KRAKSAAN, Radar Bromo - Pasca lebaran, sejumlah masyarakat mengeluhkan ketersediaan gas elpiji ukuran 3 Kg. Sebab belakangan sangat sulit dicari. Sementara kebutuhan terus berjalan.
Seperti yang diungkap warga Sidomukti, Kecamatan Kraksaan, Lukman Hakim. Katanya, dalam sepekan terakhir gas elpiji 3 Kg sangat sulit dicari.
“Di toko kelontong langganan saya tidak ada. Belum ada kiriman dari agen,” katanya, Kamis (18/4). Alhasil, dia harus rela mencari gas elpiji ke daerah Semampir, Kraksaan, atau kelurahan tetangga.
Kondisi ditanggapi PJ Bupati Probolinggo Ugas irwanto. Ia mengatakan jika pihaknya baru mengetahui bahwa masyarakat Tengah kesulitan mendapatkan gas elpiji 3 kg. “Karena masih belum ada laporan saya baru tahu,” ujarnya.
Atas kondisi itu, Ugas langsung memerintahkan bagian perekonomian dan dinas Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan, dan Perindustrian (DKUPP) untuk menelusuri sulitnya gas elpiji.
“Apakah itu karena supply, atau karena hal lain. Saya akan meminta agar dinas dan bagian perekonomian yang mengampu hal ini untuk pengecekan lapangan. Baik di ageng atau supplier,” ujarnya.
Sementara itu, Humas Pertamina Patra Niaga Bali-Malang, Taufiq mengatakan, ketersediaan gas elpiji di Kabupaten Probolinggo masih aman.
Perihal keluhan yang ada pada masyarakat itu karena pembelian dilakukan di pengecer.
“Sama halnya seperti bensin eceran. Oleh sebabnya kami meminta kepada masyarakat agar membeli di pangkalan resmi Pertamina. Stok melimpah harga mengikuti HET. Untuk Probolinggo rasionya 3 sampai 4 pangkalan perdesa,” katanya.
Untuk stok, Taufiq memastikan, sangat aman. Sebab supply elpiji ke Probolinggo sebanyak 136 Metrik ton perhari. “Atau setara 45 ribu lebih tabung LPG 3kg. Sangat cukup. Rata-rata stok isi tabung d pgkalan 50 tabung standby,” jelasnya. (mu/fun)
Editor : Abdul Wahid