PROBOLINGGO– PT Pertamina (Persero) mulai bersiap untuk memberlakukan pembayaran pembelian pertalite di SPBU bagi kendaraan roda empat (R4) menggunakan QR code.
Termasuk di wilayah Jawa Timur. September nanti kebijakan diberlakukan untuk provinsi tersebut.
Area Communication, Relation & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur Bali dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) Ahad Rahedi mengatakan, pihaknya terus mendorong masyarakat segera mendaftarkan mobil untuk mendapat QR code.
Sebab, perseroan sudah menargetkan penerapan QR code itu secara serentak dimulai awal September mendatang.
’’Pertalite itu BBM subsidi. Maka, harus ada pendataan dan pengawasan siapa saja penggunanya. Ini juga dalam rangka melindungi hak konsumen yang berhak menggunakan BBM subsidi agar tepat sasaran,’’ ungkapnya dalam acara media gathering di Bandung, Selasa (6/8).
Dia menjelaskan, setidaknya sudah ada 400 ribu mobil yang terdaftar per 1 Agustus 2024.
Pihaknya pun sudah melakukan verifikasi dengan menyesuaikan data dengan yang ada di samsat setempat.
’’Yang daftar mungkin lebih banyak, tapi yang sudah diterbitkan QR code-nya sekitar 400 ribu itu,’’ urainya.
Saat ini, lanjut Ahad, kebijakan transaksi harus menggunakan QR code baru diterapkan untuk kendaraan roda empat pengguna BBM jenis pertalite.
Namun, tidak menutup kemungkinan secara bertahap nantinya juga diterapkan untuk kendaraan roda dua dan tiga.
Ahad mengungkapkan, rencana pembatasan pembelian BBM subsidi juga akan dilakukan secara bertahap.
Namun, pada akhirnya pihaknya berharap hanya yang mempunyai QR code yang bisa mendapatkan produk itu.
’’Berangsur turun ya. Mulai 50 liter per hari, kemudian 20 liter per hari, sampai akhirnya ada keharusan untuk menggunakan QR code. Jadi, segera mendaftar saja,’’ terangnya.
Dia berharap upaya tersebut bisa mempersempit peluang penyelewengan penggunaan BBM subsidi.
Karena itu, sosialisasi akan terus dilakukan secara masif. Di masing-masing SPBU maupun Pertamina disediakan help desk pendaftaran situs.
’’Penerapannya sama kok seperti transaksi pembelian solar beberapa waktu lalu. Kalau kesulitan, bisa datang ke SPBU,’’ tuturnya. (bil/c17/dio/JawaPos)
Editor : Muhammad Fahmi