Lantai dua J’bing Cafe & Resto di Jl Ikan Belanak, Mayangan, tampak ramai. Diiringi musik hip hop, sejumlah remaja berlenggak-lenggok. Tampil mempesona seperti di atas cat walk. Mereka tengah berlatih menjadi model di Rams Model Management. Pencari bakat yang sudah 10 tahun berdiri di Kota Probolinggo.
Kelas model bagi remaja ini dinilai punya banyak manfaat. Owner Rams Model Management, Ridwan, mengaku telah membuktikannya selama 10 tahun terakhir. Banyak sekali manfaatnya. Banyak remaja yang akhirnya bisa berkarir di bidang modeling, film, maupun dunia entertainment lain. Sampai sekarang bisa eksis. Meraih prestasi dan sekaligus merintis karir.
”Jadi, banyak orang tua yang mendaftarkan anaknya untuk menjadi model atau terjun ke dunia perfilman,” kata lelaki 40 tahun yang tinggal di Kanigaran, Kota Probolinggo, ini.
Ada juga yang punya tujuan lain. Misalnya, ingin anaknya yang kaku menjadi lebih luwes. Yang kurang gaul menjadi piawai bersosialisasi. ”Lalu, didaftarkan ke kami,” kata Ridwan.
Di sekolah model, mereka bisa belajar banyak hal. Yang penting adalah meningkatkan rasa percaya diri. Mereka memiliki keyakinan bisa menapaki tangga karir yang lebih tinggi. Sudah ada 16 lulusan sekolah model yang ikut main film di Jakarta.
Evi Lidya, salah satu orang tua, mengaku sengaja mendaftarkan putrinya, Nazwa Almira, karena melihat ada potensi besar. Bakat remaja 12 tahun itu terlihat dari kecil. Prospeknya bagus ke depan. Selain itu, perempuan 39 tahun tersebut ingin anaknya lebih mandiri dan cakap. Termasuk, dalam bersosialisasi.
”Saya lihat anaknya kurang sosialisasi dengan lingkungan,” ungkap Evi.
Bagi orang tua, lanjut dia, anak-anak mereka memerlukan tempat aktualisasi diri yang tepat dan positif. Bakat-bakat dan potensi anak bisa tergali untuk hal-hal yang bermanfaat.
Hal senada diungkapkan oleh Lilis, 43, warga Kebonsari Kulon, Kecamatan Kanigaran. Putrinya, Elinda Safarani, 20, sudah lima tahun ikut kelas model tersebut. Sejak SMA hingga kuliah di UPM. Bahkan, pada 2020, Elinda masuk tujuh besar Yuk Probolinggo.
”Anak saya juga banyak ikut kompetisi modeling dan menari. Bulan depan ada lomba menari di Bogor,” tambahnya.
Tentu banyak hal positif yang bisa didapat dari sekolah modeling itu. Terutama mereka yang memang berniat terjun ke dunia entertainment. Contohnya
Lucky Kurniawan Alamsyah. Pemuda 19 tahun asal Desa Curahsawo, Kecamatan Gending, telah dipanggil salah satu agen pemain film.
”Saya diminta ke Jakarta untuk dilatih casting film. Tapi, belum bisa berangkat,” bebernya.
Yang jelas, lanjut Lucky, sekolah model bisa menjadi tangga untuk menyalurkan bakat dan merintis karir. Dari sana, ada peluang menjadi model brand atau main film. ”Yang penting ditekuni dulu. Nanti akan ada rezeki yang datang,” ungkapnya. (rpd/far) Editor : Jawanto Arifin