RIDHOWATI SAPUTRI, Kademangan, Radar Bromo
Sebuah video diposting di salah satu grup WhatsApp. Di video itu, beberapa anak bermain mobil-mobilan dengan lampu yang berkelap-kelip. Uniknya mainan mobil ini bukan buatan pabrikan, namun terbuat dari kardus bekas.
Mulai dari badan mobil yang berbentuk truk dan pikap, sampai roda terbuat dari kardus. Sebagai pelengkap ada yang diberi miniatur terpal dari bahan kain serta lampu LED yang berkelap-kelip.
Anak-anak usia SD itu mengikat mainan mobil dari kardus itu dengan tali yang diikatkan pada sebilah batang kayu. Mereka lantas berkeliling kompleks perumahan bersama sambil menggiring mobil mainan berbahan kardus.
Itulah kesibukan sejumlah anak di Jalan Soekarno-Hatta, Gang Delima, Kelurahan Pilang. Mereka ada tujuh anak, berusia 7-11 tahun. Ada Farhan Firmansyah, 7; Novi Widiwati, 9; Steven Regal, 9; Giovani Marsleyanton, 9; Muhammad Furqon, 9; Moch Rasya Wahyu Pratama, 11 dan Kurnia Muladi Ahmad, 11.
Tidak sekedar memainkan mainan dari kardus, mereka juga membuat sendiri mainan itu. Novi, satu-satunya anak perempuan yang tertarik dengan mobil mainan kardus ini mengaku ikut membuat dibantu salah satu temannya.
“Saya suka mainan ini. Saya membuatnya dibantu Mas Kurnia,” jawabnya.
Suhartatik, ibunda Rasya bercerita tentang awal mereka membuat mainan dari kardus bekas. Suatu hari menurutnya, awalnya Rasya bersama ayahnya ke Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo. Di sana, dia melihat ada orang yang membuat mainan truk dari bahan kardus bekas.
“Dia penasaran, ingin bisa membuat juga. Kemudian dia mencari di mencari di YouTube dan membuatnya dengan panduan di YouTube,” ujarnya.
Rasya menjelaskan, membuat mainan truk dari bahan kardus relatif mudah. Cukup menggunakan kardus sisa, lem tembak dan tusukan bambu.
“Setelah semua bahan kardus dipotong dan dibentuk sesuai modelnya, bau ditempel dengan lem tembak. Tinggal ditempel stiker lucu yang menarik dan dipasang lampu LED,” ujarnya.
Untuk membuat satu truk mainan dari bahan kardus, Rasya menghabiskan uang Rp 17 ribu. Uang tersebut berasal dari uang sakunya sendiri. “Itu sudah termasuk membeli lampu LED,” ujarnya.
Rasya membuat mainan mobil-mobilan dari kardus ini setelah kegiatan belajar online selesai. Menurutnya, bermain mobil-mobilan lebih menyenangkan daripada bermain gadget.
“Lebih seru main ini. Bisa keliling bawa mobil-mobilan ini dengan lampu dinyalakan. Seru,” ujarnya.
Lain dengan Rasya yang belajar dari YouTube, Kurnia belajar dari Rasya untuk membuat mobil-mobilan dari kardus itu. Ingin penampilan truk kardusnya menarik, Kurnia tidak sekedar menambah dekorasi truk mainanya dengan lampu LED. Tapi, ada radio bluetooth juga.
“Ini radio bluetooth tinggal dimasukkan ke dalam bak truk. Jadi bisa dinyalakan suaranya waktu jalan keliling. Ini bagian terpalnya dibuat dari kain sisa tas berkatan,” ujarnya.
Kurnia pun mengaku lebih senang bermain mobil-mobilan dari bahan kardus daripada bermain gadget. “Seru karena main sama teman-teman,” ujarnya. (hn) Editor : Jawanto Arifin