Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ditutup, Warga Masih Banyak yang Kunjungi Pantai Duta Paiton

Jawanto Arifin • Senin, 1 Juni 2020 | 17:44 WIB
Photo
Photo
Tutupnya kawasan wisata yang ada di kabupaten Probolinggo, tak menyurutkan niat sejumlah warga untuk datang. Dengan alasan menghibur diri dari hiruk pikuk kabar mengenai virus korona, sejumlah warga nekat mendatangi tempat wisata meski ditutup.

AGUS FAIZ MUSLEH, Paiton, Radar Bromo

Canda tawa beberapa orang terdengar, Minggu (31/3) sore itu. Mereka bercengkrama menunggu senja sambil menikmati keindahan Pantai Duta di Desa Randutatah, Kecamatan Paiton. Padahal, tempat wisata itu masih ditutup.

Tak hanya anjuran stay at home yang mereka langgar. Pengumuman yang dipasang pengelola Pantai Duta bahwa kawasan itu ditutup, juga tidak digubris. Ya, mereka memang sengaja datang ke Pantai Duta.

“Bukan kami tidak mengerti dengan anjuran pemerintah mengenai stay at home maupun physical distancing. Namun, sudah hampir tiga bulan pandemi korona ini belum juga usai. Pada weekend kali ini, kami datang ke tempat wisata untuk menghilangkan penat bekerja,” ujar Lutfi Rahman Hafi’ah, 26, warga Desa Karang Peranti, Kecamatan Pajarakan, tersebut.

Selain Lutfi, tak jarang lalu lalang warga membawa pancing terlibat. Memang, wisata Pantai Duta tidak hanya menarik dikunjungi. Namun, juga jadi spot favorit warga dan wisatawan yang hobi memancing.

Sayangnya, mereka yang datang tidak menggunakan alat pelindung diri (APD). Seperti masker dan tidak melakukan physical distancing.

“Kami di sini untuk me-refresh otak dari rasa jenuh sehabis kerja. Kami juga jenuh mendengar kabar Covid-19 yang sangat meresahkan setiap hari. Pakai masker dan melakukan anjuran protokol kesehatan ya nanti, selepas dari tempat wisata ini. Lagian, yang datang bersama saya adalah teman sendiri yang tidak terkena korona,” ujarnya.

Lutfi memang tidak sendiri ke Pantai Duta. Dia bersama empat temannya yang sama-sama kerja di Sidoarjo. “Teman saya ini ada yang dari Jember dan Lumajang. Dari sini, kami akan kembali ke Sidoarjo. Jadi, mengisi waktu senggang seperti ini memang sangat berharga,” ujarnya.

Tidak hanya ke Pantai Duta. Lutfi dan rekan-rekannya terlebih dahulu mendatangi tempat wisata lain di Paiton. Seperti, Pantai Bohay. Sebelumnya, Pantai Bohay memang jadi langganan dia dan teman-temannya untuk sekadar nongkrong dan menikmati suasana pantai.

“Di Pantai Bohay, gerbang depan ditutup. Tidak ada celah untuk masuk. Akhirnya kami ke sini. Ternyata sama, pintu gerbangnya juga ditutup. Kami lalu lewat sebelah timur dan ternyata bisa,” ujarnya.

Pertama kali sampai di Pantai Duta, Lutfi mengatakan, dirinya bersama teman-teman memang tidak diperbolehkan masuk oleh petugas penjaga wisata Pantai Duta. Sehingga, dirinya memilih berada di bagian timur tempat wisata yang tidak memiliki banyak fasilitas.

“Meski tidak dapat menikmati keindahan pohon cemara dan mangrove yang berada di tengah tempat wisata, di sini sudah cukup. Ada pantai dan terbenamnya matahari juga kelihatan. Kami juga mengerti dengan keadaan sekarang. Jadi, tidak terlalu memikirkan fasilitas, disyukuri saja,” ujarnya.

Di sisi lain, penjaga wisata Pantai Duta yang enggan disebut namanya mengatakan, dirinya sudah melarang warga yang datang ke tempat wisata. Sebab, saat ini masih pada masa pandemi korona.

“Pada daerah tengah, kami memang melarang warga masuk. Sebab, beberapa wilayah di tengah tidak terbuka. Apalagi, tempat wisata ini kan sedang ditutup. Jadi, kami tidak mau mengambil risiko. Pada pantai sebelah timur, kami juga melarang warga datang. Tapi kasihan juga, sebab warga yang datang kan orang jauh-jauh” ujarnya. (hn) Editor : Jawanto Arifin
#pemkab probolinggo #wisata saat pandemic #pantai duta #wisata kabupaten probolinggp