Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

UMKM-Poktan Binaan BI Malang di Kabupaten Probolinggo: Dukung Bawang Goreng Hunay Tembus Pasar Amerika

Muhammad Fahmi • Rabu, 12 November 2025 | 00:25 WIB

OUTLET: Owner Bawang Goreng Hunay Nurul Khotimah menunjukkan salah satu produknya kepada perwakilan BI Malang di outlet yang berada di rumahnya.
OUTLET: Owner Bawang Goreng Hunay Nurul Khotimah menunjukkan salah satu produknya kepada perwakilan BI Malang di outlet yang berada di rumahnya.
 

KANTOR Perwakilan Bank Indonesia (BI) Malang terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong kemajuan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di wilayah kerjanya.

Salah satunya kepada UMKM Bawang Goreng Hunay di Desa Tegalrejo, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo.

Tahun ini, BI Malang memfasilitasi proses sertifikasi Food and Drug Administration (FDA).

Sertifikasi ini dibutuhkan agar produk Bawang Goreng Hunay dapat menembus pasar ekspor ke Amerika Serikat.

Dengan adanya sertifikasi tersebut, peluang untuk melakukan ekspor langsung kini semakin terbuka lebar.

Sejatinya, olahan bawang goreng yang diproduksi CV Dua Putri Sholehah, ini sudah merambah pasar internasional.

Namun, sejauh ini masih indirect atau melalui perantara ke sejumlah negara. Seperti Jepang, Singapura, hingga Kanada.

PEMBERDAYAAN : Salah satu karyawan Bawang Goreng Hunay sedang menggoreng bawang di dapur produksi.
PEMBERDAYAAN : Salah satu karyawan Bawang Goreng Hunay sedang menggoreng bawang di dapur produksi.

“Dengan sertifikasi FDA, nantinya peluang pasar akan semakin luas dan terbuka, sekaligus memastikan produk sesuai dengan regulasi di Amerika Serikat. Saat ini sertifikasi masih proses. Alhamdulillah, sudah ada buyer dari Amerika yang akan datang ke sini,” ujar Owner Bawang Goreng Hunay, Nurul Khotimah.

UMKM yang mengolah bawang merah varietas biru lancor ini, kini telah mampu menyerap sekitar 60 tenaga kerja. Sebagian besar merupakan ibu rumah tangga.

Hal ini sesuai salah satu misinya, yaitu memberdayakan masyarakat sekitar. Setiap hari, mereka mengolah sekitar 400 kilogram bawang merah menjadi bawang goreng renyah dan bikin ketagihan.

“Kami juga memiliki misi menjadi UMKM menciptakan produk unggulan yang menjadi produk oleh-oleh khas Kabupaten Probolinggo. Wisatawan yang berkunjung ke Probolinggo, juga bisa mendapatkan produk kami di Le Olena, sebuah pusat oleh-oleh Kabupaten Probolinggo di Rest Area Tongas,” katanya.

Nurul mengungkapkan, sebagai UMKM dukungan dari BI Malang, sangat membantu keberlangsungan usahanya. Meski secara kualitas, kapasitas, dan kontiunitas sudah terpenuhi.

“Kami ini UMKM, beda dengan perusahaan ya. Owner kurang pendidikan, manajemen kurang bagus, dan terkendala modal. Menjadi binaan BI adalah sebuah kebanggaan, banyak ilmu yang diberikan kepada kami,” ungkap­nya.

Selain memfasilitasi sertifikasi FDA, tahun ini BI Malang juga memberikan sejumlah program peningkatan kapasitas. Meliputi Capacity Building UMKM Go Export, Capacity Building Digital Marketing & On Boarding (Diamond), pengembangan kompetensi pencatatan keuangan melalui Training of Trainer (ToT) SIAPIK. Kemudian, diikutsertakan dalam Business Matching UMKM Jatim go Export dan Business Matching KKI 2025. (uno/*)

Editor : Muhammad Fahmi
#amerika #umkm #bi malang #bawang goreng #probolinggo