PASURUAN, Radar Bromo - Penyaluran kredit atau pembiayaan perbankan di wilayah kerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang, tumbuh positif.
Naik 3,41 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Hingga Mei 2026, mencapai Rp 110,79 triliun.
Pembiayaan tertinggi adalah Kota Malang, sebesar Rp 31,18 triliun atau mencapai 28,15 persen dari total penyaluran kredit 2026.
Sementara, Kabupaten Pasuruan menerima penyaluran kredit Rp 17,81 triliun atau sekitar 16,07 persen dari total penyaluran.
Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, dan Kota Pasuruan, masing-masing memperoleh pembiayaan perbankan Rp 13,33 triliun, Rp 10,55 triliun, dan Rp 5,27 triliun.
Mayoritas atau sekitar 40,19 persen atau Rp 44,52 triliun dari total kredit ini disalurkan untuk modal kerja.
Kepala OJK Malang Farid Faletehan mengatakan, pembiayaan kredit di wilayah OJK Malang, naik dibanding Mei 2025 yang hanya Rp 107,13 triliun.
Penyaluran kredit tertinggi adalah Kota Malang. Tumbuh Rp 2,65 triliun atau sekitar 9,29 persen year on year (yoy). Kabupaten Probolinggo, menjadi daerah dengan nominal pertumbuhan kredit tertinggi ketiga, tumbuh 3,51 persen yoy atau Rp 452 miliar.
“Kabupaten Pasuruan menjadi daerah dengan penyaluran kredit tertinggi ketiga. Tumbuh 2,13 persen dibanding 2025. Atau sekitar Rp 379 miliar," katanya.
Farid menjelaskan, penyaluran kredit di setiap wilayah OJK Malang, naik. Ia merinci, Kota Pasuruan tumbuh 4,86 persen atau sekitar Rp 256 miliar.
Sementara, Kota Probolinggo mengalami kenaikan 3,51 persen, sekitar Rp 370 miliar. Kota Probolinggo menjadi daerah dengan tingkat kredit bermasalah (non performing loan) paling rendah, sebesar 1,36 persen.
“Pembiayaan kredit ini paling besar untuk modal kerja. Ada pula yang digunakan untuk investasi sebesar 27,7 persen dan konsumsi sebesar 32,1 persen," jelas Farid.
Ia menyebutkan, tumbuhnya penyaluran kredit ini sangat positif. Artinya, ketersediaan modal bagi masyarakat dan pelaku usaha meningkat.
Memicu peningkatan aktivitas produksi, daya beli, dan investasi di daerah tersebut. Hal ini menjadi motor penggerak perekonomian di daerah.
"Pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas usahanya yang bisa berimbas pada terciptanya lapangan kerja baru. Juga mendorong tingkat konsumsi masyarakat yang berdampak pada perekomian," jelas Farid. (riz/rud)
Editor : Muhammad Fahmi