Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Ini Yang Harus Diubah di Stasiun Bayeman Jika Ingin Dijadikan Stasiun Transit

Jawanto Arifin • Kamis, 2 Januari 2020 | 18:20 WIB
Photo
Photo
Pemkab Probolinggo kini tengah melakukan kajian untuk menjadikan Stasiun Bayeman di Tongas menjadi stasiun transit. Stasiun ini ditujukan untuk mengerek sektor pariwisata di Kabupaten Probolinggo.

-------------------------

Stasiun Bayeman Kabupaten Probolinggo merupakan stasiun kereta api kelas III atau kecil yang terletak di Desa Dungun, Tongas, Probolinggo. Lokasi stasiun ini terletak paling barat dan utara di wilayah Kabupaten Probolinggo dan termasuk dalam Daerah Operasi (Daop) IX Jember.

Sepintas, dari tepi jalan raya Tongas, Stasiun Bayeman ini kurang tampak. Apalagi sering kali kendaraan besar (truk) parkir di depannya. Namun, berbeda saat sudah masuk ke dalam Stasiun Bayeman tersebut. Hampir sama dengan stasiun pada umumnya, ada petugas penjaga. Meski tidak ada pengunjung.

”Kalau mau tanya soal stasiun ini, langsung saja pada Daop 9 Jember, Mas. Kami tidak berwenang,” kata salah satu petugas Stasiun Bayeman yang enggan disebutkan namanya.

Mahendro Trangbowono, manajer humas Daop 9 Jember mengatakan, Stasiun Bayeman itu kelas III atau kecil dan hanya memiliki dua jalur kereta api. Yaitu dengan jalur 1 sebagai kereta api melaju lurus dan jalur satunya, untuk berhenti persilangan.

Meskipun diberi nama Bayeman, stasiun ini tidak terletak pada wilayah administratif Desa Bayeman. Stasiun ini justru terletak di Desa Dungun.

”Tidak semua kereta api yang berhenti di stasiun sini. Saat ini satu-satunya kereta api yang berhenti di Stasiun Bayeman hanya KA Wijayakusuma tujuan Surabaya bersambung Cilacap untuk bersilang dengan KA Sri Tanjung tujuan Banyuwangi yang melintas langsung,” terangnya.

Mahendro mengungkapkan, pihaknya sangat mendukung Pemkab Probolinggo yang menghidupkan dan menjadikan Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit. Karena, tidak ada aturan yang melarang dalam satu wilayah berdekatan ada beberapa stasiun. Sehingga, sangat terbuka Stasiun Bayeman itu menjadi stasiun transit.

”Stasiun Bayeman itu masuk kelas III. Nanti bisa dinaikkan kelas II ataupun I seperti Stasiun Kota Probolinggo,” ujarnya.

Hanya saja, diungkapkan Mahendro, dalam peningkatan stasiun itu dibutuhkan pembangunan. Salah satunya, memang jumlah jalur rel KA harus memiliki lebih dari dua jalur. Seperti di Stasiun Jember, masuk stasiun besar memiliki 8 jalur.

”Kebutuhan jalur itu berapa, baru bisa dinaikkan kelas berapa. Yang pasti perlu penambahan infrastruktur, salah satunya penambahan jalur kereta api,” paparnya.

Terpisah, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo mengaku, pihaknya masih proses melakukan kajian. Namun, pada intinya pihaknya siap untuk menambah atau membangun infrastruktur di Stasiun Bayeman, sebagai upaya untuk menaikkan status stasiun atau menjadikan stasiun transit.

”Memang perlu adanya penambahan pembangunan jalur kereta api. Kemudian infrastruktur lainnya. Tetapi, untuk bangunan stasiunnya akan kami pertahankan. Jika memang dibutuhkan, ditambah bangunan baru saja,” ujarnya.

Tutug mengungkapkan, rencana pemkab menjadikan stasiun transit bukan tanpa alasan. Tetapi, upaya mendorong sektor pariwisata dan mendekatkan transportasi KA ke masyarakat. Dimana, saat menjadi stasiun transit, pemkab optimistis akan jadi tempat tumbuhnya perekonomian pula. Karena penumpang KA bisa naik turun di Stasiun Bayeman tersebut.

”Paling penting, Stasiun Bayeman menjadi stasiun transit, mendekatkan dan memudahkan wisatawan yang hendak ke tempat wisata di Kabupaten Probolinggo. Terutama sektor pariwisata di wilayah barat. Ada Gunung Bromo, Air Terjun Madakaripura, dan banyak destinasi wisata lainnya di Sukapura-Sumber,” ungkapnya.

Apalagi selama ini wisatawan yang hendak ke Bromo, paling banyak turun di Terminal Bayuangga. Banyak pula yang membawa kendaraan pribadi dan langsung menuju Bromo. Jika stasiun transit ini mampu direalisasikan, maka tempat pemberhentian akan semakin banyak. (mas/fun) Editor : Jawanto Arifin
#daop ix #bromo #stasiun transit #wisata probolinggo #stasiun bayeman #endless probolinggo