu takut lagi. Warga kan selama dua tahun ini sudah mengikuti apa yang diminta pemerintah. Bahkan sudah banyak yang vaksin, masa masih takut," tutur seorang pengunjung menimpali wawancara Jawa Pos Radar Bromo, sembari berjalan menjauh.

Ramainya pengunjung juga tidak terlepas dari kondisi alun-alun yang saat ini mengalami perubahan. Di setiap sudut alun-alun, lokasi tempat duduk di dalam alun-alun dibuat menarik. Apalagi saat malam hari, lampu malam terpancar di dalam alun-alun.

Lalu, ada jenis pohon baru yang ditanam di area alun-alun oleh Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo. Yaitu, pohon Kebo Kuning. Memberikan daya tarik tersendiri bagi masyarakat untuk berkunjung.

"Pada dasarnya alun-alun kota itu merupakan taman kota, juga berfungsi sebagai tempat rekreasi warga sekitar. Tapi, jangan merusak taman yang ada di alun-alun. Juga harus selalu menerapkan protokol kesehatan 5 M," kata Kepala DLH Kabupaten Probolinggo, Dwijoko Nurjayadi. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#alun-alun kraksaan