Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Mengenal Kapolres Probolinggo Baru; Viral di Baku-Tembak Bom Sarinah

Muhammad Fahmi • Sabtu, 26 Juni 2021 | 04:56 WIB
TANTANGAN: Dengan segudang pengalaman, AKBP Teuku Arsya Khadafi diharapkan mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polres Probolinggo. Inset Teuku Arsya saat ikut baku tembak melumpuhkan teroris bom Sarinah.
TANTANGAN: Dengan segudang pengalaman, AKBP Teuku Arsya Khadafi diharapkan mampu menciptakan keamanan dan kenyamanan di wilayah hukum Polres Probolinggo. Inset Teuku Arsya saat ikut baku tembak melumpuhkan teroris bom Sarinah.
Mengamankan masyarakat dari ancaman kriminalitas sekaligus dari Covid-19. Dua tugas tersebut kini berada di pundak AKBP Teuku Arsya Khadafi sejak menjabat kapolres baru pada Jumat (18/6). Apa saja tantangannya?

 

ACHMAD ARIANTO, Pajarakan, Radar Bromo

 

PENGALAMANNYA sebagai pemberangus kejahatan di Surabaya dan Jakarta sudah terbukti. Dia ditakuti para kriminal. Posturnya tegap dan gagah. Sikap tegasnya juga terlihat dari wajah tampan pria berdarah Aceh tersebut.

Probolinggo memperoleh sosok kapolres baru yang reputasinya tidak diragukan lagi. Dia adalah AKBP Teuku Arsya Khadafi, alumnus Akpol Tahun 2003. Lulus dari Akpol, lelaki kelahiran Jakarta Selatan, Mei 1982, tersebut bertugas di Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) Polwiltabes Surabaya (waktu itu).

Siapa pun tahu, tingkat kriminalitas di kota metropolis Surabaya begitu tinggi. Ada kasus yang gamblang dan mudah dipecahkan. Banyak pula yang rumit dan njelimet. Pelakunya profesional sehingga pengungkapannya pun menuntut skill tinggi.

Semua itu menempa Arsya (panggilan karibnya) menjadi perwira polisi yang tangguh. Kemampuannya terasah. Peka akan kebutuhan warga kota yang butuh perlindungan pengayom masyarakat. Arsya bertugas di Unit Jatanras selama 2005 hingga 2007.

”Bertugas di Unit Jatanras Polwiltabes Surabaya memberikan ilmu dan pengalaman,” ujar suami Dini Vidyasari itu kepada Jawa Pos Radar Bromo Senin (21/6).

Tugas berikutnya, Arsya memperoleh tantangan baru dalam jajaran Polda Jawa Timur di Mako Semeru. Beberapa posisi strategis pun diembannya selama bertugas di Mapolda Jatim. Setelah itu, Arsya melanjutkan studi ke Pendidikan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Di sana pun, dia terpilih sebagai lulusan terbaik dalam Pendidikan Sespimen Polri Angkatan 57. Dengan pangkat komisaris polisi (kompol) ini dia meraih tiga predikat terbaik. Masing-masing peserta didik (serdik) terbaik, naskap (naskah strategi perorangan) terbaik, dan berkepribadian terbaik.

”Setelah lulus dari PTIK itulah saya bertugas di Polda Metro Jaya,” kata penghobi olahraga joging itu.

Di Polda Metro Jaya, karirnya semakin melejit. Banyak prestasi yang ditorehkan. Arsya berhasil mengungkap berbagai kasus kejahatan jalanan. Begal dan jambret diberangus. Kasus pembunuhan pun bisa dibongkar. Namanya sempat viral saat terjadi peristiwa ledakan bom di kawasan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat, pada 2016.

Ketika itu, Arsya menjadi salah satu Kanit di Resmob Polda Metro Jaya. Keberaniannya berhadapan langsung dengan aksi terorisme membuat orang takjub. Dia terekam kamera saat melumpuhkan si teroris. Fotonya saat kenakan seragam necis, bawa pistol, viral. Saat itu, Polda Metro Jaya bergerak begitu sigap. Insiden yang menjadi perhatian internasional itu cepat teratasi.

Arsya kemudian menjadi Kasatreskrim Polres Metro Jakarta Pusat Polda Metro Jaya. Prestasinya pun moncer, Bagi ayah tiga anak itu, perjalanan karir yang dilalui semuanya berkesan. Di setiap penugasan, ada kesulitan tersendiri. Tantangan dan liku-likunya berbeda-beda.

”Di situlah dinamikanya, saya belajar mengatasi dan memecahkan masalah yang dihadapi,” ungkapnya.

Selama menjabat Kasatreskrim, Arsya berhasil mengungkap kasus perampokan toko emas. Cukup menjadi perhatian publik karena kejadian bertepatan dengan salat Jumat. Dalam 2 x 24 jam para pelaku ditangkap dan dilumpuhkan.

”Sebulan kemudian ada perampokan toko emas lagi di Kembangan. Dalam waktu lima hari juga bisa diungkap,” tuturnya.

Dari metropolis Surabaya ke Metro Jaya di ibu kota Jakarta, sosok Arsya kini berlabuh di Polres Probolinggo. Sejak sertijab pada Jumat (18/6) di Mapolres Probolinggo, segudang tugas baru menunggu.

Arsyar telah memetakan, ada beberapa tugas yang begitu urgen dan harus diselesaikan. Yaitu, menanggulangi kejahatan di Kabupaten Probolinggo. Itu berarti dirinya harus memperkuat tim reserse kriminal (reskrim). Masyarakat harus bisa merasakan keamanan dan kenyamanan. Terhindar dari ancaman kejahatan.

Namun, ada lagi yang tidak kalah penting. Apa itu? Korp Bhayangkara punya tugas lain yang sangat strategis. Yaitu, menanggulangi pandemi Covid-19 yang hingga kini menjadi perhatian serius pemerintah.

Saat ini, orientasi utamanya adalah bagaimana melayani masyarakat dan menghambat persebaran Covid-19. Sebab, pandemi ini berdampak luas. ”Juga, vaksinasi agar masyarakat lebih terlindungi,” ungkap Arsya yang mengaku suka bertugas di Probolinggo karena hawanya yang segar. (far)

 

 

  Editor : Muhammad Fahmi
#bom thamrin #kapolres probolinggo #polres probolinggo #polisi ganteng bom sarinah #bom sarinah #akbp teuku arsya