Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Inilah Emilia dan Annabella, Kakak Beradik Atlet Biliar yang Juara Nasional

Fandi Armanto • Jumat, 7 September 2018 | 14:09 WIB
Photo
Photo
Kota Pasuruan mempunyai atlet biliar muda yang patut dibanggakan. Tak hanya satu, namun dua atlet. Kakak adik pula. Emilia Putri Rahmanda, 18, yang duduk di bangku SMA dan Annabella Putri Yohana,14, yang merupakan siswa SMP. Keduanya mampu mengharumkan nama Kota Pasuruan di kejuaraan level nasional.

ERRI KARTIKA, Bugulkidul

TAK sulit mencari kediaman Emilia Putri Rahmanda, 18 dan Annabella Putri Yohana,14. Jawa Pos Radar Bromo mendapat informasi jika keduanya tinggal di Kelurahan Bakalan, Kecamatan Bugulkidul, Kota Pasuruan. Tepatnya di Jalur Lingkar Selatan (JLS). Petunjuknya, ada spanduk bertulisan Master Pool di sisi kiri jalan dari Terminal Blandongan.

Benar saja, masuk ke halaman rumah, terlihat ada 6 meja biliar. Saat itu, ada 2 meja biliar yang sedang terpakai. Perempuan muda datang menghampiri wartawan koran ini. Dialah Annabella Putri Yohana.

Annabella kemudian mempersilakan wartawan koran ini masuk ke ruang tamu rumah yang berada di sisi barat lokasi Master Pool. Master Pool merupakan tempat latihan biliar yang didirikan oleh Johan Suhartono, ayah Annabelle dan Emilia. Namun, Johan harus dipanggil yang maha kuasa tahun lalu.

Almarhum Johan lah yang membimbing Emilia Putri Rahmanda dan Annabella Putri Yohana hingga mampu menjadi atlet biliar profesional. “Dulu tahun 2009, mulai dibuka Master Pool. Awalnya hanya hobi. Namun akhirnya berkembang menjadi klub biliar dan masuk di KONI Kota Pasuruan,” cerita Mona Johan, 41, ibu Annabella dan Emilia.

Saat kenal biliar pertama kali, Emilia atau akrab disapa Amel masih kelas 3 SD. Tapi Amel mengaku tertarik lantaran sering melihat ayahnya bermain biliar. Meskipun harus menaiki kursi, namun Amel mengaku senang bermain biliar. Bahkan, rutin latihan setiap hari sepulang sekolah.

Awalnya, sang ayah tidak tahu bahwa biliar termasuk cabang olahraga. “Saat ayah tahu ternyata masuk cabang olahraga, akhirnya otodidak ayah cari di YouTube teknik-tekniknya dan ilmunya diajarkan ke saya,” cerita anak kedua dari 4 bersaudara ini. Setahun kemudian, Annabelle pun ikut serta. Sehingga sejak itu, mereka berdua rutin berlatih di rumah setiap harinya.

Saat duduk di bangku kelas 5 SD, Amel kemudian ikut dalam Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) dan masuk dalam KONI Kota Pasuruan. Ia dibimbing di klub dan juga di VIP. Kelas 6 SD, Amel mengikut kejuaraan Porprov Jatim dan dapat 2 medali yaitu perunggu dan emas. “Sempat gak nyangka, karena lawan juga lebih dewasa sampai 21 tahun,” ujarnya.

Saat ini, Amel duduk di bangku SMA Negeri 2 Pasuruan kelas 12 jurusan bahasa. Banyak prestasi biliar yang sudah diraih. Terakhir Amel berhasil mendapatkan juara nasional pada Desember 2017 lalu. Untuk kejurnas senior, ia mendapatkan perunggu di nomor 9 ball. “Waktu itu senang karena dapat apresiasi juga karena ikut kelas senior dan lawannya juga dari 20-an dan 30-tahunan,” terangnya.

Tahun 2017 lalu dikatakan tahun yang cukup berat bagi keluarga. Ini, lantaran Johan Suhartono meninggal dunia lantaran sakit. Sepeninggal Johan, justru Amel dan Annabella makin terpacu mewujudkan cita-cita ayahnya menjadi atlet berprestasi.

Annabella sendiri yang saat ini bersekolah di SMP Negeri 5 Pasuruan, juga tak kalah prestasinya. Siswa kelas VIII E ini meraih medali perak di POR Kota Pasuruan pada 2014 dan medali perak di Kejurprov Jatim pada 2016 lalu.

Dalam Kejurnas PB POBSI pada Desember 2017 lalu di Cikarang, Jawa Barat, Annabella juga berhasil meraih medali perak di nomor 9 ball. Ia mengatakan, perjuangannya meraih prestasi tidak mudah. Selain fokus sekolah dan rutin latihan di rumah setiap pulang sekolah, seminggu sekali juga rutin ke Malang untuk mendapat gemblengan pelatih bernama Herman.

“Tetap harus latihan rutin dan disiplin setiap hari. Setelah menang di kejurnas, target ingin ke tingkat internasional juga,” jelas Amel. Saat ini mereka sedang berlatih untuk mempersiapkan diri ke PON 2020 di Papua. Karena itu, selain didukung oleh KONI Kota Pasuruan, ia di-support Pengprov POBSI yang ada di Malang.

“Untungnya banyak yang mendukung, termasuk sepeninggal ayah juga menjadi cambuk untuk lebih berprestasi juga,” terang Annabelle. (fun) Editor : Fandi Armanto
#kakak-beradik atlet #atlet biliar putri