KRAKSAAN, Radar Bromo - Pemerintah Kabupaten Probolinggo menyiapkan sembilan langkah pengendalian inflasi untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah.
Langkah tersebut difokuskan pada pengawasan harga, kelancaran distribusi, hingga intervensi pasar jika terjadi lonjakan harga.
Sembilan langkah yang disiapkan mengacu pada arahan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri.
Upaya itu meliputi pemantauan harga dan ketersediaan stok bahan pokok, pelaksanaan rapat teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), menjaga kelancaran pasokan dan distribusi barang penting, serta penguatan gerakan menanam di masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah menyiapkan operasi pasar murah, inspeksi mendadak ke pasar dan distributor guna mencegah penahanan barang, serta koordinasi dengan daerah penghasil komoditas untuk memastikan distribusi tetap lancar.
Intervensi lain dilakukan melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT) dan dukungan bantuan transportasi dari APBD guna menekan biaya distribusi.
Sekretaris Daerah Ugas Irwanto menyebut pengendalian inflasi menjelang hari besar keagamaan menjadi langkah penting agar harga tetap stabil dan pasokan tidak terganggu.
“Ini menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat, khususnya di bulan puasa dan menjelang Idul Fitri,” ujarnya.
Ia menegaskan pelaksanaan sembilan langkah tersebut membutuhkan keterlibatan seluruh perangkat daerah agar pengendalian inflasi berjalan efektif di lapangan.
“Kami berharap seluruh OPD terus bersinergi dalam menjalankan sembilan langkah ini, sehingga kebutuhan pangan masyarakat dapat terpenuhi dan harga tetap terjangkau selama Ramadan dan Idul Fitri,” katanya.
Melalui langkah tersebut, pemerintah daerah menargetkan daya beli masyarakat tetap terjaga sekaligus mencegah lonjakan harga yang kerap terjadi pada periode menjelang hari raya. (mu/fun)
Editor : Moch Vikry Romadhoni