----------------
LOKASI Candi Jawi berada di dataran tinggi, tepatnya Dusun Jawi, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen. Candi ini merupakan cagar budaya nasional, peninggalan kerajaan Singosari di era Raja Kertanegara pada tahun 1.300 masehi.
Bangunan candi terbuat dari batu andesit, dengan panjang 14,24 centimeter, lebar 9,55 meter dan tinggi 24,5 meter. Bangunannya berdiri di atas lahan seluas 93 meter x 35 meter, menghadap ke timur, membelakangi Gunung Penanggungan.
“Candi ini dibangun jaman kerajaan Singosari, di era kepempimpinan Raja Kertanegara. Untuk tempat peribadatan ajaran Siwa Budha (sinkrefisme), karena Raja Kertanegara penganut Siwa Budha,” kata staf BPCB Jatim korwil Pasuruan, Sulikhin.
Di sekeliling candi, terdapat kolam yang dalamnya sekitar dua meter. Kolam ini berfungsi untuk mengalirkan air rembesan dari candi dan pelatarannya. Selain itu juga sebagai penahan getaran dari luar kolam.
Selain terdapat dan dikelilingi kolam, keunikan candi ini adalah terdapat relief di dindingnya. Sayangnya relief tersebut belum bisa dibaca sampai tuntas. Salah satunya, karena pahatannya terlalu tipis, dan juga kurang informasi pendukung.
“Selain tempat peribadatan, dulunya juga merupakan tempat menyimpan abu jenazah Raja Kertanegara,” bebernya.
Sejak berdiri dan dibangunnya candi ini, di era Kerajaan Majapahit sempat dilakukan pemugaran. Karena bagian atasnya candi pernah tersambar petir.
Pemugaran juga pernah dilakukan diera pemerintahan Hindia Belanda sekitar tahun 1938–1941. Pemugaran kedua ini karena dindingnya runtuh dan tidak sampai tuntas. Kemudian pemugaran terakhir oleh Kemendikbud RI, selama lima tahun. Tepatnya mulai 1 Desember 1975 sampai dengan 30 Juni 1980. Kini, sama dengan candi lainnya di wilayah Jatim, pengelolaannya langsung di bawah kewenangan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim.
“Saat ini, untuk candi tetap difungsikan untuk peribadatan. Selain itu menjadi wisata sejarah dan cagar budaya, serta pagelaran budaya. Tentunya dilindungi oleh negara, karena merupakan bangunan cagar budaya nasional,” ujarnya.
Untuk menuju ke lokasi Candi Jawi, aksesnya mudah dijangkau, karena lokasinya strategis. Berada di sebelah barat jalan provinsi jurusan Pandaan–Prigen, atau jalan menuju akses wisata Tretes, Prigen. Bahkan dari jarak agak kejauhan, serta tepi jalan terlihat jelas candinya. Karena bentuk bangunannya yang lumayan tinggi.
“Tidak hanya motor dan mobil. Minibus dan bus bisa menuju langsung ke lokasi. Kendaraannya parkir tepi jalan, kemudian jalan kaki lewat samping sisi sebelah utara hanya 50 meter saja,” cetus staff BPCB Jatim korwil Pasuruan Sulikhin.
Meskipun lokasinya strategis, ternyata lahan parkirnya minim. Untuk mobil, minibus dan bus parkir di bahu dan tepi jalan. Hanya motor yang bisa masuk ke lokasi candi, berhenti atau parkir di depan pos satpam.
“Dilapangan terkendala minimnya lahan parkir. Untuk sarprasnya ada pos satpam sekaligus kantor, ruang informasi dan toilet,” katanya.
Dari Kota Pandaan, Candi Jawi hanya berjarak sekitar tiga kilometer saja. Karena lokasinya berada di tepi jalan, juga berada di jalur wisata menuju Tretes, Prigen dan Trawas, Mojokerto. (zal/fun)
Tentang Candi Jawi
- Dibangun di era Raja Kertanegara sekitar 1.300 masehi yang dahulu difungsikan sebagai tempat ibadah.
- Lokasinya berada di Dusun Jawi, Desa Candiwates, Kecamatan Prigen dan terletak di tepi jalan menuju kawasan wisata di Tretes.
- Sudah tiga kali dilakukan pemugaran yakni di era Kerajaan Majapahit; di era pemerintahan Hindia Belanda tahun 1938–1941; terakhir tahun 1975.