Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Pasar Murah Sering Digelar di Kab Probolinggo karena Masuk 10 Besar Kenaikan Harga di Jatim

Agus Faiz Musleh • Senin, 22 Juli 2024 | 18:50 WIB

 

JAGA STABILITAS HARGA: Sejumlah masyarakat mendatangi posko pasar murah yang digelar di Alun-alun Kraksaan beberapa waktu lalu.
JAGA STABILITAS HARGA: Sejumlah masyarakat mendatangi posko pasar murah yang digelar di Alun-alun Kraksaan beberapa waktu lalu.

KRAKSAAN, Radar Bromo–Pemkab Probolinggo terus berupaya menjaga stabilitas harga pangan. Sejumlah pasar murah di berbagai tempat pun digelar.

Hal ini dilakukan sepekan belakangan. Sebab harga bahan pokok di pasar mengalami kenaikan meski tak besar.

“Sepekan lalu kami lakukan di alun-alun Kraksaan. Kami sediakan seribu paket,” kata Pejabat Fungsional Penjamin Mutu Produk muda DKUPP Kabupaten Probolinggo Ridwan.

Sejumlah barang yang disediakan dan disubsidi oleh pemerintah ialah paket kebutuhan pokok yang dibandrol dengan harga Rp 83 ribu. Berisi 5 Kilogram (Kg) beras, 2 liter minyak goreng, dan 1 Kg gula pasir.

 “Kalau kami lihat di pasar, harganya untuk satu paket bisa Rp 89-90 ribu bahkan lebih,” ujaranya.

Adanya pasar murah, diungkap Ridwan, untuk menstabilkan harga barang di pasaran.

Seperti beras sendiri saat ini ada pada harga Rp 14.000 per kg nya. Sementara gula sekitar Rp 16-17 ribu perkilogramnya.

“Kemudian untuk minyak sekitar Rp 16 ribu perliter di pasaran. Di pasar murah Rp 12.500 perliter,” ujarnya.

Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di pasaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan.

Sesuai data yang diterima, Kabupaten Probolinggo masuk dalam 10 besar perubahan harga di Jawa Timur.

“Sepekan terakhir angka perubahan harganya 1,47. Sejatinya kecil, Namun Kabupaten Probolinggo masuk 10 besar di Jawa Timur,” ujarnya. (mu/fun)

Editor : Abdul Wahid
#pasar murah #inflasi