PAITON-Kebakaran terjadi di area Gudang Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3) Unit 9 PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Paiton.
Kebakaran disebabkan pekerjaan panas (hot work) yang dilakukan oleh pihak ketiga.
Percikan api yang tidak terkendali memicu kebakaran hingga menyebabkan dua orang terjebak di dalam gudang.
Tim Fire and Rescue PT PLN Nusantara Power UP Paiton langsung dikerahkan begitu insiden dilaporkan.
Dengan peralatan tanggap darurat yang memadai dan kemampuan tim yang terlatih, api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat.
Namun kejadian itu hanyalah sebuah simulasi yang merupakan rangkaian pelaksanaan Pembukaan Bulan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) Nasional yang dipimpin langsung oleh Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Dwi Juli Harsono beserta tim tanggap darurat dan stakeholder yang terlibat.
Selain simulasi, PT PLN Nusantara Power UP Paiton juga melaksanakan apel kesiapsiagaan bencana, Rabu (15/1).
Apel itu juga dilakukan secara serentak di seluruh unit pembangkit PT PLN Nusantara Power di Indonesia.
“Keselamatan karyawan adalah prioritas utama kami. Dengan simulasi ini, kami tidak hanya melatih tanggap darurat tetapi juga memastikan sistem dan prosedur kami berjalan efektif dalam menghadapi situasi darurat,” ujar Senior Manager PT PLN Nusantara Power UP Paiton, Dwi Juli Harsono.
Menurutnya, simulasi tersebut juga menjadi kesempatan untuk menguji efektivitas sistem keamanan yang sudah diterapkan, termasuk alat deteksi asap, alarm kebakaran, dan jalur evakuasi.
“Kesiapsiagaan bukan hanya tanggung jawab tim K3, tetapi juga seluruh karyawan. Semoga kegiatan ini memperkuat budaya keselamatan di lingkungan kerja,” katanya.
Dalam sambutan apel serentak itu, Dwi Juli Harsono juga mengutip pernyataan Menteri Ketenagakerjaan, yang menegaskan pentingnya proses berkelanjutan dalam membangun budaya K3.
“Kita harus memahami bahwa budaya K3 tidak bisa dibangun dalam semalam. Ini adalah proses panjang yang membutuhkan perubahan pola pikir, penguatan kapasitas, dan pembentukan sistem yang berkelanjutan,” katanya.
“Oleh karena itu, mari kita jadikan Bulan K3 Nasional ini sebagai momentum untuk merefleksikan upaya kita selama ini dan menyusun langkah-langkah strategis ke depan,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Probolinggo dr. Anang Budi Yoelijanto menyampaikan pentingnya kolaborasi dalam mewujudkan budaya K3.
“Kami sangat mendukung komitmen PLN Nusantara Power dalam memperkuat budaya K3. Untuk itu, diperlukan peningkatan koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antara seluruh pihak terkait guna memperkuat kemandirian berbudaya K3. Semoga langkah ini menjadi inspirasi bagi sektor lain di Kabupaten Probolinggo,” ujarnya. (uno/mie)
Editor : Muhammad Fahmi