Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Eksotisnya Macaw, Burung yang Free Fly tapi Harganya Selangit

Jawanto Arifin • Senin, 28 Juni 2021 | 00:00 WIB
BESAR: Yudi bersama macaw jenis blue and gold berusia tiga tahun yang dia dipelihara sejak masih baby. (Foto-foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
BESAR: Yudi bersama macaw jenis blue and gold berusia tiga tahun yang dia dipelihara sejak masih baby. (Foto-foto: Fahrizal Firmani/Jawa Pos Radar Bromo)
JENIS burung berparuh bengkok semakin digemari. Tidak hanya bisa berkicau, burung jenis ini bisa diajarkan untuk free fly atau terbang bebas. Di antara burung jenis ini yang dikenal adalah burung Macaw. Walau harganya selangit, burung ini banyak diminati.

Yogi Nova, 31, pelan-pelan menghampiri kandang di rumahnya. Begitu tiba, seekor macaw berwarna biru, tampak kegirangan. Apalagi saat Yogi hendak memberinya makan.

Macaw yang dipelihara Yogi rupanya juga sudah jinak. Ini terlihat saat dia membelai burung yang ukurannya nyaris sebesar ayam tersebut.

Pria yang tinggal RT 5/RW 1 Jalan Sultan Agung, Kelurahan Pekuncen, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, ini menyebut, ia memelihara Macaw sejak 2018. Ini tidak terlepas dari ketertarikannya pada burung yang bisa free fly atau terbang bebas.

Saat itu, ia melihat video YouTube yang memperlihatkan burung Kakatua sedang free fly. Melihat ini, ia pun mencari informasi terkait free fly. Dan mengetahui burung paruh bengkok bisa free fly. Seperti Nuri dan Kakatua.

"Ternyata ada teman saya dari Malang yang merupakan peternak Macaw menawari saya untuk beli. Karena memang pengen, ya saya beli. Saya beli yang masih baby. Usianya masih sekitar tiga bulan," ungkapnya.

Photo
Photo
RUTIN: Komunitas burung macaw Pasuruan saat berlatih free fly bersama. Meski terbang jauh, macaw akan kembali ke pemiliknya. (Foto: Istimewa)

Selama empat bulan dirawat, ia hanya memberi makan burung Macaw itu, tanpa bisa untuk free fly. Karena Macaw baru bisa terbang, saat usia tujuh bulan. Sebelum itu, Macaw tidak memiliki bulu.

Saat ini, ia memiliki dua buah Macaw jenis blue and gold berusia tiga tahun.

"Saya letakkan di lantai dua rumah. Sempat ada yang mau nawar Macaw saya senilai puluhan juta satu ekor. Tapi, saya tolak. Saya tidak ada niatan untuk menjualnya," sebut Yogi.

Hal senada juga diungkapkan Ahmad Balya, 33, pemilik burung Macaw lainnya. Dia mengatakan, ia pelihara Macaw karena memang pecinta satwa. Ia tertarik pada warna bulu dan kecerdasan burung Macaw. Apalagi, burung ini memiliki ekor yang panjang serta gaya terbangnya punya banyak manuver.

"Selama memelihara Macaw, saya senang sekali. Sebagai penghilang penat dalam bekerja. Di saat burung sehat dan makan lancar, itu menjadi kebahagiaan tersendiri dalam memelihara Macaw," katanya.

Photo
Photo
BANYAK JENIS: Penggemar macaw selalu punya waktu untuk berkumpul sesama pehobi burung ini. (Foto: Istimewa)

Pemeliharaan Tidak Terlalu Sulit

Burung Macaw ini memiliki habitat asli di hutan tropis di Brasil, Bolivia, Venezuela, dan sejumlah negara di Amerika Selatan. Karena memiliki iklim yang berbeda, maka pemelihara Macaw di Indonesia harus memperhatikan iklim dan cuaca agar Macaw tetap sehat. Mulai dari makan hingga kebersihan.

Yogi menjelaskan, ternak Macaw itu tidak terlalu susah. Asalkan diperhatikan untuk adaptasi cuaca dan tempat. Karena Indonesia memiliki cuaca dan iklim berbeda dari Amerika Selatan. Kalau perawatannya kurang intens, Macaw bisa mati.

Pertama, Macaw harus tetap dalam kondisi hangat. Saat musim hujan, bisa diberi lampu UV untuk penghangat tubuh. Sebaliknya, saat musim kemarau yang cenderung panas dan kering, maka Macaw harus sering di semprot dengan air. Macaw tetap harus dijemur saat kemarau, tapi tidak boleh lama.

"Sebaliknya, saat musim hujan harus lebih sering dijemur. Saat ada panas matahari pada pagi, siang, atau sore bisa langsung dijemur,” beber Yogi.

Kedua yang perlu diperhatikan adalah pola makan. Dalam sehari, Macaw diberi makan tiga kali.

Namun, makanan yang diberikan berbeda-beda. Saat pagi diberi jagung manis untuk karbohidratnya. Pada siang diberi makan buah seperti anggur, apel yang mengandung serat untuk membantu pencernaanya.

Sementara sore adalah kacang-kacangan, sepert almon yang mengandung vitamin untuk bulu. Bisa juga diberi tambahan berupa minyak ikan karena kandungan minyak bermanfaat untuk pertumbuhan bulu. Tentu juga diberi air.

Setiap hari air minum diganti pada pagi dan sore. Tidak kalah penting, Macaw harus dimandikan sebelum dijemur. Biar tidak dihinggapi jamur dan tidak gampang sakit atau dehidrasi.

Meski perawatan tidak sulit, ia mengaku masih ada kejadian Macaw mati. "Biasanya Macaw ada yang mati itu karena terkena virus burung. Ini terjadi karena Macaw yang dipelihara bukan dari ternak. Tapi dari habitat hidup alam.

“Makanya, tangkapan dan baby harus dipisah. Bisa juga di tembak saat free fly," terangnya.

Photo
Photo
AJANG SILATURAHMI: Bagi komunitas macaw, kumpul-kumpul sembari latihan menjadi ajang untuk silaturahmi sekaligus berbagi ilmu. (Foto: Istimewa)

Investasi yang Menguntungkan

Dibandingkan burung jenis paruh bengkok lainnya, Macaw memiliki harga yang relatif tinggi. Semakin tua Macaw dan semakin sering diikutkan turnamen, maka harganya bisa menjadi mahal. Bahkan, ada Macaw yang harganya senilai satu mobil.

Yogi menyebut Macaw bisa menjadi investasi yang menguntungkan. Apalagi banyak turnamen yang bisa diikuti oleh mereka yang memelihara Macaw. Misal lomba free fly. Lomba yang mengharuskan Macaw terbang selama mungkin. Yang paling lama terbang dan bisa kembali hinggap pada pemiliknya, dinyatakan sebagai pemenang.

"Kalau saya pernah ikut lomba sampai ke luar Jatim. Sejauh ini, memang belum pernah menang. Sebelum pandemi, hampir tiap bulan ada lomba, sekarang ya minim. Cuma tetap ikut karena mengasyikkan, bisa tambah skill Macaw," jelasnya.

Selain itu, Macaw ini bisa dijual kembali. Seringkali harga jualnya pasti lebih tinggi. Apalagi jika sering ikut perlombaan. Meski usianya semakin tua, tetap bisa semakin mahal, terlebih jika memiliki skill tinggi. Cuma, kata Yogi, memang, sering terjadi Macaw hilang arah. Karena itu, latihan harus rutin.

"Kalau skill free fly-nya baik, untuk jenis blue and gold bisa ratusan juta. Untuk yang jenis hyacinth yang masih baby seharga mobil Mitsubishi, apalagi kalo sudah dewasa bisa dua kali lipat," pungkasnya. (riz/fun) Editor : Jawanto Arifin
#burung macaw #harga burung macaw #hobi burung