DRINGU, Radar Bromo- Harga bawang merah di Kabupaten Probolinggo naik lagi. Kenaikan harga tersebut disebut karena jumlah stok bawang merah yang mulai menurun dan permintaan naik.
Koordinator Pasar Bawang Dringu, Sugiyono mengatakan bahwa saat ini stok bawang merah di pasar ada sebanyak 50 ton.
Stok mulai menurun, sedangkan permintaan dari luar kota juga semakin banyak. Ini yang kemudian berdampak pada naiknya harga bawang merah.
“Bawang merahnya sedang laris tapi stoknya menipis, karena itu maka harganya naik,” ujarnya.
Kata Sugiyono, hal ini terjadi banyak petani yang tidak memanem bawang merahnya.
Sebab cuaca tidak menentu dan perawatannya yang sulit serta hama yang terus menyerang tanaman ini.
Meski begitu, dia memperkirakan kenaikan harga ini tidak akan berlangsung lama sebab permintaan dari luar kota akan menurun seiring dengan panen raya di kota-kota lain.
“Agustus ini di Nganjuk akan panen raya, jadi permintaan akan menurun dan harga kembali normal,” ungkapnya.
Di sisi lain menurut salah satu ibu rumah tangga, Sukarsih, warga Desa Malasan Kulon, Kecamatan Leces mengatakan bahwa dirinya tetap membeli bumbu dapur tersebut meski harganya sedang naik.
“Saya tetap beli tapi dikurangi, belinya sedikit-sedikit. Yang penting ada bawang merahnya kalau masak,” ujarnya.
Bawang Kecil
Rp. 22.000 - 24.000 naik menjadi Rp. 27.000 - 30.000
Bawang Tanggung Kecil
Rp. 31.000 - 33.000 naik menjadi Rp. 34.000 - 36.000
Bawang Tanggung
Rp. 35.000 - 37.000 naik menjadi Rp. 39.000 - 40.000
Bawang Tanggung Besar
Rp. 38.000 - 39.000 naik menjadi Rp. 42.000 -43.000
Bawang Besar
Rp. 40.000 - 41.000 naik menjadi Rp. 45.000 - 46.000
Bawang Super
Rp. 43.000 - 45.000 naik menjadi Rp. 47.000 - 48.000
(ran/fun)
Editor : Abdul Wahid