Asisten manajer opersional dan pelayanan publik Perum Bulog Sub Divre Probolinggo Nugroho mengatakan, jumlah stok beras yang dikeluarkan menyesuaikan musim. Saat masuk musim kemarau, permintaan beras di pasaran cenderung meningkat. Sebab banyak petani yang beralih tanam menyesuaikan ketersediaan irigasi sawah. Sehingga stok beras di pasaran juga menipis.
“Biasanya memang stok beras saat kemarau di pasaran hanya tersedia sedikit. Makanya permintaan meningkat. Dari data yang ada sejak agustus lalu permintaan beras sudah naik,” katanya.
Dalam kondisi seperti ini, pihaknya tidak hanya mengeluarkan stok beras yang ada di dalam gudang, di wilayah kerjanya yang meliputi Kabupaten-Kota Probolinggo, serta Kabupaten Lumajang. Tapi juga melakukan pembelian pada rekanan sebagai pengadaan stok. Hal ini dilakukan agar stok dapat tercukupi sampai dengan panen raya di masyarakat.
“Stok beras di masyarakat normal pada bulan Januari hingga Juli. Sebab pada bulan tersebut petani banyak yang panen. Setelah bulan itu panen sudah mulai jarang,” bebernya.
Stok beras Bulog Sub Divre Probolinggo pekan lalu ada 7.297 ton. Sementara beras yang harus dikeluarkan dari gudang mencapai 2.000 sampai 3.000 ton setiap bulannya. (ar/fun) Editor : Ronald Fernando