------------
HARI itu, sekelompok ibu-ibu sedang mengumpulkan diapers bayi di atas meja persegi panjang. Diapers itu lantas direndam beberapa saat di bak berisi air.
Beberapa saat kemudian setelah tekstur diapers lebih lunak, bagian tengah diapers dikeluarkan. Kemudian, dimasukkan ke pot bunga.
Pemandangan ini terlihat di Dusun Jetis, RT 3/RW 3, Desa Dhompo, Kecamatan Kraton, Minggu (28/3) pagi. Mereka sengaja berkumpul untuk mengurangi limbah diapers. Caranya, memanfaatkannya sebagai media tanam.
Kades Dhompo, Moh. Salim mengungkapkan, ide pengolahan limbah diapers menjadi media tanam ini bermula dari banyaknya limbah diapers. Limbah itu dibuang di Kali Welang di Dusun Jetis, Desa Dhompo.
Limbah diapers pun menumpuk. Tersangkut di pinggir plengsengan. Sehingga, membuat pemandangan kurang sedap.
Karena itulah, warga Desa Dhompo yang diinisiasi Nasabah Bank Sampah desa bersama pemdes kemudian berusaha mengurangi limbah itu. Caranya, memanfaatkan limbah diapers untuk media tanam.
Bagian yang digunakan sebagai media tanam adalah gel yang ada di dalam diapers. Karena itu, diapers dibuka dulu bagian tengahnya. Lantas gelnya dikeluarkan.
Gel di diaper ini berfungsi sebagai penyerap cairan. Fungsi gel yang mampu menyerap atau menyimpan cairan inilah yang dijadikan media tanam.
"Kreasi ini ide dari warga, karena di sepanjang aliran Kali Welang di Dusun Jetis ini ditemukan banyak limbah diapers. Kadang tersangkut, jadi pemandangan kurang bagus. Akhirnya kami bersama warga memungut limbah ini dan dijadikan media tanam,"ungkapnya.
Cara pembuatannya sendiri terbilang mudah, diapers yang ada dibersihkan lebih dahulu dengan cara direndam dia air. Sehingga kotorannya terangkat dan menjadi bersih.
Selanjutnya gel yang berada di tengah diapers diambil dan dimasukkan ke pot bunga. Dicampur dengan tanah yang digunakan. Satu diapers dimanfaatkan untuk satu media tanam pada tanaman.
"Gel pada diapers ini memiliki fungsi menyerap air. Dengan begitu, saat air masuk ke dalam pori pori tanah, air bisa lebih banyak terserap oleh tanaman. Sehingga tanaman tidak akan kekurangan cairan,"sebut Salim.
Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan, Muhammad Zaini yang sedang di lokasi itupun mengapresiasi kreativitas warga Desa Dhompo. Apalagi pemanfaatan limbah diapers menjadi media tanam baru pertama kali di Kabupaten Pasuruan.
Menurutnya, kreativitas warga harus didukung dan dikembangkan. Apalagi, ada wisata Dam Licin di Dhompo. Kreativitas ini membuat kebersihan lingkungan lebih terjaga. (riz/hn) Editor : Jawanto Arifin