PROBOLINGGO, Radar Bromo– Setelah sempat disebut hanya isu, akhirnya harga sejumlah BBM nonsubsidi benar-benar naik. PT Pertamina menyebut, kenaikan harga itu dilakukan sebagai bentuk penyesuaian.
Kenaikan sejumlah harga BBM nonsubsidi itu naik sejak Sabtu (18/4). Bahkan, kenaikan harga itu cukup signifikan. Namun, ada pula BBM nonsubsidi yang harganya masih tetap.
Dilansir dari laman resmi Pertamina, untuk Jawa Timur ada beberapa jenis BBM nonsubsidi yang harganya naik. Yaitu Pertamax Turbo, Pertamina Dex, dan Dexlite. Sementara untuk jenis BBM lainnya, masih tetap.
Pertamax Turbo dari yang semula Rp 13.100 per liter, kini menjadi Rp 19.400 per liter.
Pertamina Dex awalnya Rp 14.500 per liter menjadi Rp 23.900 per liter.
Sedangkan Dexlite dari yang semula Rp 14.200, naik menjadi Rp 23.600 per liter.
“Sementara harga Pertamax tetap Rp 12.300 per liter, Pertamax Green tetap Rp 12.900 per liter, Pertalite tetap Rp 10.000 perliter, dan Solar tetap Rp 6.800 per liter,” sebut Manager SPBU Kasbah, Neman.
Walau demikian, menurutnya tidak ada perubahan pembelian masyarakat akibat kenaikan BBM tersebut.
“Hingga sekarang (18/4), masih aman dan lancar. Pembelian masih seperti biasanya dan stok juga masih tersedia,” terangnya.
Valentino, 30, warga Kanigaran, Kota Probolinggo mengatakan, kenaikan ini mungkin tak membawa banyak dampak kepada masyarakat pada umumnya.
Sebab, masyarakat lebih banyak menggunakan BBM jenis Pertamax biasa, Pertalite, dan solar.
“Jadi kalau yang naik itu jenis Pertamax Turbo, mungkin masyarakat di sini tidak akan bereaksi terlalu bagaimana. Kecuali yang naik itu BBM nonsubsidi, mungkin akan bereaksi,” katanya.
Namun, ia lebih menyoroti harga solar nonsubsidi yang harganya naik signifikan.
“Ini tentu akan terasa bagi instansi yang menggunakan mobil dinas dengan bahan bakar Dexlite ataupun Petamina Dex. Jelas harus merogoh kocek lebih dalam untuk operasionalnya,” pungkasnya. (gus/hn)
Editor : Muhammad Fahmi