Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cerita Komunitas Barber Pasuruan Galang Dana Korban Erupsi Semeru

Jawanto Arifin • Selasa, 14 Desember 2021 | 21:21 WIB
ANTRE: Sejumlah warga antre potong rambut di halaman GOR Untung Suropati Kota Pasuruan. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan amal menghimpun donasi untuk korban erupsi Semeru. (Foto M Busthomi/Radar Bromo)
ANTRE: Sejumlah warga antre potong rambut di halaman GOR Untung Suropati Kota Pasuruan. Mereka berpartisipasi dalam kegiatan amal menghimpun donasi untuk korban erupsi Semeru. (Foto M Busthomi/Radar Bromo)
Kepedulian warga untuk membantu korban bencana erupsi Semeru terus tumbuh. Di Kota Pasuruan, warga bisa berdonasi, namun tetap mendapatkan imbalan. Yakni, berupa jasa pangkas rambut.

MUHAMAD BUSTHOMI, Pasuruan, Radar Bromo

MINGGU pagi itu, menara jam menunjukkan pukul 06.00. Warga pun mulai berdatangan ke sepanjang Jalan Sultan Agung, Kota Pasuruan.

Setiap pekan, di kawasan tersebut memang digelar Pasar Minggu Pagi. Pedagang yang menjajakan beraneka makanan maupun barang, sudah menggeber lapak. Terlihat juga sekumpulan anak muda menata kursi berderet di trotoar halaman GOR Untung Suropati.

Mereka bukan pedagang. Tetapi, para barber atau pemotong rambut yang selama ini menggeluti usaha pangkas rambut. Minggu (12/12) pagi, mereka berkumpul di salah satu pusat keramaian Kota Pasuruan untuk menggelar barbershop rame-rame. Masing-masing membawa perlengkapan pemangkas rambut. Gunting, sisir, botol semprotan air, mesin, dan pisau cukur.

Beberapa orang yang berminat memangkas rambutnya langsung menempati kursi kosong. Satu per satu orang berdatangan. Bahkan, semakin siang semakin bertambah banyak saja. Mereka rela menunggu antrean meski hari sudah hampir siang.

Salah satunya Febri. Dia menunggu anaknya mendapat giliran sambil panas-panasan. “Niatnya tadi mau olahraga, jalan-jalan pagi ngajak anak,” kata Febri.

Sedikit rasa ingin tahu membuatnya berhenti di depan GOR. Karena, ada pemandangan yang tak biasa di sana. Dari kejauhan, terlihat beberapa orang sedang antre. Febri pun penasaran. “Penasaran kan. Ngantre apa orang-orang ini,” lanjutnya.



Dia pun menghampiri antrean itu. Barulah dia tahu, mereka bukan antre membeli makanan atau barang. Tapi, menunggu giliran potong rambut.

“Kebetulan anak saya sudah agak gondrong, jadi sekalian potong di sini,” ujarnya.

Yang membuatnya berminat sebenarnya bukan barbershop masal yang digelar di tempat keramaian. Tetapi, sebuah banner yang menunjukkan bahwa para pemangkas rambut itu tengah mengumpulkan donasi.

Bahkan, Ketua DPRD Kota Pasuruan Ismail M. Hasan rupanya juga tergerak berdonasi. Dia pun ikut memangkas rambutnya pagi itu.

Meski rambut Ismail sebenarnya juga belum panjang-panjang amat. Namun, dia memang terbiasa tampil rapi. Lebih dari itu, dia juga tertarik karena melihat kepedulian pemangkas rambut mengumpulkan donasi dengan cara yang tidak biasa.

Kali ini, para barber itu memang tidak menjual jasanya untuk mencari penghasilan. Uang yang didapat dari para pelanggan dikumpulkan untuk membantu korban erupsi Gunung Semeru di Lumajang. Karena sifatnya donasi, tidak ada patokan tarif bagi mereka yang memangkas rambutnya.

Pelanggan bebas mengeluarkan ongkos berapapun. Selama ini tarif pangkas rambut di barbershop kisaran Rp 25 ribu - Rp 30 ribu. Kali ini, pelanggan cukup membayar seikhlasnya. Bisa lebih ataupun kurang dari tarif normal.



Ada 35 barber yang ikut menggalang donasi pagi itu. Bukan hanya dari Kota Pasuruan. Sebagian juga berasal dari Kabupaten Pasuruan. Mereka tergabung dalam Komunitas Barber Pasuruan (Kobarpas).

Khusus Minggu lalu, puluhan barber itu sengaja libur. Mereka tak melayani pelanggannya di barbershop masing-masing. Karena, mereka ingin meluangkan waktu untuk menghimpun donasi bagi korban Semeru.

“Ini cara kami untuk membantu,” kata Fahmi Idris, penanggung jawab Kobarpas.

Meski nilai bantuan dari hasil donasi pangkas rambut mungkin tidak seberapa. Fahmi mengatakan, ia dan teman-teman seprofesinya ingin turut meringankan korban bencana. Dengan keterampilan memangkas rambut, para barber itu bisa membantu korban bencana melalui jasanya.

Para barber itu memang cukup sering menggelar gathering. Namun, di luar urusan pekerjaan mereka juga kerap mengadakan kegiatan sosial.

Salah satu yang cukup intens, yakni berbagi dengan anak-anak yatim. Sedangkan galang donasi untuk korban bencana, sudah dua kali dilakukan. Yang pertama, donasi untuk korban bencana gempa Palu.

“Memang sudah kesepakatan bersama membantu dengan apa yang kami bisa,” katanya.



Setiap pelanggan yang sudah pangkas rambut, memasukkan uang ongkosnya ke kotak amal. Tiga jam menggelar barbershop masal, Fahmi dkk sudah mengumpulkan dana Rp 2 juta.

Uang itu langsung disetorkan ke bank untuk kemudian ditransfer ke rekening Baznas. Fahmi berharap, uang tersebut bisa menambah dana bantuan yang juga datang dari pihak lain.

Apalagi, Bupati Lumajang sudah mengimbau agar pihak yang hendak membantu sebaiknya berupa dana. Sebab, bantuan logistik sudah mencukupi. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#erupsi semeru #peduli erupsi semeru