Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Operasi Pasar untuk Jaga Stabilitas Harga Beras meski Stok dan Harga Beras Medium di Kota Pasuruan Terbilang Aman

Fahrizal Firmani • Rabu, 20 Agustus 2025 | 16:00 WIB

 

 

LEBIH MURAH: Warga yang antre membeli besar di Operasi pasar yang digelar di Taman Kota di Jalan pahlawan, Selasa (19/8) pagi.
LEBIH MURAH: Warga yang antre membeli besar di Operasi pasar yang digelar di Taman Kota di Jalan pahlawan, Selasa (19/8) pagi.

PASURUAN, Radar Bromo-Kelangkaan beras medium di sejumlah daerah di jatim mendapat atensi dari pemprov.

Selasa (19/8), pemprov bekerja sama dengan kantor Bulog Cabang Malang melakukan operasi pasar murah di Kota Pasuruan. Tiga ton beras medium digelontorkan dalam operasi ini.

Operasi pasar murah ini dilakukan Taman Kota Pasuruan di Jalan Pahlawan. Beras bisa ditebus lebih murah dari harga pasar yang menyentuh Rp 12.000 per kilogram.

Masyarakat hanya perlu menebus Rp 11 ribu per kilogram. Atau Rp 55 ribu untuk bisa membawa pulang beras medium ukuran lima kilogram.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa menyebut operasi pasar murah ini untuk menjaga stabilitas pangan di masyarakat.

Mengingat penyumbang tertinggi inflasi adalah kebutuhan rumah tangga, seperti beras atau minyak. Dengan menjaga stabitlitas kebutuhan rumah tangga, maka inflasi bisa terjaga.

"Kami ingin memastikan stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat. Penyumbang utama inflasi itu kebutuhan rumah tangga," katanya.

Khofifah menyebut alasan beras medium jenis SPHP yang digelontorkan dalam operasi pasar kali ini sebab di beberapa daerah di Jatim telah terjadi kelangkaan jenis ini.

Seperti di Malang, Surabaya, Bondowoso hingga Jember. Tujuannya agar di Pasuruan, tidak terjadi kelangkaan serupa.

"Di beberapa daerah beras medium mengalami kelangkaan. Ini antisipasi menjaga stok dan distribusi di Jatim," tutur Khofifah.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Pasuruan, Heri Dwi Jatmiko menuturkan, stok dan harga beras di Kota Pasuruan relatif aman.

Baik itu beras premium atau medium. Harga yang beredar di pasaran sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan oleh pemerintah.

Harga beras premium Rp 14.000 perkilo, sementara beras medium Rp 12.000 perkilo. Meski terjadi kelangkaan beras di beberapa daerah di Jatim, namun stok beras premium dan beras medium di Kota Pasuruan aman.

Pihaknya rutin mengecek ketersediaan beras di pasar tradisional dan pasar modern.

"Kami pastikan stok dan harga beras di kota pasuruan aman. Kami rutin mengecek dan berkoordinasi dengan satgas pangan," tutur Heri.

Di sisi lain, operasi pasar yang dilakukan Pemprov Jatim, mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Meski harus mengantre saat membeli, banyak masyarakat yang ikut.

Salah satunya Slamet Supriyadi, 63. Dia menuturkan pihaknya senang dengan operasi pasar ini. Karena masyarakat bisa membeli beras dengan harga lebih murah.

Di pasar tradisional, rata rata beras medium dijual dengan harga Rp 12.000 per kilo. Namun, ia hanya cukup menebus Rp 11 ribu per kilo. Lebih hemat Rp 1000 per kilo.

"Kalau cari beras premium dan medium di pasar tradisional tidak sulit, cuma lebih mahal. Alhamdulillah, tadi saya dapat gratis karena lansia," tutur pria yang juga Ketua RT 4 RW 6 Kelurahan/Kecamatan Bugul Kidul tersebut. (riz/fun)

Editor : Abdul Wahid
#beras medium #beras premium #beras langka