Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Begini Perasaan Shania Indira Putri, Siswi SMAN 1 Pasuruan saat Menjadi Pejabat Polisi Dalam Sehari

Fandi Armanto • Jumat, 19 Oktober 2018 | 16:05 WIB
Photo
Photo
Shania Indira Putri, 16, siswi SMAN 1 Kota Pasuruan cukup beruntung. Dirinya terpilih besama 11 remaja lainnya untuk berperan aktif dalam kampanye Hari Anak Perempuan Internasional pada 11 Oktober lalu. Shania bahkan berkesempatan menjadi Wakapolres Metro Jakarta Pusat selama sehari. Bagaimana kesannya?

ERRI KARTIKA, Purworejo

PERMASALAHAN anak dan perempuan masih menjadi momok bagi Indonesia. Ini, lantaran masih banyak kota yang dinilai tak aman bagi anak, utamanya anak perempuan. Padahal, anak perempuan memiliki andil untuk ikut membangun bangsa bahkan menjadi pemimpin negeri.

Lewat kegiatan Yayasan PLAN Internasional yang ada di 70 negara, lewat kampanye #GirlsGetEqual dan #SehariMenjadiPemimpin, Shania Indira Putri termasuk yang beruntung. Gadis 16 tahun warga Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan, menjadi salah satu dari 12 vlogger yang berkesempatan mengikuti kegiatan Yayasan Plan Internasional pada 9-14 Oktober lalu.

Saat bertemu dengan Jawa Pos Radar Bromo Senin (15/10) lalu, Shania baru datang dari Jakarta. Dirinya masih memakai seragam dan jas warna merah muda sepulang dari kegiatan #SehariMenjadiPemimpin. Anak dari pasangan Suwanto dan Kasiatik mengaku awalnya tidak percaya ternyata vlog (video blog)-nya terpilih oleh panitia dan akhirnya ikut diundang ke Jakarta.

“Jadi tahu event ini memang dadakan. Saat H-2 baru tahu. Akhirnya buat video pendek yang lokasinya di belakang rumah dengan background sawah dan berisi tentang pemikiran saya tentang kota yang layak anak dan tentang anak perempuan untuk bisa melawan rasa takut,” jelasnya.

Video berdurasi 1:30 menit itu pun diunggah di channel YouTube-nya Shania Indira Putri. Shania memang aktif nge-vlog yang isinya tentang kegiatan positifnya sebagai anak remaja putri dan juga kegiatannya saat aktif menjadi anggota Forum Anak Kota Pasuruan.

“Dan ternyata vlog saya terpilih dari 390 pendaftar seluruh Indonesia. Ada 12 yang terpilih dari berbagai daerah yaitu Sulawesi, Maluku, Batam, Bengkulu, Bogor, NTT, sampai Lhoksumawe,” jelasnya. Mereka kemudian diundang untuk mengikuti kegiatan #GirlsGetEqual dan #SehariMenjadiPemimpin.

Karena saat pembinaan di Hotel Yellow Jakarta, Shania dianggap cukup bagus, ia pun terpilih untuk menggantikan AKBP Arie Adrian Rishadi yang merupakan Wakapolres Metro Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan ini, selain untuk memberikan kesempatan anak perempuan menjadi pemimpin, juga menjadi lebih peka terhadap masalah anak dan perempuan. “Jadi, pagi hari sebelum apel ada serah terima jabatan dulu. Di situ saya langsung memimpin apel ratusan anggota kepolisian di Metro Jakarta Pusat,” jelasnya.

Tentu Shania mengaku grogi memimpin ratusan polisi. Namun, karena sudah ada gambaran seperti apa pekerjaan di kepolisian sebelumnya. Shania pun cukup lancar memimpin apel pagi. Bahkan, dalam isi apelnya, Shania menekankan anggota agar meminta kerja sama semua anggota termasuk lebih konsen menjaga daerah agar aman untuk anak perempuan.

Selama menjabat sebagai Wakapolres, Shania tetap didampingi oleh AKBP Arie Adrian Rishadi. “Termasuk ada ajudan yang mengikuti saya terus di belakang,” jelasnya.

Photo
Photo
PIMPIN APEL: Gaya Shania Indira Putri memimpin apel layaknya Wakapolres Metro Jakarta. (Foto: dok. Pribadi for jawa pos radar bromo)

Setelah apel, Shania pun melakukan inspeksi terhadap kegiatan di polres. Termasuk di ruang unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) saat itu juga sedang menangani kasus laporan pelecehan di bus dan korban KDRT.

“Saya minta untuk menangani kasus tersebut dengan serius. Termasuk kepada pelaku KDRT saya sampaikan seharusnya ada cara lain yang lebih bijaksana. Bukan dengan KDRT kepada istri jika ada masalah,” jelasnya.

Selama sehari selain apel, inspeksi ke ruang kantor dan sempat memimpin rapat anggota kepolisian. Selain itu, Shania juga sharing terkait keamanan bagi anak perempuan di Kota Pasuruan yang masih tidak aman lantaran masih ada begal, sampai pelecehan di jalan seperti catcalling (Siulan).

Dari menjadi Wakapolres sehari, Shania mengaku banyak pelajaran yang bisa diambil. Menurutnya, anak perempuan harus berani bersikap dan bersuara. Dan, tidak takut melapor jika dilecehkan. Bahkan, anak perempuan juga bisa menjadi pemimpin di masa depan.

“Jadi, setelah ini baik di Forum Anak ataupun via sosial media saya tetap terus berkampanye agar anak perempuan juga berani bersuara, berani berprestasi, dan berharap pemerintah dan masyarakat bisa memberikan rasa aman bagi anak perempuan untuk tumbuh dan berprestasi,” katanya. (eka/fun) Editor : Fandi Armanto
#wakapolres metro jakarta #hari anak perempuan internasional