Kabid perdagangan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Perdagangan, dan Pendistribusian (DKUPP) Mahdinsareza mengatakan, harga beras di pasaran terus mengalami penurunan. Pada pertengahan Februari lalu, harga beras medium mencapai Rp 12.500 per kilogramnya. Tetapi secara bertahap berhasil ditekan.
“Kebanyakan hari ini harganya sudah Rp 10 ribu, turun Rp 500 dari harga rata-rata Rp 10.500 per 27 Februari lalu,” bebernya.
Pihaknya terus melakukan pemantauan harga beras di semua pasar yang ada di Kabupaten Probolinggo. Tujuannya, selain untuk mengontrol harga, hal itu juga bermaksud menjamin ketersediaan beras untuk konsumsi masyarakat setempat.
“Per hari ini (kemarin, red), harga di Pasar Bantaran dan Paiton ada yang harganya masih Rp 11 ribu. Tapi ada juga Pasar Sebaung dan Dringu yang harganya sudah Rp 9 ribu. Jadi rata-rata secara keseluruhan, Rp 10 ribu itu per kilogramnya,” jelasnya.
Ia mengatakan, ada dua faktor utama yang menyebabkan harga beras ini dapat terus ditekan. Salah satunya dengan seringnya pemerintah melakukan operasi pasar.
“Selain itu, musim panen kini sudah mulai tiba. Sehingga, ketersediaan stok itu semakin banyak. Alhasil harganyabterus turun,” ujarnya.
Ia berharap, dengan kondisi ini masyarakat tidak perlu panik. Sebab, pemerintah setempat terus berupaya menjaga ketersediaan beras termasuk juga terus melakukan upaya-upaya guna menstabilkan harga beras menjelang bulan suci Ramadan mendatang.
“Kami harap masyarakat tetap tenang, sekarang sudah mulai musim panen, stok semakin banyak. Dan harga kaminupayakan akan terus turun,”ujarnya. (mu/fun) Editor : Ronald Fernando