RT 10/RW 02 Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, pertama kali mengikuti Anugerah Kampung Hebat pada 2020. Saat itu, RT 10 tidak tahu lomba ini seperti apa. Pihak RT hanya mendapat proposal untuk mengikuti lomba tersebut.
Ketua RT 10 Imron Wahyudi lantas mengajak warga untuk berpartisipasi. Kebetulan lingkungan RT 10 sudah bersih dan hijau. Sehingga mereka cukup membenahi kekurangannya saja. Dengan inovasi pengelolaan kompos dan pemilahan sampah organik serta anorganik untuk dimanfaatkan bank sampah, RT 10 berhasil menjadi juara dua.
Dari sini, RT 10 mengevaluasi kekurangan waktu itu. Pihak RT melihat tidak adanya KRPL di RT 10 membuat pengelolaan lingkungan menjadi kurang. Padahal, di setiap rumah warga sebenarnya sudah ada karangkitri seperti toga. Warga pun diajak berembuk menemukan solusi.
"Pada 2020, ada pengumuman bahwa kami bisa ikut lagi di tahun berikutnya. Makanya kami evaluasi dan memang kekurangan kami karena tidak ada KRPL. Ini yang kami coba benahi," ungkap Imron
Usai berembuk bersama, diputuskan RT 10 membuat galeri yang diberi nama Pohjentrek untuk menampilkan produk dari warga RT 10. Mulai dari handycraft, olahan makanan dan minuman (mamin), hingga produk herbal. Kebetulan setiap warga memiliki karangkitri.
Inovasi lainnya adalah memanfaatkan kali atau sungai yang melintas di RT 10 untuk dijadikan KRPL. Ide ini bermula saat pihak RT bersama warga rutin membersihkan sampah dari kali selebar lima meter ini.
Lama kelamaan, mereka melihat langkah ini kurang bermanfaat. Pihak RT lantas memanfaatkan aliran sungai sebagai lokasi KRPL. Sejumlah sayuran ditanam di pot yang terbuat dari bahan bekas yang dikumpulkan warga. Misalnya, botol plastik hingga kaleng yang tidak digunakan.
Sementara tanahnya berasal dari kompos yang diproduksi warga sejak 2020. Lalu, tanaman sayuran ini dipajang dengan menggunakan bambu yang dibuat secara bersusun.
Tak hanya itu, kesehatan lingkungan juga tidak luput dari perhatian. Pihak RT melibatkan kader jumantik dengan satu rumah satu jumantik. Fungsi jumantik ini melaporkan kasus demam berdarah yang terjadi. Namun, kebersihan tetap jadi tanggung jawab warga. Setiap bulannya, ada bersih-bersih kampung.
"Kami punya moto bersih kampungku, sehat wargaku. Kesehatan dan kebersihan jadi prioritas. Untuk memenuhi dua hal ini, kami ada kegiatan kerja bakti antara satu hingga dua bulan sekali," terang Imron.
Hasilnya, RT 10 menjadi juara Anugerah Kampung Hebat 2021 kategori permukiman berkembang. Namun, RT setempat tidak akan berpuas diri.
Pihak RT bersama warga akan terus berbenah. Sebab, kampung asri adalah kebutuhan. Dan hal ini rutin ditanamkan ke masyarakat. Dalam waktu dekat kali yang ada akan dikembangkan.
"Kami ada rencana memanfaatkan sungai sebagai lahan ekonomi produktif. Tidak hanya sayur mayur yang ditanam, tapi juga buah. Kami ada rencana ajukan kanopi ke Dinas PU untuk media buah," pungkasnya. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin