PLN Nusantara Power UP Paiton terus mendorong UMKM dan kelompok binaan coorporate social responsibility (CSR) mereka agar lebih berkembang. Terbaru, dengan membekali kemampuan promosi di era digital.
Perkembangan teknologi informasi (TI) bisa memudahkan segala aspek kehidupan. Salah satunya, membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lebih berkembang dengan memanfaatkan dunia maya.
Untuk meningkatkan kemampuan di era digital, diadakan diklat Jurnalistik Foto-Video bagi UMKM-Kelompok Binaan CSR PLN Nusantara Power UP Paiton. Acara itu digelar selama dua hari.
PLN Nusantara Power UP Paiton pun menggandeng Jawa Pos Radar Bromo untuk membekali peserta UMKM-Kelompok binaan CSR. Fokusnya tentang pelatihan fotografi dan videografi.
Diklat hari pertama digelar di Gedung PJB Academy Paiton, Selasa (8/8). Pembukaannya, dihadiri langsung Manager Bisnis Support PLN Nusantara Power UP Paiton Sukarno. Serta, Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A Suyuti.
Dua pemateri dari Jawa Pos Radar Bromo mengajarkan teknik pengambilan foto dan video yang bagus pada hari pertama diklat. Fotografer Senior Zainal Arifin memberi materi peserta tentang teknik fotografi.
Sementara, fotografer dan videografer Mokhamad Zubaidillah memberi materi tentang teknik-teknik videografi.
Tak sekadar memberikan teori. Namun, para peserta juga diajak langsung praktik. Yakni, memotret foto produk yang bagus. Serta, membuat video produk yang menarik.
Para peserta juga diajari memanfaatkan sejumlah properti untuk membuat foto dan video produk yang menarik. Termasuk belajar tentang pencahayaan atau lighting.
Para peserta pun tampak antusias. Semua peserta mendekat saat pemateri mempraktikkan cara pengambilan foto dan video kreatif produk UMKM. Peserta juga langsung praktik dengan menggunakan HP yang dimiliki. Mereka berupaya mengambil gambar sebaik mungkin dari berbagai angle.
Tak sekadar praktik di ruangan. Peserta juga diajak praktik outdoor. Yakni, ke Pantai Bohay Paiton. Di tepi pantai, para peserta belajar mengambil foto dan membuat video pendek produk kain batik.
Agar hasil foto dan video produk lebih bagus, ada model yang memperagakan produk batik itu. Ternyata, hasil jepretan hampir semua peserta sudah bagus. Mayoritas sudah memahami teknik pengambilan foto dan video.
Direktur Jawa Pos Radar Bromo H.A Suyuti mengatakan, event Diklat Jurnalistik Foto dan Video tersebut hasil kerja sama PLN NP UP Paiton dengan Jawa Pos Radar Bromo. Dalam era digital, saat ini penyebaran informasi sangat mudah melalui media sosial (medsos).
Nah, hal itu bisa dimanfaatkan untuk mengenalkan produk dan jasa lewat medsos. “Banyak aplikasi atau medsos luar biasa perkembangannya. Sekarang, bila ingin berjualan tidak seribet dulu. Punya HP, produk difoto atau video, kemudian di-share, itu sudah jualan,” katanya.
Tentunya, dibutuhkan bekal dan kemampuan cara pengambilan foto dan video pada produk yang akan dipasarkan. Sebab, ada teknik sendiri, agar foto dan video promosi itu menghasilkan karya yang bagus.
”Terpenting lagi, hasil foto, video, dan produknya tidak hoax. Karena di era digital, juga banyak informasi ataupun produk dipasarkan di media digital yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Sehingga, masyarakat pun kecewa dan pasti langsung terdampak buruk dalam usahanya,” terangnya.
Sementara itu, Manager Bisnis Support PLN Nusantara Power UP Paiton Sukarno mengatakan, di era digital, pelaku UMKM dituntut melek digital. ”Saya berharap, diklat foto dan video yang diadakan PLN NP UP Paiton bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Bromo, ini diikuti dengan baik. Sebab, apa yang diperoleh nantinya akan kembali pada peserta,” terangnya.
Sukarno menambahkan, diklat foto dan video ini sangat dibutuhkan. Agar pelaku UMKM dan kelompok binaan CSR PLN NP UP Paiton memiliki kemampuan pengambilan foto, video yang bagus. Sehingga, hasil foto dan video itu dapat disebarluaskan atau pasarkan melalui digital.
PLN Nusantara Power merupakan salah satu perusahaan yang concern mengembangkan pelaku UMKM di wilayahnya. (mas/mie)
Editor : Jawanto Arifin