Rest Area Betek di Desa Betek, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, terus menunjukkan perkembangan positif. Padahal, rest area ini sebelumnya merupakan Tanah Kas Desa (TKD) yang hanya disewakan kepada masyarakat. Sehingga tak mampu memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi desa.
========================
SEJAK 2019, Pemerintah Desa Betek melalui BUMDes dan dengan dukungan masyarakat, mulai mengembangkan kawasan ini menjadi rest area sekaligus destinasi wisata. Sejak 2022, Rest Area Betek mendapat dukungan dari Program CSR PT Paiton Energy-PT POMI.
Berdasarkan data omzet usaha, Rest Area Betek mencatat pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat. Pada 2021, omzetnya tercatat sebesar Rp 66,3 juta, kemudian naik menjadi Rp 118,3 juta pada 2022 dan kembali meningkat menjadi Rp 164 juta pada 2023.
Lonjakan paling signifikan terjadi pada 2025, dengan omzet mencapai lebih dari Rp 521 juta. Peningkatan ini tidak hanya berdampak terhadap pendapatan kawasan wisata, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, mendorong tumbuhnya UMKM lokal, memperluas peluang usaha kuliner dan kerajinan masyarakat, serta meningkatkan perputaran ekonomi desa.
Kehadiran Rest Area Betek turut berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Desa (PADes) dan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekitar. Keberhasilan pengembangannya juga menjadi contoh nyata kolaborasi pentahelix dalam pembangunan pariwisata berbasis pemberdayaan masyarakat.
Dalam pengembangannya, pemerintah desa berperan dalam kebijakan dan penguatan kelembagaan desa wisata, sementara BUMDes dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) menjadi penggerak operasional di lapangan.
Masyarakat dan pelaku UMKM terlibat langsung dalam aktivitas ekonomi. Media membantu promosi wisata melalui platform digital, sedangkan akademisi mendukung peningkatan kapasitas dan inovasi pengembangan wisata desa.
Kolaborasi tersebut semakin kuat melalui dukungan CSR PT Paiton Energy-PT POMI yang tidak hanya berfokus pada penguatan fasilitas wisata. Tetapi juga pengembangan sumber daya manusia, pemberdayaan UMKM, penguatan ekonomi lokal, hingga keterlibatan kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas dalam aktivitas wisata dan ekonomi desa.
HCFC Manager PT POMI Rochman Hidayat mengatakan, dukungan perusahaan melalui Program CSR diberikan kepada Rest Area Betek karena dinilai memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.
“Rest Area Betek merupakan pintu gerbang awal sebelum menuju wisata di Tiris dan Krucil. Jika sektor wisata di wilayah tersebut berkembang, maka Rest Area Betek dapat menjadi faktor pendukung yang menarik wisatawan untuk singgah. Baik sebagai lokasi transit atau tujuan awal sebelum menuju Tiris dan Krucil," ujarnya.
Menurut Rochman, selain berada di lokasi strategis, kawasan tersebut juga memiliki kontur dan potensi yang sangat mendukung untuk dikembangkan sebagai magnet wisata baru di Kabupaten Probolinggo. “Jadi, Rest Area Betek ini sangat potensial untuk dikembangkan," katanya.
Dukungan yang diberikan perusahaan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik. Perusahaan turut mendorong peningkatan kapasitas BUMDes dan pengelola. Di antaranya, melalui studi banding, pelatihan keterampilan atau skill, hingga teknik pemasaran kawasan wisata.
“Kami juga mendorong penerapan konsep wisata berbasis lingkungan. Seperti terkait pengelolaan sampah dan penataan kawasan dengan penanaman pohon. Baik di dalam maupun di luar kawasan rest area," katanya.
Dari sisi infrastruktur, PT Paiton Energy-PT POMI berkolaborasi dengan pemerintah desa dan BUMDes melalui pemanfaatan paving berbahan fly ash bottom ash (FABA) untuk mendukung pembangunan fasilitas kawasan.
“Harapan kami, nantinya rest area ini dapat terintegrasi dengan berbagai destinasi wisata yang ada di Tiris dan Krucil seperti Bremi Eco Park (BEP), Wisata Desa Guyangan, Ranu Segaran, dan kawasan ranu lainnya," harapnya.
Menurutnya, perusahaan juga berharap Rest Area Betek tidak hanya menjadi tempat singgah atau tujuan wisata, tetapi juga menjadi contoh pengelolaan wisata berbasis lingkungan, pemberdayaan masyarakat, dan terus berinovasi dalam meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.
“Dengan demikian, Rest Area Betek ini dapat menjadi bagian dari destinasi wisata unggulan Kabupaten Probolinggo," harapnya. (uno/rud/*)
Rest Area Betek Terus Bersolek
REST AREA Betek terus berkembang menjadi salah satu destinasi singgah yang menarik bagi wisatawan. Selain menawarkan panorama pegunungan yang indah, kawasan yang dikelola BUMDes Mitra Sejahtera ini juga terus menambah berbagai wahana dan fasilitas untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.
Terbaru, ada wahana permainan Rainbow Slide sepanjang 80 meter. Wahana seluncur warna-warni tersebut menjadi daya tarik baru. Terutama bagi wisatawan keluarga dan anak-anak. Wahana ini melengkapi wahana ATV atau motor roda empat yang sudah ada sebelumnya.
Untuk menikmati wahana ini, pengunjung cukup membayar biaya sewa ban sebesar Rp 10 ribu untuk satu ban dan Rp 15 ribu untuk dua ban. Dengan tarif yang terjangkau, Rainbow Slide menjadi salah satu fasilitas favorit karena menawarkan sensasi bermain yang menyenangkan dengan latar pemandangan alam pegunungan.
Rest Area Betek juga dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Di kawasan ini tersedia kafe yang menyajikan aneka makanan dan minuman, ruang pertemuan yang dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, serta tujuh unit gazebo sebagai tempat bersantai.
Pengunjung juga dapat memanfaatkan 15 set meja dan kursi yang tersebar di kawasan rest area untuk menikmati hidangan sambil menikmati suasana alam. Fasilitas lainnya pun cukup lengkap, mulai dari camping ground, musala, area parkir yang luas, hingga toilet yang memadai.
Ketua BUMDes Mitra Sejahtera Desa Betek Agus Suwanto mengatakan, sebagian besar wisatawan datang atau singgah pada sore hari. Mereka umumnya merupakan wisatawan yang baru selesai berkunjung dari kawasan wisata di Kecamatan Tiris dan Kecamatan Krucil.
“Biasanya setelah dari Tiris dan Krucil, mereka mampir ke sini. Ada yang makan, minum, atau sekadar beristirahat untuk menghilangkan lelah sebelum melanjutkan perjalanan,” ujarnya.
Menurut Agus, perkembangan Rest Area Betek tidak lepas dari dukungan Program CSR PT Paiton Energy–PT POMI. Dukungan itu tidak hanya berupa pembangunan infrastruktur, tetapi juga pelatihan dan pembinaan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pengelola.
“Tahun ini, dukungan CSR yang akan diberikan berupa pembangunan gapura, pagar, dan playground. Pengembangan kawasan ini membutuhkan anggaran besar. Tentu kehadiran PT Paiton Energy-PT Pomi sangat membantu, apalagi dukungan dari dana desa tidak memungkinkan,” jelasnya. (uno/rud/*)
Editor : Muhammad Fahmi