Amankan Ketersediaan Pangan Subsidi dengan Jamin Rantai Pasokan

Muhamad Busthomi • Dipublikasikan Senin, 5 Oktober 2026 | 09:07 WIB
PANGAN UTAMA: Tumpukan beras yang dijual dl salah satu pasar tradisional di Pasuruan. BULOG menjamin ketersediaan beras masih aman. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)
PANGAN UTAMA: Tumpukan beras yang dijual dl salah satu pasar tradisional di Pasuruan. BULOG menjamin ketersediaan beras masih aman. (Foto: dok Jawa Pos Radar Bromo)

 

BANGIL, Radar Bromo-Cadangan bahan pokok masyarakat di wilayah Pasuruan hingga Malang dipastikan dalam kondisi melimpah. Perum BULOG Cabang Malang menjamin ketersediaan beras maupun minyak goreng bersubsidi berada pada level aman untuk memenuhi kebutuhan warga hingga beberapa bulan ke depan.

Berdasarkan inventarisasi terbaru, total cadangan beras yang dikuasai Bulog Cabang Malang menyentuh angka 26.154 ton. Stok jumbo tersebut terdiri atas kombinasi beras medium, premium, hingga Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Guna menjamin kelancaran rantai pasokan, seluruh cadangan tersebut disebar di beberapa fasilitas penyimpanan utama.

Selain berada di gudang induk Malang, pasokan melimpah itu disimpan rapat di Kompleks Pergudangan Bulog Kejapanan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

Kepala Perum BULOG Cabang Malang, M. Nurjuliansyah Rachman, menegaskan bahwa melimpahnya stok pangan ini menjadi jaminan bagi kestabilan harga di tingkat pengecer. Pihaknya terus mengintervensi pasar secara aktif agar harga tetap berada di bawah kendali. ”Ketersediaan pangan kita sangat mencukupi,” katanya.

“Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kami gelontorkan secara rutin ke pasar-pasar tradisional dengan patokan Harga Eceran Tertinggi (HET) maksimal Rp12.500 per kilogram. ”Baru-baru ini kami kucurkan lagi 20 ton SPHP ke pasar,” terang Nurjuliansyah.

Tak sekadar menjaga hilir, Bulog juga bergerak di lini hulu untuk menyerap hasil panen petani lokal. Tim pengadaan aktif turun melancarkan aksi jemput bola menyerap Gabah Kering Panen (GKP) milik petani sesuai skema Harga Pembelian Pemerintah (HPP), yakni Rp 6.500 per kilogram.

Kondisi serba aman juga terpeta pada komoditas minyak goreng bersubsidi. Dari total cadangan wilayah Cabang Malang yang menembus 1,3 juta liter lebih, sebanyak 336.793 liter Minyakita disiagakan khusus di Gudang Bulog Kejapanan.

Penyaluran tambahan ribuan liter Minyakita pun terus diguyur secara berkala melalui operasi pasar maupun distribusi langsung ke pedagang pasar utama. Langkah ini diambil demi membendung potensi kelangkaan serta membendung spekulasi harga.

”Masyarakat tidak perlu cemas apalagi sampai melakukan panic buying. Stok beras maupun Minyakita di pergudangan kami sangat memadai. Operasi pasar dan intervensi harga akan terus kami kawal agar stabilitas pangan tetap terjaga,” pungkas Nurjuliansyah. (tom/fun)

 

Editor : Abdul Wahid
minyak pasuruan beras bulog