
SITUBONDO, Radar Bromo—Dimulai dari langkah kecil, jadi lompatan besar. Bagi Tika Wulandari, bekerja di PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM bukan sekadar tentang mendapatkan penghasilan.
Dari penghasilan tersebut, ia perlahan mampu membantu menggerakkan ekonomi keluarganya, hingga mewujudkan mimpi sang ayah untuk memiliki perahu sendiri.
Tika tumbuh dalam keluarga nelayan dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya sehari-hari bekerja dengan mengikuti kapal milik orang lain.
Penghasilan yang diterima tidak selalu menentu. Ada kalanya membawa hasil tangkapan, tetapi tidak jarang pulang tanpa uang, bahkan dengan membawa utang.
Meski begitu, kedua orang tuanya selalu mengajarkan Tika untuk bersyukur dan menjalani hidup dengan cara yang halal.
Nilai tersebut membentuk cara pandang Tika sejak kecil. Keinginannya untuk membantu orang tua bahkan sudah tumbuh ketika masih bersekolah.
Sejak kelas 4 SD hingga lulus SMP, ia membantu ibunya bekerja di tempat tetangga yang memiliki usaha pengolahan pindang ikan. Upah yang diterima digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan uang saku sekolah.
Salah satu pengalaman yang paling membekas terjadi ketika Tika duduk di kelas XI SMK. Saat angin laut kencang, ayahnya melaut selama tiga hari tiga malam dengan mengikuti kapal orang lain.
Namun, ia pulang tanpa membawa hasil tangkapan. Persediaan beras di rumah pun habis. Pengalaman itu semakin menguatkan tekad Tika untuk suatu hari dapat membantu kedua orang tuanya.
Setelah lulus SMK, Tika ingin melanjutkan pendidikan. Namun, kondisi keluarga membuatnya memilih bekerja terlebih dahulu karena adiknya masih kecil dan membutuhkan biaya sekolah. Ia tidak ingin keinginannya untuk kuliah justru menambah beban orang tua.
Pada 2019, Tika bergabung sebagai Account Officer Mekaar di PNM. Pekerjaannya mempertemukan Tika dengan banyak ibu yang sedang berjuang mengembangkan usaha.
Kedekatan dengan para nasabah membuatnya melihat perjuangan mereka seperti perjuangan keluarganya sendiri.
“Yang saya bayangkan adalah saya menolong ibu saya sendiri,” kenang Tika.
Dari pekerjaannya, Tika mulai menyisihkan penghasilan untuk berbagai kebutuhan keluarga. Ketika mendapatkan penempatan yang cukup jauh dari rumah, ia menabung untuk membeli sepeda motor sebagai penunjang pekerjaan.
Sebagian tabungan lainnya diberikan kepada sang ibu untuk membeli sapi. Bagi Tika, penghasilan dari pekerjaannya akan lebih berarti jika dapat memberikan manfaat bagi keluarga.
Pada 2022, Tika kembali menyisihkan tabungannya untuk membeli perahu. Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan hidupnya. Setelah bertahun-tahun bekerja dengan mengikuti kapal orang lain, sang ayah akhirnya memiliki perahu sendiri.
Perahu itu kemudian tidak hanya mengubah kehidupan keluarga Tika.
“Sekarang ada sekitar 20 hingga 25 orang yang bantu Ayah sebagai nelayan. Penghasilan yang awalnya untuk membantu keluarga ternyata menjadi modal yang membuka kesempatan mencari nafkah bagi orang lain,” cerita Tika.
Perjalanan Tika juga tidak berhenti pada pencapaian ekonomi keluarga. Pada 2022, ia mendapatkan beasiswa yang membuka kembali kesempatan untuk melanjutkan pendidikan, sebuah keinginan yang sempat ia tinggalkan setelah lulus SMK. Kini, Tika dapat bekerja sekaligus menempuh pendidikan tanpa harus membebani kedua orang tuanya dengan biaya kuliah.
“Kalau ditanya bagaimana perasaan saya, tentu saya sangat bersyukur. Dari pekerjaan ini saya bisa membantu orang tua, bisa mewujudkan keinginan Bapak untuk punya perahu sendiri, dan sekarang saya juga bisa kuliah. Dulu saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini,” tutur Tika.
Kisah Tika menunjukkan bahwa dampak pemberdayaan dapat tumbuh dari hal sederhana: kesempatan untuk bekerja, penghasilan yang dikelola dengan baik, dan kemauan untuk terus berkembang.
Manfaatnya tidak berhenti pada satu orang, tetapi dapat bergerak dari keluarga hingga membuka peluang bagi lingkungan sekitar.
Kini, sang ayah memiliki perahu sendiri, puluhan orang mendapatkan kesempatan bekerja, sementara Tika tetap dapat melanjutkan pendidikan.
Bagi Tika, semua itu merupakan bagian dari perjalanan panjang yang bermula dari satu tekad sederhana yaitu bekerja untuk membantu keluarga dan menciptakan kehidupan yang lebih baik.
Editor : Muhammad Fahmi