SINGAPURA–PT Pratama Spices Indonesia semakin mengukuhkan perannya dalam ekspansi pasar global dengan menggandeng Singapura sebagai mitra dagang internasional strategis.
Kehadiran perusahaan ini dalam Misi Dagang dan Investasi Jawa Timur di Singapura merupakan undangan resmi dari Dinas Perdagangan Provinsi Jawa Timur—sebuah bentuk kepercayaan pemerintah atas kapasitas Pratama Spices Indonesia sebagai pelaku ekspor rempah yang dinilai mampu mewakili kekuatan transaksi perdagangan rempah Indonesia di pasar Singapura.
Sebagai salah satu perusahaan dengan kinerja perdagangan yang signifikan di kawasan tersebut, PT Pratama Spices Indonesia menjadi sorotan utama dalam rangkaian agenda misi dagang.
Direktur Utama PT Pratama Spices, Aslam Ali Yafi mengatakan, perusahaan berhasil menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan mitra dagang strategis dari Singapura sebagai langkah nyata memperluas jangkauan pasar internasional.
Penandatanganan MoU—yang diproyeksikan dapat meningkatkan volume ekspor rempah hingga 28 persen pada tahun mendatang—berlangsung dalam momen penting yang disaksikan langsung oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Kehadiran Khofifah menegaskan komitmen pemerintah provinsi dalam mendukung percepatan ekspor komoditas unggulan Jawa Timur.
"Dukungan dan kehadiran Ibu Gubernur menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus memperluas jaringan pasar internasional," ujar Aslam Ali Yafi.
"Penandatanganan MoU ini adalah bukti nyata komitmen kami menjadikan rempah Indonesia sebagai primadona di pasar global, dengan Singapura sebagai hub utamanya," imbuhnya.
Kerja sama strategis ini diharapkan memperkuat hubungan dagang antara Jawa Timur dan Singapura, sekaligus membuka peluang lebih luas bagi peningkatan daya saing dan diversifikasi produk rempah Indonesia di kancah internasional.
Sementara itu, Gubernur Khofifah menegaskan, Misi Dagang dan Investasi di Singapura ini adalah bentuk upaya fasilitasi pertemuan antara pelaku usaha dari Jawa Timur dengan Negara Mitra dalam hal ini Singapura.
Utamanya, untuk memperluas potensi produk industri, perdagangan, serta peluang investasi lainnya secara terintegrasi.
“Forum ini dilakukan juga sebagai pemetaan ulang untuk mengetahui perkembangan peluang pasar bagi produk Jawa Timur yang berpotensi memenuhi kebutuhan masyarakat di Singapura,” terangnya.
Editor : Muhammad Fahmi