TREN produk kerajinan tangan ramah lingkungan dan eco-fashion terus menjadi primadona seiring meningkatnya kesadaran lingkungan masyarakat.
Sebab, selain bisa mengurangi limbah, saat kreatifitas dipadukan dengan estetika, mampu menghasilkan produk yang bernilai ekonomis tinggi dibandingkan sekedar mengumpulkan barang tak terpakai, atau sampah anorganik.
Griya Srikandi kota Probolinggo, misalnya. Sejak 2014 silam, UMKM yang diketuai oleh Katarina Suhendar Triningrum sudah memulai dan mengembangkan produk daur ulang agar menghasilkan kerajinan melalui pemberdayaan kaum ibu-ibu di lingkungannya.
Di Griya yang berlokasi di Jalan Argopuro, Perumahan Kopian Barat Blok E Nomor 23, Kota Probolinggo inilah, berbagai produk berhasil diciptakan meliputi, tas, dompet, bros, hantaran, buket, aneka souvenir, hingga sepatu. Salah satunya, menggunakan kain perca/jins dari sisa pabrik garmen.
“Kami membuat berdasarkan pesanan. Biasanya konsumen memberitahu konsepnya, lalu kami buatkan sample. Begitu cocok, kami garap sesuai pesanan. Ada 5 karyawan tetap, namun saat ada banyak orderan bisa nambah pekerja,” ungkap Katarina.
Istri Acep S Lelono ini mengaku, dalam sekali pesanan, kurang lebih bisa menghasilkan 50 - 150 buah souvenir. Biasanya untuk svenir pernikahan dan kegiatan-kegiatan dilingkungan pemerintahan maupun swasta. Bukan saja di pasar lokal Probolinggo tapi juga berbagai daerah di Jawa Timur.
Memesan produk kerajinan tangan Griya Srikandi sebagai suvenir memang pilihan terbaik. Sebab, setiap produk dibuat berdasarkan pesanan, sehingga sudah pasti unik, estetik dan ekslusif, dan kesannya lebih personal karena tidak diproduksi masal.
Selain mencerminkan citra diri bangsa, memesan produk kerajinan tangan UMKM sama artinya mendukung perekonomian perajin lokal.
“Seperti namanya, Griya Srikandi ini wadah wanita-wanita setia, tangguh dan berkomitmen untuk terus produktif berkarya meningkatkan perekonomian keluarga. Kami terus berupaya menciptakan inovasi dan kreatifitas agar menghasilkan produk kerajinan baru dengan harga yang lebih terjangkau,” ungkap Katarina kepada Jawa Pos Radar Bromo.
Dia berharap, pemerintah menyediakan kebijakan yang mendukung pemakaian produk kerajinan lokal. Serta adanya fasilitasi pameran secara rutin sehingga produk kerajinan lokal terus eksis secara berkesinambungan. Untuk pemesaran hubungi nomor telepon WhatsApp Griya Srikandi : 0852-3570-2342. (el/fun/*)
Editor : Fandi Armanto