DI tengah menjamurnya bisnis ayam geprek, Geprek WOW terus menunjukkan eksistensinya sebagai salah satu kuliner favorit.
Mengusung konsep ayam geprek dengan cita rasa khas, brand ini tidak hanya mengandalkan harga terjangkau, tetapi juga konsisten menjaga kualitas rasa.
Yusuf Dhiyauddin Robbani, Founder WOW mengatakan, seiring perkembangan tren kuliner, Geprek WOW juga terus menghadirkan varian baru. Bahkan melakukan riset.
“Dulu diawal varian geprek yang jadi andalan, sekarang mulai naik varian mentai. Karena itu kami juga terus melakukan riset berbagai varian saus baru,” ujarnya.
Ia mengatakan, Geprek WOW juga tetap mempertahankan sambal bawang sebagai ciri khas utama.
Sambal bawang Geprek WOW menjadi favorit pelanggan karena rasa pedas gurih yang cocok dipadukan dengan ayam krispi khas Geprek WOW.
“Di sini juga ada green crispy yang membedakan dengan brand ayam geprek lainnya. Selain itu rasa tepung kami juga beda dengan yang lain,” katanya.
Dalam menjaga kualitas, Geprek Wow menerapkan standar produksi yang ketat, termasuk penggunaan ayam segar.
Beberapa bahan utama seperti sambal dan greens crispy diproduksi secara tersentral dari dapur pusat.
Selain mengutamakan rasa, Geprek WOW juga dikenal dengan harga menu yang ramah di kantong. Dengan harga mulai Rp 10 ribu, sudah dapat nasi, ayam geprek dan sambal.
“Kami memiliki misi, ingin masyarakat Indonesia bisa makan ayam enak dan murah. Margin kami memang tipis, tapi kami mengandalkan volume penjualan,” tambahnya.
Saat ini Geprek Wow telah memiliki total 10 outlet yang tersebar di sejumlah daerah, dengan 6 outlet berada di wilayah Probolinggo. “Kami buka 24 jam, agar pelanggan bisa menikmati Geprek WOW kapan saja,” katanya
Geprek WOW terus melakukan berbagai inovasi. Selain aktif membuat konten kreatif di media sosial, mereka juga rutin menghadirkan menu-menu baru agar pelanggan tidak bosan.
“Kami terus berinovasi dari sisi konten karena sekarang orang mencoba makanan juga karena konten. Selain itu kami juga menambah menu baru. Tapi yang paling penting tetap mempertahankan kualitas rasa dan pelayanan,” pungkasnya. (uno/fun/*)
Editor : Fandi Armanto