PROBOLINGGO, Radar Bromo-Kota Probolinggo dikenal dengan mangga dan anggurnya. Namun, identitas kota penghasil mangga dan anggur ini mulai tenggelam.
Untuk membangkitkan kembali ikon kota mangga dan anggur, Jum’at (20/9) digelar penanaman 20 bibit mangga.
Penanaman dilakukan di 200 titik dan dilakukan secara serentak di Kota Probolinggo. Penanaman ini juga diganjar Rekor MURI.
Puluhan ribu bibit mangga itu, diantaranya merupakan dukungan dari program CSR PT PLN Nusantara Power UP Paiton.
Perusahaan pembangkit listrik ini menyerahkan sebanyak 2 ribu bibit mangga.
Dukungan ini sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan terhadap lingkungan dan masyarakat.
Partisipasi PLN Nusantara Power UP Paiton dalam penanaman 20 ribu bibit pohon mangga ini tidak hanya untuk melestarikan lingkungan, tetapi juga mendorong ekonomi masyarakat melalui sektor peetanian.
Diharapkan dengan semakin banyaknya pohon mangga yang ditanam, warga Probolinggo bisa memanfaatkan kembali hasil bumi sebagai sumber penghasilan.
“Kegiatan menanam mangga di Probolinggo bukan hanya sekadar menanam pohon. Tetapi juga sebagai upaya kami (PLN NP UP Paiton, red) untuk melestarikan alam berbarengan dengan peningkatan ekonomi masyarakat, dan menjaga identitas kota Probolinggo sebagai kota mangga,” kata Dwi Juli Harsono, Senior Manager PLN Nusantara Power UP Paiton.
Dengan inisiatif ini, Probolinggo yang dulunya dikenal sebagai Kota Mangga menjadi lebih optimistis.
Bersama PLN Nusantara Power UP Paiton dan berbagai pihak lainnya, upaya penanaman 20 ribu bibit pohon mangga ini diharapkan dapat mengembalikan citra kota sebagai kota penghasil manga.
Sekaligus memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan setempat. (uno)
Editor : Muhammad Fahmi