Cerpen Daerah Dulu & Kini Ekonomi-Bisnis Features Hikayat Hobi Hukum & Kriminal Kesehatan Klinik Fotografi Lifestyle Lipsus Love & Life Story Main Desain News Ono Ono Ae Opini Pendidikan Peristiwa Perspektif Politik Radar Bromo Events Sportainment Tanya Jawab

Cabai Naik, Petani Semringah, Tapi Tak Pengaruhi Permintaan Pasar

Agus Faiz Musleh • Selasa, 31 Oktober 2023 | 19:05 WIB
TETAP DIBELI: Pedagang bumbu di Pasar Maron yang berjualan cabai.
TETAP DIBELI: Pedagang bumbu di Pasar Maron yang berjualan cabai.

KRAKSAAN, Radar Bromo - Harga cabai rawit juga melambung tinggi di Kabupaten Probolinggo. Dalam sepekan terakhir, di sejumlah pasar harga cabai rawit tembus Rp 75 ribu per kilo. Harga ini meningkat hampir 100 persen dari harga sebelumnya yang hanya Rp 40.000 per kilogram.

Alhasil, petani cabai yang merasakan dampak positif dari kenaikan harga cabai rawit diungkap Ainul Jennah petani cabai Kecamatan Gading. Dia mengaku mendapatkan untung besar dari panen cabai kali ini. Alasannya, Biaya produksi dengan keuntungan cukup jauh didapatinya.

“Sekarang ini saya bisa memanen sekitar 7 kilogram cabai rawit setiap hari. Saya jual per kilogramnya Rp 60.000. Menurut saya, harga segitu sangat menguntungkan. Sudah sebanding dengan biaya tanam dan perawatan. Di pasaran harga Rp 60-75 ribu tergantung di pasar mana,” katanya, Senin (31/10)

Ainul menuturkan, jika harga cabai sedang tinggi, dia bisa memanen cabai sampai dua kali sehari. Pagi dan sore hari. Hal ini untuk mencegah terjadinya pencurian di kebun. “Dengan kenaikan harga yang sangat tinggi ini, berpotensi dimaling. Karena kami tidak tahu kapan orang gelap mata (punya sikap jahat, red). Sehingga sering-sering datang ke sawah,” katanya.

Kenaikan harga cabai rawit ini dipengaruhi oleh faktor cuaca dan permintaan pasar. Menurut Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perdagangan dan Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Probolinggo Taufiq Alami, musim kemarau yang berkepanjangan membuat produksi cabai menurun.

“Kemarau tahun ini cukup lama, jadi banyak lahan yang tidak bisa ditanami cabai. Akibatnya, pasokan cabai berkurang dan harga naik,” jelasnya.

Dia menjelaskan, permintaan pasar untuk cabai rawit juga meningkat karena banyak orang yang suka makan pedas. Selain itu, cabai rawit juga memiliki kandungan gizi yang tinggi dan bisa meningkatkan kekebalan tubuh.

Dia berharap, kenaikan harga cabai rawit ini bisa memberikan motivasi bagi petani untuk meningkatkan produksi dan kualitas cabainya. Dia juga mengimbau petani untuk menjaga keamanan kebunnya agar tidak terjadi pencurian.

“Kami mengapresiasi kerja keras petani cabai di Probolinggo yang tetap bertani meski cuaca tidak mendukung. Kami juga mengingatkan petani untuk selalu waspada dan berkoordinasi dengan pihak keamanan setempat jika ada hal-hal yang mencurigakan,”ujarnya.

Kata Taufiq, kenaikan harga cabai rawit ini juga menjadi pembahasan pemerintah provinsi. Sejauh ini pihaknya juga terus berkoordinasi dengan instansi diatasnya untuk mencari solusi menstabilkan harga. “Kami lakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi untuk dapat menemukan solusi tentang penstabilan harga,” katanya. (mu/fun)

Editor : Jawanto Arifin
#harga cabai