KANIGARAN, Radar Bromo- Pemkot Probolinggo berupaya menekan angka pengangguran dengan menyediakan lapangan kerja.
Rabu (15/4), Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperin-Naker ) setempat menggelar Job Fair Inklusi 2026 di GOR A. Yani Kota Probolinggo. Targetnya, Job Fair Inklusi ini bisa digelar tiga kali setahun.
Job Fair Inklusi perdana tahun ini, diikuti 30 perusahaan yang membuka 666 lowongan pekerjaan (loker). Rinciannya, 321 loker untuk perempuan dan 345 loker untuk laki-laki.
Wali Kota Probolinggo, dr. H. Aminuddin, Sp.OG(K)., M.Kes bersama Wakil Wali Kota, Hj. Ina Dwi Lestari meninjau, sekaligus membuka Job Fair Inklusi 2026.
Ratusan pencari kerja pun antusias duduk di kursi yang telah disediakan panitia, menunggu panggilan antrian.
Yang menarik, 666 loker itu tidak hanya untuk pencari kerja dnegan ijazah sarjana (S1-Diploma). Banyak juga loker untuk pencari kerja dengan ijazah SMA sederajat.
Wali Kota mengatakan, Job Fair Inklusi 2026 perdana ini digelar sebagai komitmen pemerintah memberikan peluang pekerjaan untuk warga Kota Probolinggo.
Tahun 2025, Job Fair Inklusi hanya digelar sekali. Tahun ini, direncanakan job fair inklusi digelar tiga kali.
”Kalau Job Fair Inklusi sekarang saja ada 666 lowongan pekerjaan, maka dalam setahun Job Fair Inklusi ini ditarget bisa memberikan sekitar dua ribu lowongan pekerjaan,” katanya.
Kepala Disperin Naker Kota Probolinggo, Ir. Retno Fadjar Winarti mengatakan, Job Fair Inklusi 2026 digelar untuk mengurangi angka pengangguran di kota.
Melalui Job Fair Inklusi, pihaknya menyebarluaskan kesempatan kerja, memberikan informasi lowongan pekerjaan, mempertemukan pencari kerja dan pemberi kerja dan mengurangi angka pengangguran.
”Alhamdulillah, Job Fair Inklusi 2026 perdana ini diikuti 30 perusahaan dengan membuka 666 lowongan pekerjaan. Terdiri dari 321 lowongan untuk perempuan dan 345 lowongan untuk laki-laki,” terangnya.
Arifin, 29, salah satu pencari kerja disabilitas mengaku sangat terbantu dengan diadakannya Job Fair Inklusi 2026. Kegiatan ini dinilainya bisa memberikan ruang dan hak yang sama pada disabilitas untuk bekerja.
”Alhamdulillah, terima kasih sudah dibantu melalui Job Fair Inklusi ini,” ujarnya. (mas/*)
Editor : Muhammad Fahmi