RIZAL FAHMI SYATORI, Gempol, Radar Bromo
PEMANDIAN sumber air panas di Dusun Gondang, Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol adalah satu-satunya wisata air panas di Kabupaten Pasuruan. Menempati lahan tanah kas Desa Kepulungan.
Sebelum beroperasi pada awal 2021, Pemdes Kepulungan melakukan pengeboran untuk membuka sumber air panas ini pada tahun 2020. Dan pada awal 2021, pemandian sumber air panas ini resmi dioperasikan.
Awal dibuka, keberadaannya langsung menyita perhatian publik. Tempat itu nyaris selalu ramai begitu beroperasi. Warga yang datang, bahkan tidak hanya dari Kabupaten Pasuruan. Namun, juga dari luar daerah. Apalagi, lokasinya memang sangat strategis.
https://radarbromo.jawapos.com/pandaan/24/01/2022/laporan-pesta-seks-gay-temukan-kondom-bilik-air-panas-kepulungan-dibongkar/
Sebagai tempat wisata, lokasi pemandian sumber air panas ini mudah dijangkau. Hanya berjarak sekitar 50 meter dari jalan nasional jurusan Malang–Surabaya. Tepatnya di sebelah barat jalan.
Namun, tempat ini diduga disalahgunakan. Terutama, bilik mandi yang dibangun di sana. Pada akhir Januari 2022, bilik mandi itu diduga menjadi sarang gay untuk melakukan pesta seks. Bahkan, Satpol PP Kabupaten Pasuruan yang sidak ke lokasi menemukan kondom atau alat kontrasepsi bekas dipakai.
Tidak mau berlama-lama, Pemdes Kepulungan dibantu para pemuda setempat langsung membongkar bilik-bilik mandi yang ada di sana. Sebab, di bilik mandi itulah ditengarai pesta seks dilakukan oleh para gay.
Meski demikian, pembongkaran bilik mandi itu tidak membuat tempat ini lantas berhenti beroperasi. Dua pekan bilik mandi dibongkar, tempat wisata ini buka seperti biasa.
Bahkan, aktivitas di sana berlangsung normal. Pemandian air panas itu buka mulai sore hingga malam, bahkan dini hari. Meskipun memang, tidak ada lagi bilik-bilik mandi di sana.
“Kami tetap membuka pemandian air panas di sini. Tentu saja dengan pengawasan lebih ketat lagi oleh para pemuda desa. Supaya tidak disalahgunakan, meskipun sejauh ini masih dugaan,” beber Kades Kepulungan Didik Hartono.
Meski demikian, isu sebagai sarang gay pesta seks yang sempat menerpa tempat wisata itu memberikan pengaruh yang signifikan. Saat ini, pengunjung yang datang turun drastis. Jauh lebih sedikit dari kondisi normal.
Tiap hari memang masih ada pengunjung yang datang. Namun, jumlahnya tidak sebanyak dulu. Itu pun kebanyakan yang datang hanya warga lokal.
“Kalau dulu yang datang untuk mandi tidak hanya warga lokal. Banyak juga warga dari luar daerah yang datang ke sini. Sekarang hanya penduduk lokal dari Desa Kepulungan dan sekitarnya yang datang,” cetusnya.
Meski demikian, menurut Didik, pihak desa akan terus mengembangkan tempat itu sebagai destinasi wisata unggulan Desa Kepulungan. Apalagi, saat ini tempat itu menjadi satu-satunya pemandian air panas di Kabupaten Pasuruan.
Memang, sebelumnya sempat ada wisata serupa di Dusun Archopodo dan belakang Pasar Desa Kepulungan. Namun, sumber air panas di dua lokasi itu kini sudah tidak ada.
Di Dusun Gondang saat ini kedalaman pengeboran mencapai 102 meter. Dan sumber air panas yang keluar temperaturnya 40 derajat Celsius.
“Panasnya masih di bawah wisata air panas di Pacet dan Cangar. Mengandung sulfur, tapi tidak terlalu tinggi. Jadi setelah mandi tanpa dibilas pun tidak terasa lengket di kulit,” tegasnya.
Udin, 38, salah seorang pengunjung asal Gempol mengaku sering mandi di sumber air panas iut. Tujuannya untuk terapi tulang dan kulit.
Sepekan sekali dia datang bersama keluarga dengan naik motor. Kadang sore hari, kadang juga malam hari.
“Daripada jauh-jauh ke Pacet dan Cangar, cukup datang ke Kepulungan ini. Terjangkau harganya, hanya parkir kendaraan. Cocok sekali kalau ke depannya dijadikan wisata kolam air panas,” bebernya. (zal/hn) Editor : Jawanto Arifin