MALANG, Radar Bromo- Bank Indonesia melalui Kantor Perwakilan (KPw) Malang terus memperkuat pengembangan ekosistem halal dan ekonomi syariah di wilayah Malang Raya, Pasuruan, hingga Probolinggo.
Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Pelatihan dan Sertifikasi Juru Sembelih Halal (Juleha) dalam program SI JULES (Sistem Integrasi Juru Sembelih dan Layanan Halal Syariah) yang digelar pada Senin – Selasa (18-19/5) di The Aliante Hotel.
Kegiatan ini diikuti 15 peserta yang terdiri atas 14 peserta rekomendasi perangkat daerah di wilayah kerja Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang serta satu pegawai Bank Indonesia Malang.
Para peserta terbagi menjadi dua kategori. Yakni tujuh peserta Juleha Unggas yang berasal dari Malang Raya dan pegawai BI Malang, serta delapan peserta Juleha Ruminansia dari Kota dan Kabupaten Pasuruan serta Probolinggo.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari penguatan halal value chain yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Sekaligus mendukung peningkatan kapasitas sumber daya manusia halal di daerah.
Pada kesempatan itu, Bank Indonesia Malang juga menyerahkan sertifikat halal kepada 18 UMKM hasil kerja sama dengan Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Penyerahan sertifikat ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk UMKM halal di pasar yang semakin kompetitif.
Selain itu, Bank Indonesia Malang turut meluncurkan program Qurbania dengan tagline “Qurban Aman Halal Penuh Makna”.
Program ini menjadi bentuk dukungan terhadap layanan qurban yang amanah, halal, dan terintegrasi, sekaligus memperkuat halal value chain di daerah.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Indra Kuspriyadi, mengatakan penguatan industri halal merupakan langkah strategis dalam mendorong daya saing ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan UMKM halal.
“Sertifikasi halal tidak hanya menjadi pemenuhan aspek administratif, tetapi juga instrumen penting untuk meningkatkan kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk lokal,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengembangan ekosistem halal membutuhkan sinergi dan kolaborasi dari berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, lembaga pendamping halal, pelaku usaha, hingga juru sembelih halal.
Dukungan digitalisasi transaksi juga dinilai penting untuk menciptakan ekosistem halal yang inklusif dan berkelanjutan.
“Melalui program SI JULES, Bank Indonesia Malang mendorong terbentuknya sistem kolaboratif yang mengintegrasikan penguatan kompetensi juru sembelih halal, edukasi halal value chain, layanan qurban, hingga sosialisasi sistem pembayaran digital dalam satu kerangka pengembangan ekonomi dan keuangan syariah daerah,” katanya.
Kegiatan diisi dengan sosialisasi ekosistem halal oleh Halal Center UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, edukasi sistem pembayaran digital dan perlindungan konsumen oleh KPwBI Malang, serta penyampaian materi dasar dan prinsip juru sembelih halal.
Selama kegiatan peserta juga mendapatkan materi mengenai teknik penyembelihan halal yang baik dan benar, sekaligus mengikuti rangkaian uji kompetensi. Proses pengujian meliputi tes tertulis, tes bacaan Al-Qur’an, tes shalat dan wudhu, hingga praktik penyembelihan secara langsung. (uno)
Editor : Muhammad Fahmi