Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pelaku UMKM Tertekan Harga Plastik yang Meroket: Pembeli Turun, Omzet Tergerus

Muhamad Busthomi • Minggu, 19 April 2026 | 12:17 WIB

 

HARGA NAIK: Imron, salah satu pedagang di Pasar Bangil, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan salah satu jenis plastik yang harganya naik.
HARGA NAIK: Imron, salah satu pedagang di Pasar Bangil, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, menunjukkan salah satu jenis plastik yang harganya naik.

 

BANGIL, Radar Bromo– Lonjakan harga komoditas berbahan plastik mulai dirasakan pelaku usaha mikro (UMKM) di Kabupaten Pasuruan.

Kenaikan harga yang terjadi sejak sebelum Lebaran itu membuat biaya produksi membengkak dan menggerus omzet pedagang kecil.

Sejumlah pelaku usaha mengaku kesulitan menyesuaikan modal di tengah harga yang terus merangkak naik.

Komoditas yang terdampak tidak hanya plastik kresek. Namun, juga berbagai jenis kemasan makanan yang menjadi kebutuhan utama usaha kuliner.

Imron, salah satu pedagang di Pasar Bangil, Kecamatan Bangil mengungkapkan, harga plastik kresek orisinil naik signifikan dalam waktu singkat.

“Kalau kresek ori biasanya sekitar Rp 23 ribu per kilogram. Sekarang naik jadi Rp 35 ribu sampai Rp 37 ribu,” ujarnya.

Baca Juga: DKUP Kota Probolinggo Perkuat UMKM, Tata Ruang Ekonomi, dan Dorong Pertumbuhan Daerah

Kenaikan juga terjadi pada kemasan makanan jenis thinwall. Produk yang banyak digunakan pelaku usaha kuliner itu bahkan melonjak hingga sekitar 40 persen.

Menurut Imron, kenaikan harga terjadi secara mendadak dan langsung signifikan. Tidak naik bertahap seperti biasanya.

“Kenaikannya langsung terasa, tidak sedikit-sedikit. Ini sangat berat bagi kami pedagang kecil,” katanya.

Ia memperkirakan, secara umum kenaikan harga produk plastik berada di kisaran 15 hingga 30 persen dari harga normal.

Kondisi tersebut diduga dipicu oleh faktor distribusi serta pengaruh situasi global terhadap bahan baku plastik.

Akibatnya, pedagang tidak memiliki banyak pilihan selain mengikuti harga dari distributor.

Dampak paling terasa adalah penurunan daya beli masyarakat yang berimbas pada omzet harian.

“Penjualan turun. Bisa sampai 30 persen penurunannya dibandingkan kondisi normal,” ungkapnya.

Kondisi ini membuat pelaku UMKM harus memutar strategi. Mulai dari mengurangi stok, hingga menyesuaikan harga jual agar tetap bisa bertahan.

Para pedagang berharap harga plastik segera kembali stabil. Sehingga, aktivitas usaha kembali normal dan daya beli masyarakat bisa pulih.

“Harapannya harga bisa turun lagi supaya pembeli kembali seperti dulu,” pungkas Imron. (tom/hn)

Editor : Muhammad Fahmi
#harga plastik #pasuruan #omzet #umk #Kuliner Malam