Pantai Kampung Pelangi Randuputih, masih baru. Bahkan, sejumlah fasilitasnya baru sekitar dua bulan dibangun. Namun, animo pengunjung cukup baik. Saban pagi maupun sore, pantai ini selalu ramai.
Lokasinya tak jauh dari Balai Desa Randuputih. Hanya berjarak sekitar 200 meter ke arah timur. Wisatawan yang mengendarai roda empat, hanya boleh sampai di sini. Selebihnya, sekitar 100 meter harus jalan kaki atau menggunakan kendaraan roda dua.
Jangan khawatir, jalannya mulus beraspal. Sedangkan, 100 meter dari lokasi “parkir” mobil jalan berpaving. Melintasi permukiman yang cukup padat.
Karena masih baru, pengunjung yang menggunakan mobil harus pintar mencari tempat parkir. Bisa diparkir di tepi jalan desa maupun di depan rumah Kepala Desa Randuputih, Sukandar. Bagi pengunjung yang menggunakan kendaraan roda dua, bisa diparkir di dekat pantai.
Dengan akses transportasi yang cukup mudah, pengunjung tak perlu capai jalan kaki. Sesampai di lokasi PKPR, indahnya pemandangan pantai siap menyambut. Terutama ketika pagi. Matahari yang baru keluar dari “persembuyiannya” akan terlihat jelas.
Ketika sore, pengunjung bisa menikmati angin yang bertiup sepoi-sepoi. Suasana sejuk kawasan pantai akan semakin tersa karena ditopang hijaunya pohon mangrove dan cemara.
Pengunjung bisa menikmati keindahan pantai sambil bersantai di gazebo yang telah dibangun Pemerintah Desa Randuputih. Pengunjung yang gemar berswafoto, jangan khawatir. Di sini tersedia banyak spot foto. Namun, ada lima titik yang dilengkapi ornamen tambahan.
“Ada 5 spot foto yang kami bangun tahun ini. Jadi, pengunjung bisa menikmati alam dan berfoto-foto di tepi pantai ataupun spot-spot foto ini,” ujar Sekretaris Desa Randuputih, Satimin.
Wisata PKPR dulu, kata Satimin, berupa rawa. Becek. Namun, pemerintah desa membaca adanya peluang untuk dijadikan tempat wisata. Rencana pembangunannya telah dicananngkan sejak 2018.
Kala itu, diawali dengan penanaman pohon di tepi pantai. Terutama mangrove. Rencana itu dilanjutkan pada 2020. Namun, tidak terealisasi karena anggarannya dialihkan untuk penanganan Covid-19.
“Alhamdulillah, tahun ini (2021) sudah terealisasi pengembangan wisata Pantai Kampung Pelangi Randuputih. Sudah banyak yang datang menikmati wisata ini,” jelasnya.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Randuputih Agus Litantha mengatakan, destinasi wisata PKPR baru saja muncul. Namun, manfaatnya sudah dirasakan banyak orang. Tak hanya bagi wisatawan, namun juga bagi warga Desa Randuputih.
Dengan banyaknya pengunjung, desanya semakin ramai dan dikenal. Perekonomiannya juga akan semakin meningkat. Terutama warga yang selama ini membuka lapak dan berjualan di sekitar pantai. “Di Kota Probolinggo ada BJBR, di sini ada PKPR yang juga menarik untuk dikunjungi,” ujarnya.
Agus mengatakan, PKPR tak hanya menyajikan keindahan pemandangan alam. Namun, juga ada sejumlah spot wisata yang bisa dijadikan satu paket kunjungan. Seperti, adanya perajin perahu dan tempat pelelangan ikan.
Perajin perahu itu hampir saban hari berproduksi. Di sana, wisatawan bisa mengunjungi dan melihat proses pembuatannya hingga menambah pengetahuan. Di tempat pelelangan ikan, wisatawan bisa melihat langsung bagaimana nelayan melelang hasil tangkapannya.
Bahkan, di sana juga bisa memperoleh ikan-ikan segar. Bagi penyuka ikan asap, nah di sini juga tersedia. “Di sekitar tempat pelelangan ikan, juga banyak warga yang buka lapak menyediakan ikan asap. Bahkan, pemerintah desa juga telah menyediakan sejumlah bedak,” ujar Agus.
Pemdes Berharap Bisa Menjadi Ikon Desa Randuputih
Pengembangan destinasi wisata PKPR, tak akan berhenti sampai tahun ini. Pemerintah Desa Randuputih, telah merencanakan untuk melanjutkannya tahun depan.
Ada sejumlah fasilitas yang rencana akan dibangun. Di antaranya ada rencana pembangunan kolam, ruang pertemuan, bedak bagi pedagang, dan tempat untuk pedagang ikan asap.
“Sekarang saja sudah ada orang yang berjualan di wisata ini. Nanti akan kami tata. Termasuk ada tempat untuk pedagang ikan asap. Karena, 75 persen warga Desa Randuputih, nelayan. Mata pencaharian mereka di laut,” ujar Kepala Desa Randuputih, Sukandar.
Katanya, destinasi wisata ini dibangun bertujuan kesejahteraan warga dan kemajuan desa. Secara tidak langsung, keberadaannya akan mendongkrak perekonomi warga. Tempat wisata ini diharapkan menjadi ikon desa.
“Jalannya juga kami rencanakan dibangun tahun 2022. Termasuk fasilitas penunjang destinasi wisata lainnya. Perencanaannya sudah ada. Tinggal pelaksanaan kelanjutan pembangunannya,” jelasnya. (mas/rud) Editor : Jawanto Arifin